Pengobatan Mata Minus (Myopi), Mata Plus (Hipermetropi) Dan Mata Silinder (Astigmatisme)

Pengobatan Mata Minus (Myopi), Mata Plus (Hipermetropi) Dan Mata Silinder (Astigmatisme)

Pengobatan Mata Minus (Myopi), Mata Plus (Hipermetropi) Dan Mata Silinder (Astigmatisme). S.Lutena merupakan vitamin mata untuk mencegah dan menyembuhkan mata gangguan kelainan refraksi yaitu myopia, hipertensi dan astigmatisma. Kelainan refraksi adalah keadaan bayangan tegas tidak dibentuk pada retina. Secara umum, terjadi ketidak seimbangan sistem penglihatan pada mata sehingga menghasilkan bayangan yang kabur. Sinar tidak dibiaskan tepat pada retina, tetapi dapat di depan atau di belakang retina dan tidak terletak pada satu titik fokus. Kelainan refraksi dapat diakibatkan terjadinya kelainan kelengkungan kornea dan lensa, perubahan indeks bias, dan kelainan panjang sumbu bola mata.

Ametropia adalah suatu keadaan mata dengan kelainan refraksi sehingga pada mata yang dalam keadaan istirahat memberikan fokus yang tidak terletak pada retina. Ametropia dapat ditemukan dalam bentuk kelainan miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), dan astigmat.

Pada keadaan normal cahaya berasal dari jarak tak berhingga atau jauh akan terfokus pada retina, demikian pula bila benda jauh tersebut didekatkan, hal ini terjadi akibat adanya daya akomodasi lensa yang memfokuskan bayangan pada retina. Jika berakomodasi, maka benda pada jarak yang berbeda-beda akan terfokus pada retina. Akomodasi adalah kemampuan lensa di dalam mata untuk mencembung yang terjadi akibat kontraksi otot siliar. Akibat akomodasi, daya pembiasan lensa yang mencembung bertambah kuat. Kekuatan akan meningkat sesuai dengan kebutuhan, makin dekat benda makin kuat mata harus berakomodasi. Refleks akomodasi akan bangkit bila mata melihat kabur dan pada waktu melihat dekat. Bila benda terletak jauh bayangan akan terletak pada retina. Bila benda tersebut didekatkan maka bayangan akan bergeser ke belakang retina. Akibat benda ini didekatkan penglihatan menjadi kabur, maka mata akan berakomodasi dengan mencembungkan lensa. Kekuatan akomodasi ditentukan dengan satuan Dioptri (D), lensa 1 D mempunyai titik fokus pada jarak 1 meter.

Epidemiologi
Sekitar 148 juta atau 51% penduduk di Amerika Serikat memakai alat pengkoreksi gangguan refraksi, dengan penggunaan lensa kontak mencapai 34 juta orang. Angka kejadian rabun jauh meningkat sesuai dengan pertambahan usia. Jumlah penderita rabun jauh di Amerika Serikat berkisar 3% antara usia 5-7 tahun, 8% antara usia 8-10 tahun, 14% antara usia 11-12 tahun dan 25% antara usia 12-17 tahun. Pada etnis tertentu, peningkatan angka kejadian juga terjadi walupun persentase tiap usia berbeda. Etnis Cina memiliki insiden rabun jauh lebih tinggi pada seluruh usia. Studi nasional Taiwan menemukan prevalensi sebanyak 12% pada usia  6 tahun dan 84 % pada usia 16-18 tahun. Angka yang sama juga dijumpai di Singapura dan Jepang.

Miopia
Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh tapi dapat melihat dekat dengan lebih baik. Miopia terjadi jika kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina.

Miopia ditentukan dengan ukuran lensa negatif dalam Dioptri. Klasifikasi miopia antara lain: ringan (3D), sedang (3 – 6D), berat (6 – 9D), dan sangat berat (>9D).

Gejala miopia antara lain penglihatan kabur melihat jauh dan hanya jelas pada jarak tertentu/dekat, selalu ingin melihat dengan mendekatkan benda yang dilihat pada mata, gangguan dalam pekerjaan, dan jarang sakit kepala.

