Jun 04 2009

TESTOSTERONE

Published by sweetspe at 9:17 pm under sex |

Hormon ini bertanggung jawab terhadap ciri seksual pria. Testosteronlah yang menyebabkan otot pria besar, rambut tumbuh di banyak tempat, sekaligus menyebabkan otaknya selalu diisi oleh pikiran tentang seks. Rata-rata kadar hormone testosteron di dalam tubuh laki-laki sekitar 50 kali lipat lebih tinggi daripada kadar di tubuh perempuan. Itu sebabnya laki-laki jauh lebih terobsesi terhadap seksual daripada perempuan.Selain berkaitan dengan urusan seks, testoteron juga menentukan kualitas kesehatan pria secara umum. Jika seorang pria kekurangan testoteron, ia akan mengalami sekumpulan gejala yang dikenal sebagai testosterone deficiency syndrome (TDS).Testoteron yang rendah membuat otot pria menjadi kecil sementara perutnya menjadi gendut. Jadi, perut gendut bukan hanya perkara banyak makan, tetapi mungkin saja disebabkan karena masalah hormone laki-laki ini. Kalau pasien sudah diobati macam-macam, kolesterolnya tidak turun-turun juga, ada kemungkinan dia menderita kekurangan testosteron. Rendahnya testoteron juga bisa menyebabkan kepadatan mineral tulang menurun. Kondisi ini biasa disebut osteoporosis. Jadi, osteoporosis bukan hanya perkara kalsium. Jika seorang pria kekurangan hormone testoteron, tulangnya bisa saja keropos meskipun ia cukup mengkonsumsi kalsium. Tak hanya itu, testoteron juga berkaitan dengan suasana hati (mood). Kadar testoteron yang rendah bisa menyebabkan seorang pria gampang kesal dan cepat marah. Jadi, jika seorang pria berubah menjadi gampang marah padahal sebelumnya tidak mungkin saja itu karena ia mengalami penurunan kadar testoteron. Defisiensi testoteron juga menyebabkan pria menjadi tidak bergairah, termasuk dalam urusan seksual. Saat ereksipun, kualitas ereksinya tidak memuaskan. Berdasarkan tingkat kekerasan penis, ereksi dibagi menjadi empat tingkatan : mulai dari kelas tape (paling lembek), pisang rebus, sosis, dan timun (paling keras). Semakin rendah kadar testoteron seseorang semakin lembek penisnya saat ereksi. Makin lembek penis saat ereksi, tentu tingkat kepuasaan seksualnya juga makin rendah. Dari banyak gejala di atas, kita bisa melihat bahwa urusan testoteron ternyata kompleks. Jauh lebih kompleks daripada sekedar seks. Mkanya tidak salah kalau dokter selalu mengatakan kesehatan seksual adalah cerminan kesehatan pribadi secara keseluruhan. Jika seseorang mengalami gangguan seksual, sangat mungkin itu merupakan petunjuk bahwa ia mengalami gangguan kesehatan sistemik di tubuhnya. Misalnya, gejala-gejala di atas bisa saja disebabkan oleh faktor-faktor lain, bukan hanya masalah testoteron. Lalu bagaiman cara dokter memastikan bahwa gangguan-gangguan di atas memang disebabkan oleg defisiensi testoteron? Pada tahap awal, pasien diberi serangkaian pertanyaan seperti pada pemeriksaan andropause. Adapun beberapa pertanyaan yang bisa memungkinkan bahwa pasien itu mengalami defisiensi testoteron adalah : 1. Apakah libido atau dorongan seksual anda menurun akhir-akhir ini? 2. Apakah anda merasa lemas dan kurang bertenaga? 3. Apakah daya tahan tubuh dan kekuatan fisik anda menurun? 4. Apakah tinggi badan anda menurun? 5. Apakah anda merasa kenikmatan hidup menurun? 6. Apakah anda gampang kesal atau cepat marah? 7. Apakah ereksi anda kurang kuat (keras)? 8. Apakah anda mengalami penurunan kemampuan dalam berolahraga? 9. Apakah anda sering mengantuk dan tertidur sesudah makan malam? 10. Apakah anda mengalami penurunan prestasi kerja? Bila pertanyaan 1 dan 7 dijawab ya, pasien punya kemungkinan mengalami problem testoteron. Begitu pula jika tiga pertanyaan di atas (nomor mana saja) dijawab ya, itu juga indikasi dokter perlu pemeriksaan kadar testoteron pasien. Makin banyak jawaban ya, makin besar kemungkinan pasien mengalami sindrom kekurangan testoteron. Jika dari hasil pemeriksaan laboratorium terbukti kadar testoteron pasien rendah, itu berarti tidak diragukan lagi bahwa gejala-gejala di atas memang disebabkan oleh defisiensi testoteron. Testoteron dianggap rendah jika kadarnya di pagi hari lebih kecil dari 12 nmol atau 346 ng/dl. Ini batas normal testoteron. Mengapa harus diukur pagi hari? Pasalnya kadar testoteron ini mengikuti siklus sirkadian. Pada tengah malam, kadar hormone ini melonjak naik lalu akan turun secara bertahap. Jika diukur pada sore hari, kadarnya pasti akan rendah. Jika dari pemeriksaan laboratorium itu terbukti pasien mengalami defisiensi testoteron, dokter bisa memberikan terapi pemberian testoteron. Obat hormonal ini tersedia dalam beberapa sediaan mulai dari bentuk kapsul untuk diminum, larutan injeksi untuk disuntikan sampai bentuk jel untuk dioleskan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Pertama, penyebab primer yaitu jika pabriknya (testis) mengalami gangguan. Ini missalnya terjadi pada testis yang kena tumor atau gangguan bawaan, rusak karena trauma atau sebab-sebab yang lain. Penyebab bisa juga faktor sekunder. Yang bermasalah bukan pabriknya, tapi hormon-hormon lain yang berkaitan dengan fungsi testos. Bisa juga penyebabnya karena proses penuaan atau kurangnya enzim-enzim yang diperlukan untuk pembentukan testoteron. Terapi yang akan diberikan oleh dokter akan disesuaikan dengan penyebabnya. Terapi etstoteron ini pun bukan lini pertama pada pasien disfungsi ereksi (DE). Jika pasien datang dengan keluhan DE, dokter lebih dulu memeriksa penyakit-penyakit lain yang menjadi penyebab DE, misalnya diabetes, darah tinggi, kolesterol, dan lemak darah tinggi serta sters psikis. Terapi ini harus dilakukan secara hati-hati. Dokter hanya akan memberikannya jika memang pasien terindikasi perlu mendapat testoteron. Itu pun setelah memepertimbangkan banyak faktor. Dokter haya boleh memberi pasien testoteron sampai kadarnya normal. Tidak boleh lebih dari itu.

