SLUTENA & Penyakit Autoimun

SLUTENA & Penyakit Autoimun

Mengapa S LUTENA Bagus Bagi Penderita Penyakit Autoimun?

Sebelum menjawab pertanyaan: “Mengapa S LUTENA sangat manjur bagi penderita penyakit autoimun ?” sebaiknya kita mari kita kenali lebih dulu sebenarnya apakah penyakit autoimun itu ?

Berikut ini adalah penjelasan oleh dokter Salma yang saya kutip dari situs MajalahKesehatan.com

Penyakit Autoimun: Ketika Sistem Kekebalan Tubuh Kebingungan

Rasa lelah tanpa sebab, penglihatan kabur tiba-tiba atau jari-jari kesemutan mungkin hanyalah gejala sesaat yang tidak berbahaya, tetapi juga dapat merupakan tanda awal sebuah penyakit serius yang sulit disembuhkan, yaitu penyakit autoimun. SLUTENA & Penyakit Autoimun

 

Apakah penyakit autoimun?

Penyakit autoimun adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh virus atau bakteri tetapi oleh kesalahan dalam sistem kekebalan tubuh Anda. Alih-alih menyerang kuman berbahaya, sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh Anda secara membabi-buta, menjadi “senjata makan tuan”.

Hal ini karena sistem itu tidak bisa membedakan sel-sel asing dengan sel-sel tubuh sendiri. Akibatnya adalah reaksi peradangan yang parah. Hampir semua organ atau jaringan dapat mengalami kerusakan, dari mulai syaraf, otak, mata, jantung, persendian, sampai otot-otot di seluruh tubuh. Penyakit Crohn, lupus, rheumatoid arthritis (rematik), multiple sclerosis (MS) dan diabetes tipe 1 adalah contoh-contoh penyakit autoimun yang paling terkenal. SLUTENA & Penyakit Autoimun

 

Mengapa sistem kekebalan menyerang sel-sel tubuh sendiri?

Sistem kekebalan tubuh bekerja dalam dua langkah, yaitu membedakan sel-sel asing dengan sel-sel tubuh sendiri dan mengambil tindakan terhadap sel-sel asing. Jika langkah pertama tidak beres, maka ada dua kemungkinan:

  • Pertama, sistem kekebalan tubuh diredam dan tubuh tidak lagi mengenali patogen asing. Ini adalah kasus pada AIDS di mana sistem kekebalan tubuh melemah.
  • Kedua, sistem kekebalan tidak diredam sehingga menyerang sel-sel tubuh sendiri maupun sel-sel asing tanpa kecuali. Ini adalah kasus pada penyakit autoimun. Sistem kekebalan tubuh Anda menjadi benar-benar di luar kendali.

Meskipun telah dilakukan banyak riset yang intensif, para ahli belum berhasil mengetahui secara pasti penyebab penyakit autoimun. Namun, diketahui bahwa ada sejumlah faktor risiko yang berperan.

Selain kecenderungan genetik, infeksi dan faktor lingkungan turut berperan penting sebagai pemicu penyakit autoimun.

  • Genetik. Penyakit autoimun cenderung diwariskan dalam keluarga. Pada studi kembar diketahui bahwa jika seorang kembar identik menderita penyakit autoimun, kembarannya kemungkinan 30 – 50 persen juga menderita penyakit yang sama. Tapi tidak 100 persen, yang berarti bahwa gen tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas timbulnya penyakit. Seringkali, penderita dapat mengkompensasi cacat genetik dan dia hidup normal tanpa penyakit autoimun.
  • Infeksi. Sistem kekebalan yang rapuh dapat rusak oleh faktor pemicu seperti infeksi virus. Hal ini mungkin terjadi karena kelemahan genetik menyebabkan sistem kekebalan tubuh tidak dapat mengatasi virus tertentu. Mereka kesulitan membedakan protein virus dengan protein tubuh dan menyerang keduanya, seperti tentara yang tidak bisa membedakan pasukan musuh dan rakyat sehingga menembaki keduanya. Virus Epstein – Barr diduga menjadi pemicu multiple sclerosis.
  • Pemicu lain adalah virus Coxsackie, yang juga diduga memicu diabetes tipe 1.
    Lingkungan dan makanan. Dibandingkan dengan nenek moyang kita, kita jauh lebih banyak terpapar oleh berbagai zat kimia yang membanjiri sistem kekebalan tubuh kita. Ketika sel-sel kekebalan di dalam usus menyortir setiap zat yang kita makan apakah berbahaya dan tidak, kemungkinan terjadi kesalahan meningkat. Penyakit autoimun dapat terjadi melalui reaksi kebingungan terhadap zat yang masuk, apakah berbahaya atau tidak. Rotavirus sangat mirip dengan molekul fotoreseptor tertentu di mata. Kebingungan ini diduga menyebabkan uveitis, yang pada akhirnya dapat merusak penglihatan.

