Obat Herbal Central Serous Retinopathy ( CSR )

Obat Herbal Central Serous Retinopathy ( CSR )

Untuk  Sakit  Central Serous Retinopathy ( CSR ) bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

Central serous retinopathy ( CSR ) atau lebih dikenal dengan nama retinopati serosa sentral adalah suatu kelainan pada retina, tepatnya pada makula lutea, penyakit ini jarang ditemukan, bersifat unilateral, self limited desease dan ditandai oleh pelepasan serosa sensorik sebagai akibat dari kebocoran setempat cairan dari koriokapilaris melalui defek di epitel pigmen retina. Penyakit ini biasanya mengenai pria berusia muda sampai pertengahan dan mungkin berkaitan dengan kejadian-kejadian stress kehidupan.

Melalui peneletian retrospektif, Haimovici mendapatkan bahwa steroid sistemik dan kehamilan merupakan faktor sistemik yang berhubungan dengan pembentukan CSR. Faktor resiko lainnya adalah pemakaian antibiotik, konsumsi alkohol, hipertensi yang tidak terkontrol, dan penyakit saluran nafas alergik.

PATOFISIOLOGI

? Kebocoran (leakage) pada lapisan epitel pigmen diduga disebabkan oleh kelainan hormonal dan infeksi oleh virus. Lubang kebocoran ini merupakan suatu pintu masuk untuk mengalirnya cairan dari bawah lapisan epitel pigmen ke ruangan dibawah retina sehingga terjadi pengumpulan cairan dibawah retina. Pengumpulan cairan dibawah retina didaerah makula retina ini menyebabkan penglihatan penderita sangat terganggu.

? Baru sejak ditemukannya ICGA pada tahun 1993, patogenesis CSR telah diketahui dengan pasti. Kelainan ini disebabkan oleh abnormalitas sirkulasi koroid yang selanjutnya menyebabkan iskemia koroid, hiperpermeabilitas vascular koroid, RPE (retinal pigment epithelium) detachment, dan ablasio retina sensorik. Abnormalitas sirkulasi koroid ini dihubungkan dengan kondisi hiperkortisolisme seperti kehamilan, stress dan kepribadian tipe-A, sindrom Cushing, dan pemakaian glukokortikoid.

? Awalnya glukokortikoid merupakan obat pertama yang digunakan secara luas sebagai terapi CSR. Namun dengan beberapa penelitian didapatkan fakta bahwa glukokortikoid merupakan suatu faktor resiko yang bermakna dalam timbulnya CSR. Mekanisme patofisiologinya belum diketahui. Penjelasan yang diterima saat ini adalah pengaruh glukokortikoid terhadap sirkulasi koroid. Aliran darah koroid diketahui diatur oleh system simpatis dan secara antagonis dengan system parasimpatik untuk menghambat produksi nitric oxide synthase, suatu modulator vascular. Interaksi ini menyebabkan spasme pembuluh darah koroid dan iskemia koroid.

GEJALA KLINIS

· Dari anamnesis penderita mengeluh mata kabur untuk membaca dan melihat jauh, terutama jika melihat benda tampak lebih kecil atau lebih besar dari mata yang sehat, dan penderita akan melihat suatu bayangan gelap berbentuk bulat atau lonjong ditengah lapang pandangan (bercak hitam) . Tidak ada rasa sakit pada mata dan mata tidak merah serta tidak mengeluarkan air mata.

· Sebagian besar pasien datang dengan penglihatan kabur yang timbul mendadak, mikropsia, metamorfosia, dan scotoma sentralis dan gangguan adaptasi gelap. Ketajaman penglihatan sering hanya berkurang secara sedang dan dapat diperbaiki mendekati normal dengan koreksi hiperopik kecil .

· Dari penelitian, 75 % mengalami hipermetropisasi. Sebagian hipermetropisasi yang terjadi adalah hipermetropisasi ringan ( antara S+0.25 D dan S+1,00 D ). Fenomena ini sesuai dengan kondisi anatomi yang terjadi pada CSR, yaitu terangkatnya retina sensorik akibat penimbunan cairan serosa didalam ruang subretina. CSR juga menyerang individu yang mempunyai status refraksi emetropia atau hipermetropia, dan jarang sekali mengenai individu myopia. Hubungan antara kelainan refraksi dengan resiko terkena CR belum dapat dijelaskan.