Koreksi mata miopia dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak. Pemakaian kaca mata dapat terjadi pengecilan ukuran benda yang dilihat, yaitu setiap -1D akan memberikan kesan pengecilan benda 2%. Pada keadaan tertentu, miopia dapat diatasi dengan pembedahan pada kornea antara lain keratotomi radial, keratektomi fotorefraktif, Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (Lasik).

Hipermetropia
Hipermetropia adalah keadaan mata yang tidak berakomodasi memfokuskan bayangan di belakang retina. Hipermetropia terjadi jika kekuatan yang tidak sesuai antara panjang bola mata dan kekuatan pembiasan kornea dan lensa lemah sehingga titik fokus sinar terletak di belakang retina. Hal ini dapat disebabkan oleh penurunan panjang sumbu bola mata (hipermetropia aksial), seperti yang terjadi pada kelainan bawaan tertentu, atau penurunan indeks bias refraktif (hipermetropia refraktif), seperti afakia (tidak mempunyai lensa).
Pasien dengan hipermetropia mendapat kesukaran untuk melihat dekat akibat sukarnya berakomodasi. Bila hipermetropia lebih dari + 3.00 D maka penglihatan jauh juga akan terganggu. Pasien hipermetropia hingga + 2.00 D dengan usia muda atau 20 tahun masih dapat melihat jauh dan dekat tanpa kaca mata tanpa kesulitan, namun tidak demikian bila usia sudah 60 tahun. Keluhan akan bertambah dengan bertambahnya umur yang diakibatkan melemahnya otot siliar untuk akomodasi dan berkurangnya kekenyalan lensa. Pada perubahan usia, lensa berangsur-angsur tidak dapat memfokuskan bayangan pada retina sehingga akan lebih terletak di belakangnya. Sehingga diperlukan penambahan lensa positif atau konveks dengan bertambahnya usia. Pada anak usia 0-3 tahun hipermetropia akan bertambah sedikit yaitu 0-2.00 D.

Pada hipermetropia dirasakan sakit kepala terutama di dahi, silau, dan kadang juling atau melihat ganda. Kemudian pasien juga mengeluh matanya lelah dan sakit karena terus-menerus harus berakomodasi untuk melihat atau memfokuskan bayangan yang terletak di belakang retina. Pasien muda dengan hipermetropia tidak akan memberikan keluhan karena matanya masih mampu melakukan akomodasi kuat untuk melihat benda dengan jelas. Pada pasien yang banyak membaca atau mempergunakan matanya, terutama pada usia yang telah lanjut akan memberikan keluhan kelelahan setelah membaca. Keluhan tersebut berupa sakit kepala, mata terasa pedas dan tertekan.

Mata dengan hipermetropia akan memerlukan lensa cembung atau konveks untuk mematahkan sinar lebih kuat kedalam mata. Koreksi hipermetropia adalah diberikan koreksi lensa positif maksimal yang memberikan tajam penglihatan normal. Pasien dengan hipermetropia sebaiknya diberikan kaca mata lensa positif terbesar yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal.

Astigmatisma
Astigmata terjadi jika kornea dan lensa mempunyai permukaan yang rata atau tidak rata sehingga tidak memberikan satu fokus titik api. Variasi kelengkungan kornea atau lensa mencegah sinar terfokus pada satu titik. Sebagian bayangan akan dapat terfokus pada bagian depan retina sedang sebagian lain sinar difokuskan di belakang retina. Akibatnya penglihatan akan terganggu. Mata dengan astigmatisme dapat dibandingkan dengan melihat melalui gelas dengan air yang bening. Bayangan yang terlihat dapat menjadi terlalu besar, kurus, terlalu lebar atau kabur.

Seseorang dengan astigmat akan memberikan keluhan : melihat jauh kabur sedang melihat dekat lebih baik, melihat ganda dengan satu atau kedua mata, melihat benda yang bulat menjadi lonjong, penglihatan akan kabur untuk jauh ataupun dekat, bentuk benda yang dilihat berubah, mengecilkan celah kelopak, sakit kepala, mata tegang dan pegal, mata dan fisik lelah. Koreksi mata astigmat adalah dengan memakai lensa dengan kedua kekuatan yang berbeda. Astigmat ringan tidak perlu diberi kaca mata.