 

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa penyakit autoimun adalah penyakit yang berhubungan dengan kacaunya sistem kekebalan tubuh / sistem imun. Biasanya dokter akan meresepkan obat anti alergi / antihistamin, dan sama seperti kebanyakan obat kimia sintetis lainnya, obat jenis ini pun ada efek sampingnya.

Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan) ternyata bukan hanya menekan reaksi autoimun tetapi juga kemampuan badan untuk membela diri terhadap senyawa asing, termasuk mikro-jasad penyebab infeksi dan sel kanker. Konsekwensinya adalah resiko infeksi tertentu dan kanker jadi meningkat. Beberapa efek samping yang umum misalnya: meningkatkan nafsu makan, menurunkan hasrat seksual, haid tidak teratur, gangguan pencernaan, penyakit jantung, kemandulan, gangguan psikologis, dll.

Obat autoimun tertentu jika dikonsumsi dalam jangka panjang, juga menyebabkan kerusakan fungsi beberapa organ tubuh, sehingga memicu timbulnya berbagai penyakit lainnya, misalnya glukoma, katarak, osteoporosis (pengeroposan tulang), dll. Akibatnya penderita penyakit autoimun perlu mengkonsumsi lebih banyak lagi obat-obatan kimia sintetis lainnya demi mengatasi efek samping yang ditimbulkan oleh obat autoimun yang dikonsumsinya.

Cara kerja obat autoimun pada umumnya tidak memperbaiki sistem kekebalan tubuh, melainkan dengan “mengakali / menipu / membodohi” sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang terus-menerus “dibodohi”, lama-kelamaan bisa menjadi bodoh betulan, dan ini bisa berakibat fatal.

SLUTENA & Penyakit Autoimun

S LUTENA Membuat Sistem Kekebalan Tubuh Kita Menjadi Lebih Pintar

S LUTENA (SUPER LUTEIN) terbukti manjur bagi para penderita penyakit autoimun, karena S LUTENA dapat membantu tubuh mengatasi banyak masalah yang menyebabkan timbulnya penyakit autoimun, sekaligus memperbaiki sistem kekebalan tubuh itu sendiri. SLUTENA & Penyakit Autoimun

Selain memiliki kandungan nutrisi yang bersifat anti-radang / anti-infeksi, S LUTENA dapat membantu mengeluarkan racun / detoksifikasi racun dari dalam tubuh. S LUTENA juga dapat membantu mempercepat pemulihan dan regenerasi sel-sel tubuh yang sakit / mati. Dengan pemulihan kesehatan sel-sel tubuh, fungsi organ tubuh yang terganggu juga turut dipulihkan, sehingga metabolisme tubuh, sistem hormon, serta sistem kekebalan tubuh pun turut menjadi normal kembali. Jika obat penyakit autoimun “membodohi” sistem kekebalan tubuh, S LUTENA sebaliknya justru membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih pintar, sehingga dapat membedakan mana. SLUTENA & Penyakit Autoimun

Manfaat S.Lutena Secara Umum adalah :
•Detoksifikasi
•Memperbaiki, Mengaktifkan dan Memperbaharui Sel Tubuh
•Pembersih Darah
•Antioksidan
 
 
1. Anti Eyes Aging (mencegah penuaan pada mata)
2. Anti Brain Aging (mencegah penuaan pada otak)
3. Merupakan Anti Immunity Aging (mencegah menurunnya kekebalan tubuh)
4. Anti Skin Aging (mencegah penuaan kulit)
5. Anti Organ Aging (mencegah kerusakan organ ubuh)
6. Anti Metabolic Aging (mecegah kerusakan metabolisme tubuh) .

 

Itulah alasan utama mengapa S LUTENA yang walaupun bukan obat, namun terbukti dapat membantu pemulihan kesehatan para penderita penyakit autoimun.

Simak Pengalaman Mereka Yang Menderita Penyakit Autoimun

http://obatherbalalternatif.info/2019/01/suplemen-herbal-penderita-lupus.html

Post Update :
Date : Friday, September 20, 2019 - Jumat, 20 September 2019