DIAGNOSIS DAN PEMERIKSAAN

Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan:

  1. Visus: Penglihatan kabur, turun menjadi 6/9 sampai 6/12, dengan koreksi lensa positif akan lebih terang atau mendekati normal (hipermetrop)
  2. Pemeriksaan eksternal: Konjungtiva, kornea, iris, lensa tampak normal.
  3. Tekanan bola mata: Normal
  4. Indirect ophthalmoscopy: tampak ada penonjolan retina didaerah makula retina yang berbentuk bulat lonjong dengan batas yang jelas. Pada kasus yang jarang terjadi dimana CSR dapat menyebabkan gumpalan yang memisahkan lapisan retina, mengakibatkan peningkatan cairan subretina. Akan tampak cairan eksudat berwarna putih kekunin-kuningan.
  5. Slitlamp biomicroscopy: Adanya pelepasan serosa retina sensorik tanpa peradangan mata, neovaskularisasi mata, suatu lubang kecil optik, atau tumor koroid. Lesi epitel pigmen retina tampak sebagai bercak abu-abu kekuningan, bundar atau oval, kecil yang ukurannya bervariasi dan mungkin sulit dideteksi tanpa bantuan angiografi flouresens.
  6. Fundus Flourescein Angiografi ( FFA ): Meskipun pada sebagian kasus sudah terdiagnosa secara klinik, pemeriksaan flouresens ini sangat membantu dalam membedakannya dengan penyakit lain yang mirip. Pada CSR, terdapat gangguan pada barrier pembuluh darah retina yang menyebabkan molekul dari zat flouresens dapat masuk menuju ruang subretina. Akan tampak dua konfigurasi yang khas yaitu : Konfigurasi Cerobong Asap: Pada awal masuknya zat flouresens, akan tampak titik hiperflouresens yang kemudian akan menyebar secara vertical. Beberapa lama kemudian , cairan akan masuk menuju ruang subretina dan naik secara vertical seperti tumpukan asap pada cerobong asap mulai dari titik kebocorannya sampai bagian akhir dari pemisahan lapisan retina. Lama kelamaan zat flouresens tersebut akan berbentuk seperti jamur atau payung sampai semua daerah yang terpisah terpenuhi oleh cairan flouresens.
  7. Optical Coherence Tomography (OCT): OCT merupakan pemeriksan yang sangat akurat untuk mendiagnosa CSR, terutama bila pemisahan lapisan retina yang dangkal. Bahkan pada beberapa kasus dapat memperlihatkan titik kebocoran.

TERAPI

Medikamentosa

Karena CSR ini merupakan self limited desease, maka tanpa pengobatan pun akan sembuh sendiri. Obat yang diberikan pun hanya obat yang dapat mempercepat menutupnya lubang kebocoran dilapisan epitel pigmen. Obat yang diberikan adalah vitamin dalam dosis yang cukup ( 5 ).Penatalaksanaan CSR yang banyak dianut saat ini adalah observasi selama 3-4 bulan sambil menunggu resolusi spontan.Biasanya penyakit ini akan sembuh dalam waktu 8-12 minggu.

Asetazolamid sebagai terapi pertama kali dikemukakan oleh Pikkel pada tahun 2002. percobaan ini didasarkan pada fakta bahwa asetazolamid terbukti efektif untuk mengurangi edema makula yang disebabkan oleh tindakan operasi dan berbagai kelainan intraocular lainnya.penelitian pikkel ini membuktikan asetazolamid dapat memperpendek waktu resolusi klinis, tetapi tidak berdampak terhadap tajam penglihatan akhir dan rekurensi CSR .

Non medikamentosa

1. Jika penderita belum sembuh, maka dilakukan pengobatan dengan koagulasi sinar laser yang bertujuan untuk menutup lobang kebocoran dilapisan epitel pigmen. Keuntungan melakukan koagulasi ini adalah memperpendek perjalanan penyakit dan mengurangi kemungkinan kekambuhan tetapi tidak berpengaruh terhadap tajam penglihatan akhir .