Presbiopia
Presbiopia adalah perkembangan normal yang berhubungan dengan usia, yaitu akomodasi untuk melihat dekat perlahan-lahan berkurang. Presbiopia terjadi akibat penuaan lensa (lensa makin keras sehingga elastisitas berkurang) dan daya kontraksi otot akomodasi berkurang. Mata sukar berakomodasi karena lensa sukar memfokuskan sinar pada saat melihat dekat.

Gejala presbiopia biasanya timbul setelah berusia 40 tahun. Usia awal mula terjadinya tergantung kelainan refraksi sebelumnya, kedalaman fokus (ukuran pupil), kegiatan penglihatan pasien, dan lainnya. Gejalanya antara lain setelah membaca akan mengeluh mata lelah, berair, dan sering terasa pedas, membaca dengan menjauhkan kertas yang dibaca, gangguan pekerjaan terutama di malam hari, sering memerlukan sinar yang lebih terang untuk membaca. Koreksi dengan kaca mata bifokus untuk melihat jauh dan dekat. Untuk membantu kekurangan daya akomodasi dapat digunakan lensa positif. Pasien presbiopia diperlukan kaca mata baca atau tambahan untuk membaca dekat dengan kekuatan tertentu sesuai usia, yaitu: +1D untuk 40 tahun, +1,5D untuk 45 tahun, +2D untuk 50 tahun, +2,5D untuk 55 tahun, dan +3D untuk 60 tahun. Jarak baca biasanya 33cm, sehingga tambahan +3D adalah lensa positif terkuat yang dapat diberikan.

Pemeriksaan Refraksi
Pemeriksaan refraksi terdiri dari 2 yaitu refraksi subyektif dan refraksi obyektif. Refraksi subyektif tergantung respon pasien untuk mendapatkan koreksi refraksi yang memberikan tajam penglihatan terbaik.

Refraksi obyektif dilakukan dengan retinoskopi. Mayoritas retinoskopi menggunakan sistem proyeksi streak yang dikembangkan oleh Copeland. Retinoskopi dilakukan saat akomodasi pasien relaksasi dan pasien disuruh melihat ke suatu benda pada jarak tertentu yang diperkirakan tidak membutuhkan daya akomodasi.

Idealnya, pemeriksaan kelainan refraksi dilakukan saat akomodasi mata pasien istirahat. Pemeriksaan mata sebaiknya dimulai pada anak sebelum usia 5 tahun. Pada usia 20 – 50 tahun dan mata tidak memperlihatkan kelainan, maka pemeriksaan mata perlu dilakukan setiap 1 – 2 tahun. Setelah usia 50 tahun, pemeriksaan mata dilakukan setiap tahun.

Pencegahan
Selama bertahun-tahun, banyak pengobatan yang dilakukan untuk mencegah atau memperlambat progresi miopia, antara lain dengan:

    • Koreksi penglihatan dengan bantuan kacamata
    • Pemberian tetes mata atropin.
    • Menurunkan tekanan dalam bola mata.
    • Penggunaan lensa kontak kaku : memperlambat perburukan rabun dekat pada anak.
    • Latihan penglihatan : kegiatan merubah fokus jauh – dekat.

Untuk Pengobatan Mata Minus (Myopi), Mata Plus (Hipermetropi) Dan Mata Silinder (Astigmatisme) bisa konsumsi S.LUTENA. S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh.

Berikut Pengalaman Untuk Pengobatan Mata Minus (Myopi), Mata Plus (Hipermetropi) Dan Mata Silinder (Astigmatisme)

Kesaksian Ibu Ing Ing dari Medan
Setelah konsumsi 1 botol Super Lutein (siang 3caps & malam 2 caps), bukan hanya mata silindernya menjadi sembuh, tapi tempurung lutut yg kendor pun juga sembuh.