TESTOTERON BEBASDi dalam tubuh, testoteron berada dalam tiga betuk : bebas, terikat albumin, dan terikat globulin. Albumin dan globulin adalah jenis protein. Dari ketiga jenis ini, yang berguna adalah dalam bentuk bebas dan bentuk yang terikat albumin. Ikatan tetsoteron dengan albumin tidak begitu kuat sehingga testoteron mudah lepas menjadi bebas. Testoteron bentuk bebas ini kemudian menyebabkan berbagai efek fisiologis, termasuk meningkatkan gairah seksual dan membuat ereksi sekeras timun.Adapun testoteron yang terikat dengan globulin tidak memberikan efek fisiologis karena ikatannya cukup kuat sehingga testoteron sulit lepas menjadi testoteron bebas. Testoteron jenis terikat ini hanya akan “berjalan-jalan” di dalam tubuh kita tapi tidak membuat pria menjadi jantan. Pada orang lanjut usia, mungkin saja kadar testoteron total berada dalam rentan normal. Namu jika testoteron bebasnya rendah, ia bisa saja mengalami gejala kekurangan testoteron. Ini sebabnya, yang lebih penting untuk diketahui adalah testoteron bebasnya, bukan testoteron total. Ini perlu diketahui jika pasien menjalani pemeriksaan testoteron. MAKIN JELEK BENTUNYA MAKIN BAGUS PRODUKSINYA Testoteron sebagian besar diproduksi oleh buah pelir alias testis. Buah pelir ini dilindungi oleh lapisan skrotum (kantung pelir) yang permukaannya berkerut-kerut. Kerutan ini fungsinya untuk mengatur suhu testis. Pabrik testoteron ini berfungsi optimal jika suhu di bawah suhu tubuh. Jika terlalu panas, kerutan ini akan melonggarkan diri sehingga kantung pelir menggantung. Dengan cara itu, testis mengalami pendinginan, jika suhu terlalu dingin, kantung akan mengeras ke atas sehingga testis tetap hangat. Tinggi rendahnya produksi testoteron pada seorang pria secara sederhana bisa dilihat dari tampilan fisik kantung skrotum. Produksi testoteron makin tinggi jika skrotum makin nggilani (menjijikkan), punya banyak kerutan. Begitu pula, kantung skrotum yang ulitnya berpigmen (berwarna gelap) biasanya produksinya lebih tinggi daripada skrotum yang warnanya sama dengan warna kulit perut.

Share This Post

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Search

Improve the web with Nofollow Reciprocity.