2. Fotokoagulasi laser Argon yang diarahkan kebagian yang bocor akan secara bermakna mempersingkat durasi pelepasan retina sensorik dan mempercepat pemulihan penglihatan sentral, tetapi tidak terdapat bukti bahwa fotokoagulasi yang segera dilakukan akan menurunkan kemungkinan gangguan penglihatn permanent. Walaupun penyulit fotokoagulasi laser retina sedikit, terapi fotokoagulasi laser segera sebaiknya tidak dianjurkan untuk semua pasien CSR. Lama dan letak penyakit, keadaan mata yang lain, dan kebutuhan visual okupasional merupakan factor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memutuskan pengobatan.

3. Dalam menggunakan fotokagulasi laser, dilakukan dua sampai tiga kali penyinaran tepat di sisi yang bocor, dengan ukuran titik sinarnya adalah 200µm. dilakukan penyinaran selama 0,2 detik dan dengan intensitas yang ringan untuk menghindari kerusakan RPE yang lebih lanjut. Kontraindikasi pengobatan ini adalah bila sisi kebocorannya dekat dengan FAZ atau tepat di bagian FAZ

Indikasi fotokoagulasi laser adalah .:

  • CSR yang berulang
  • CSR sesudah 12 minggu belum membaik
  • visus penderita semakin terganggu dan penderita tidak bisa bekerja untuk melakukan pekerjaan yang penting.
  • timbulnya deficit visual permanent pada mata disebelahnya
  • munculnya tanda-tanda kronik seperti perubahan kistik pada retina sensorik atau abnormalitas RPE ( retina eigment epithelium ) yang luas.

PROGNOSIS

Sekitar 80 % mata dengan CSR mengalami resorpsi spontan cairan subretina dan pemulihan ketajaman penglihatan normal dalam 6 bulan setelah muncul gejala. Walau ketajaman penglihatan normal, banyak pasien mengalami defek penglihatan permanent,misalnya penurunan ketajaman kepekaan terhadap warna, mikropsia, dan skotoma relative. 20% – 30 % akan mengalami sekali atau lebih kekambuhan penyakit, dan pernah dilaporkan adanya penyulit termasuk neovaskularisasi subretina dan edema makula sistoid kronik pada pasien yang sering dan berkepanjangan mengalami pelepasan serosa.

Untuk  Central Serous Retinopathy ( CSR )bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.Lutena ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

Berikut Pengalaman Untuk   Gangguan Retina

Kesaksian Mr. Hayao Shimizu -Jepang:

“Harapan akan kesembuhan penglihatan yang sudah lama sirna, lambat laun pulih kembali ke keadaan semula”

Mr. Hayao Shimizu, 15 tahun menderita pigmentosa retinitis, secara bertahap jangkauan penglihatannya merosot. Suatu malam, benar-benar tidak bisa pergi keluar lagi… Kegelapan seolah tak berujung…

“Suatu hari, entah mengapa mendadak mata saya seperti rolling door yg ditutup, tidak dapat melihat apa2. Mengingatnya saja sudah sangat mengerikan bagi saya! Selama 15 tahun saya hidup di dalam ketakutan.

Mulanya dari kejadian 15 tahun yang lalu dalam sebuah kecelakaan mobil. Saat di tikungan saya hendak belok ke kiri, saya menyerempet seorang perempuan yang sedang bersepeda. Tetapi saya tidak melihat kalau ada dia. Oleh sbb itu saya melakukan pemeriksaan mata, barulah ketahuan bahwa saya mengalami “sindrom retinitis pigmentosa.”

Penyakit ini disebabkan oleh pengendapan pigmen mata yang abnormal pada retina. Retina adalah seperti lembaran kertas tipis dari lapisan transparan yang menutupi bola mata seperti layaknya film pada kamera. Yg dapat menyampaikan pesan berupa gambar atau cahaya yg tampak kepada otak sehingga kita dapat “melihat”. Jika retina ini rusak, maka kita tidak dapat melihat dgn jelas segala sesuatu yg ada di sekitar dan di tempat yg gelap, tapi tidak jelas apa penyebabnya. Sebagian pendapat mengatakan bahwa ini adalah penyakit keturunan, tapi karena di keluarga saya tidak ada seorang pun yg mengidap penyakit ini, maka saya yakin bahwa saya dapat disembuhkan.

Namun, ketika bangun pagi2 saya tidak dapat melihat cahaya, tempat yg gelap sangat gelap, lampu rumah jika tidak menyala, maka saya benar-benar tidak dapat melihat sama sekali. Hidup di dlm kekhawatiran dan ketakutan sepanjang hari, bahkan di malam hari pun tidak dapat tidur nyenyak.