Pertama saya kenal produk ini (super lutein) dari teman saya di Surabaya Pak Harionto. Produk ini sebenarnya untuk mata tapi setelah saya konsumsi kesehatan saya bertambah. Lutut ini seperti engselnya mau copot. Setiap hari saya harus pake pengikat biar tidak longgar agar tidak jatuh. Setelah saya konsumsi kira-kira 10 hari, disini lutut saya rasanya berdenyut-denyut, pas saya berdiri kayaknya mau jatuh. Pagi hari konsumsi 3 kapsul malam 2 kapsul. Mau diteruskan apa tidak ya. Akhirnya saya teruskan, setelah habis 1 botol ternyata saya tidak usah pake yang namanya pengikat itu tadi dan dan mata silinder saya sudah hilang.

Biasaya kalo bawa mobil malam hari susah ya apalagi lihat lampu. Kebetulan waktu itu saya disuruh teman yang bawa mobil, ternyata sambil ngomong-ngomong saya lupa kalau mata saya ada silindernya. Makin enak ya tidak ada apa-apa. Ternyata saya cek dan silinder saya sudah hilang. Jadi enak bila bawa mobil malam dan saya tidak takut jatuh lagi. Ini berkat super lutein yang telah membantu kesehatan saya.

Kesaksian Ibu Sefrina – Jakarta

 Saya mengenal produk SUPER LUTEIN (S LUTENA) ketika masih sekolah di Singapura. Sebelum tamat sekolah, saya menderita presbiopia.

 Saya harus dibantu kacamata plus, minus, & silinder sekaligus. Dokter tidak bisa membantu saya. Dokter hanya menyarankan supaya banyak makan buah-buahan & sayur-sayuran.

 Tapi masalahnya, saya tidak suka buah-buahan & sayuran. Sehingga mata saya masih melotot ketika melihat.

 Lalu saya bertemu dgn Mr. Ong. Beliau mengatakan bahwa SUPER LUTEIN ini bagus utk mata.

 Yang jadi masalah, waktu itu saya masih sekolah. Tidak punya banyak uang. Pendapatan saya hanya dari kerja part-time di Shangri-La Hotel Singapura.

 Tapi saya berpikir, mata saya lebih berharga dari segalanya. Apa artinya banyak uang jika saya tidak bisa melihat.

 Lalu saya konsumsi SUPER LUTEIN (S LUTENA). Kurang lebih 3 minggu setelah konsumsi, saya bisa membaca tanpa kacamata lagi, sampai sekarang.”

Kesaksian Pak Edi dari Ciputat, Tangerang ttg SUPER LUTEIN, Selasa, 18 Oktober 2011:

 ”Saya ingin berbagi pengalaman ttg S LUTENA (SUPER LUTEIN).

 Saya sdh konsumsi produk ini. Saat itu yg saya rasakan di mata. Biasanya kalau malam naik motor, saya tidak berani tutup kaca helm. Krn kalau ditutup, cahaya lampu kendaraan yg dari depan itu pasti tampak pecah, menyilaukan & tdk dpt melihat. Kalau saya bukan kaca helm, debu pasti masuk kena mata & tidak nyaman.

 Tetapi setelah konsumsi SUPER LUTEIN, ternyata kalau saya menutup kaca helm, cahayanya tdk pecah & menyilaukan lagi, rasanya sejuk & enak.

 Kemudian yg saya rasakan lagi adalah, ketika menghafal nomor handphone org. Biasanya saat disebutkan, saya mesti minta diulang. Tapi tiba2 saya keheranan, sbb skrg saat org menyebutkan nomor HP, nomor itu langsung nempel dan hafal.

 Pengalaman lain terjadi pada adik ipar saya yg di Cirebon. Dulu ia seorang TKI. Pulang dari TKI, ada benjolan di payudara sebesar kelereng. Dari sebesar kelereng, setelah minum 1 botol SUPER LUTEIN, benjolannya berkurang menjadi setengah kelereng. Wkt itu konsumsinya 3×3 kapsul sehari.

 Kemudian melanjutkan botol kedua, dosisnya dikurangi menjadi 3 kapsul sehari. Dari setengah kelereng berubah menjadi gepeng.

 Pengalaman lain terjadi pd mitra saya, Ibu Hj. Euis yg pernah mengidap kanker payudara & skrg sdh sembuh setelah konsumsi SUPER LUTEIN. Nah, tetangga beliau ada yg mengidap kanker kolon atau kanker usus besar. Waktu di rumah sakit ditawari produk ini. Setelah diminum, kondisinya membaik & sdh diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Skrg dia kalau pesan, langsung 2 botol sekaligus. Selain utk dia, juga utk ibunya, krn ibunya sendiri menderita stroke. Sekarang sudah pesan yg ke-3 kalinya

Ibu Magleni, dari Medan. Mempunyai keluhan Mata Minus (Miopy), Plus (Hipermetropy) dan Silindir (Astigmatisma). Mulanya tdk percaya, tapi setelah mencoba mengkonsumsi sendiri (3 caps / hari) & mengalami kesembuhan pada gangguan penglihatan, menjadi yakin & telah merekomendasikan kpd banyak orang.

Bapak Oh Kai Kok (76 tahun) – Saya  mempunyai keluhan  pelampung mata, katarak, Silindris dan glaukoma pada waktu yang sama. Penyakit saya ini sungguh merepotkan sehingga saya memutuskan untuk menjalani LASIK mata pada 2008. Sayangnya operasi LASIK dua kali gagal. Saya kehilangan penglihatan saya selama 36 hari. Bahkan tidak bisa membaca koran. Teman saya merekomendasikan saya super Lutein dan Izumio. Saya mencobanya  berharap untuk mendapatkan kembali penglihatan saya karena saya tidak bisa melihat pula. Jadi saya mengkonsumsi 5 kapsul dari Super Lutein dan 1 paket Izumio 3 kali sehari. Sekarang Saya bisa melihat bahkan huruf kecil dan mengemudi tanpa kacamata. Saya tidak membutuhkan kacamata saya lagi. Penyakit Arteri koroner saya diblokir dan sering merasa sakit ketika saya jongkok. Sekarang arteri saya semuanya dibersihkan. Tingkat kolesterol saya 280 dan sekarang di bawah 200. Sisi kanan kepala saya itu menyakitkan pada malam hari dan sekarang lega. Saya nggak perlu minum obat lagi. Saya benar-benar gladful untuk Tentu Ditambah yang membawa dua produk indah ke Singapura. Kesehatan saya sudah kembali. Saya sekarang masih minum 5 kapsul dan 1 paket Izumio tiga kali sehari.

Nutrisi Herbal Untuk  Pengobatan Mata Minus (Myopi), Mata Plus (Hipermetropi) Dan Mata Silinder (Astigmatisme)

Hal utama yang perlu diperhatikan Untuk Pengobatan Mata Minus (Myopi), Mata Plus (Hipermetropi) Dan Mata Silinder (Astigmatisme) adalah dengan memperhatikan nutrisi tubuh setiap hari, nutrisi tubuh tentunya kita dapat dari bahan makanan yang kita makan, makanan terbaik adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buahan dalam menu harian kita dan tentu saja untuk memaksimalkan nutrisi kita juga perlu suplemen alami. S.Lutena merupakan nutrisi herbal dari berbagai jenis buah dan sayuran yang benar-benar alami dan organik. Kandungan 100% herbal buah dan sayuran serta DHA ikan. S.Lutena/Super Lutein tidak hanya untuk   Pengobatan Mata Minus (Myopi), Mata Plus (Hipermetropi) Dan Mata Silinder (Astigmatisme)  saja tetapi  juga untuk memperbaiki gangguan fungsi organ tubuh lainnya.

Fungsi utama S.Lutena adalah memperbaiki metabolisme tubuh dan mengoptimalkan fungsi seluruh organ tubuh agar berfungsi optimal dalam memperbaiki kerusakan sel/saraf pada setiap organ tubuh dan juga memperbaiki sistem imunitas tubuh.

 

Apa itu S.Lutena?

S.Lutena Nutrisi Herbal Untuk  Pengobatan Mata Minus (Myopi), Mata Plus (Hipermetropi) Dan Mata Silinder (Astigmatisme)

S.Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di SUPER LUTEIN termasuk lutein, zeaxanthin, a(alpa)-carotene, b(beta)-Carotene, Lycopene dan Crocetin.

S.Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S.Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit. S.Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S.Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal. Pengobatan Mata Minus (Myopi), Mata Plus (Hipermetropi) Dan Mata Silinder (Astigmatisme)

Post Update :
Date : Friday, December 14, 2018 - Jumat, 14 Desember 2018