Tak peduli ke Rumah Sakit manapun, jawaban yg saya peroleh sama saja: “Maaf, penyakit ini tidak dapat diobati, harap Anda pasrah saja.” Jadi tak peduli, entah itu akupunktur atau Qigong, agama … apa pun sdh saya coba, tapi tidak ada hasilnya.

Suatu saat ketika melihat artikel tentang SUPER LUTEIN (S LUTENA), ada kalimat: “Bermanfaat utk mata …” saya bergegas pergi menghadiri pertemuannya. Di tempat seminar saya minum 4 kapsul, hanya sekitar 30 menit kemudian, saya dapat merasakan bhw ruangan tampak menjadi lebih terang! “Wah! Produk ini sungguh berbeda lho!”

Setiap hari saya minum 3 kapsul, berturut-turut selama 2 bulan, namun sepertinya tidak ada perubahan yang berarti. Kemudian setelah konsumsi ditingkatkan dari 3 kapsul menjadi 6 kapsul, pada bulan ke-4, jangkauan pengelihatan saya mulai menjadi lebih luas. Untuk pertama kali dalam hidup saya berpikir: “Syukurlah saya tidak putus asa (pasrah saja)…” Semangat untuk segera pulih kembali bagaikan mendidih di dalam dada saya!

NB: Testimonial ini merupakan murni dari pengalaman pribadi dari orang-orang yang telah konsumsi super lutein/s.lutena dan super lutein mirtoplus. Testimonial ini juga bukan merupakan rujukan, anutan atau patokan yang digunakan untuk menentukan lama penyembuhan dari pengobatan baik itu digunakan sebagai suplemen/nutrisi kesehatan ataupun untuk pengobatan. Jadi apabila ada konsumen yang belum ada hasil seperti dalam testimoni ini bukan berarti SUPER LUTEIN, S.LUTENA atau SUPER LUTEIN MIRTOPLUS tidak manjur, itu merupakan proses dari perbaikan metabolisme tubuh dan perbaikan sel-sel rusak, dimana kondisi setiap orang berbeda, ada yang cepat dalam penyembuhan, ada pula yang lama.

Nutrisi Herbal Untuk Central Serous Retinopathy ( CSR )

Hal utama yang perlu diperhatikan Untuk mengobati Central Serous Retinopathy ( CSR )  adalah dengan memperhatikan nutrisi tubuh setiap hari, nutrisi tubuh tentunya kita dapat dari bahan makanan yang kita makan, makanan terbaik adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buahan dalam menu harian kita dan tentu saja untuk memaksimalkan nutrisi kita juga perlu suplemen alami. S.Lutena merupakan nutrisi herbal dari berbagai jenis buah dan sayuran yang benar-benar alami dan organik. Kandungan 100% herbal buah dan sayuran serta DHA ikan. S.Lutena/Super Lutein tidak hanya untuk   Central Serous Retinopathy ( CSR )   saja tetapi  juga untuk memperbaiki gangguan fungsi organ tubuh lainnya.

Fungsi utama S.Lutena adalah memperbaiki metabolisme tubuh dan mengoptimalkan fungsi seluruh organ tubuh agar berfungsi optimal dalam memperbaiki kerusakan sel/saraf pada setiap organ tubuh dan juga memperbaiki sistem imunitas tubuh.

Apa itu S.Lutena?

S.Lutena Nutrisi Herbal Untuk Central Serous Retinopathy ( CSR )

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.LUTENA ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

 
Manfaat S.Lutena Secara Umum adalah :
•Detoksifikasi
•Memperbaiki, Mengaktifkan dan Memperbaharui Sel Tubuh
•Pembersih Darah
•Antioksidan

Tiap botol S.Lutena berisi 100 kapsul.

Komposisi: refined fish oil (mengandung DHA), wheat germ oil, ektrak blackcurrant, ekstrak blueberry, gelatin, gliserin, beeswax ektrak, vitamin E, ektrak marigold (mengandung lutein dan zeaxanthin), lycopene tomat, carotene, gardenia, vitamin B1, B2, B6, B12. Obat Herbal Central Serous Retinopathy ( CSR )

Post Update :
Date : Tuesday, October 20, 2020 - Selasa, 20 Oktober 2020