Dec 25 2009

SEKSUAL HEALING SALING MEMBAHAGIAKAN ITU MENYEHATKAN

Published by sweetspe at 12:00 am under health,sex |

Penelitian menunjukkan bahwa banyak gangguan kesehatan wanita seperti migraine, PMS (syndrome pra haid), gejala menopause, radanga sendi, depresi, hingga munculnya tanda-tanda alergi dipicu oleh hubungan intim antar pasangan suami istri yang kurang memuaskan. Bagaimana cara menyembuhkannya?

SEXUAL HEALING. Inilah cara penyembuhan yang akan popular di waktu mendatang. Di tengah derap kehidupan modern yang makin seperti ‘robot’, padat dans erba tergesa-gesa, banyak sisi hubungan antar manusia yang kehilangan emosi, termasuk pola hubungan suami istri. Hubungan seks dilakukan hanya sebagai kewajiban pemenuhan kebutuhan semata, dengan target tercapainya ejakulasi. Pasangan tak sempat lagi berkreasi menciptakan cara-cara efektif berhubungan yang bisa saling melimpahkan kasih sayang, menenangkan dan membahagiakan.

Dari alergi hingga bercerai. Seorang pasien laki-laki dikirim untuk berobat kepada hipnoterapis di Jakarta. Keluhannya, gatal-gatal dan melepuh di sekitar pangkal paha, setiap kali habis berhubungan dengan istri. Dia sudah 3 tahun berobat pada ahli penyakit kulit tapi belum sembuh. Melihat ada gangguan psikis, dokter ahli kulit mengirim si pasien ke pada praktisi hipnoterapi, Purnawan E.A. “Ternyata dia tergolong yang berpandangan ‘kolot’, melihat seks sebagai hal yang tabu. Seks bukan untuk dinikmati tetapi sebuah kewajiban untuk mendapatkan keturunan. Pandangan sang istri tak jauh beda”, ucap hipnoterapis menggambarkan salah satu problem seksual yang kini makin banyak ditanganinya.

Dorongan seksual adalah energy yang jika ditekan akan memberontak, salah satu bentuknya adalah mengusik kulit di sekitar pangkal paha. Mungkin saja benar-benar ada bakteri atau jamur di situ tetapi peran kuman ini memang diberi keleluasaan oleh tubuh. Sementara tubuh selalu ‘dikomando’ oleh pikiran. Setelah pasien disadarkan mengenai kehidupan seksnya, akhirnya problem sekitar paha ini sembuh.

Dokter Jusni I. Solichin, Sp. K.J, seorang dokter ahli psikoterapi di Jakarta, menceritakan salah satu kasus yang dialami pasiennya. Pasangan yang sudah menikah 8 tahun namun belum berhasil melakukan hubungan seksual (penetrasi). Pemeriksaan yang seksama menunjukkan bahwa sang istri mempunyai trauma masa kecil yang memicu terjadinya vaginismus (kontraksi otot vagina, sehingga menutup erat) saat melakukan hubungan seks. Trauma ini terjadi saat terjadi saat berusia 5,5 tahun, ia mengalami pelecehan seksual (sexual abuse). Setelah masalah utamanya diatasi, pasangan ini berhasil menjalankan hubungan suami-istri secara normal.

Seorang istri yang sudah menikah selama 24 tahun, setelah 2 anaknya lulus perguruan tinggi memutuskan mengajukan gugatan berpisah dari suaminya. Si istri mengaku selama 24 tahun menikah belum pernah merasakan orgasme saat berhubungan seksual. Dia menyatakan selama ini hanya bertugas ‘melayani’ sang suami. Itu kasus yang diceritakan dr H. Bambang Sukamto, konsultan seks di Klinik On, Jakarta Pusat.

Demikianlah gambaran kurang harmonisnya pasangan yang dipicu oleh gangguan seksual. Menurut dr. Bambang, ternyata gangguan seks pada wanita jauh lebih banyak terjadi dibandingkan pada laki-laki (laki-laki 22%, sedang wanita 55%).

Ibaratnya fenomena gunung es, yang tampak hanya bagian puncak, padahal problem yang sebenarnya jauh lebih mendalam, tertimbun oleh budaya dan mitos-mitos yang menabukan seksualitas. Korbanya, siapa lagi kalau bukan wanita!

Seksualitas bukan sekedar berhubungan seks
Seksualitas bukanlah sekedar hubungan seks. Walter Last, seorang penulis masalah seksualitas, menjelaskan bahwa sexual healing melibatkan perasaan dan emosi sepanjang usia. Saat janin masih dalam kandungan, seksualitas bisa diartikan sebagai perasaan aman, detak jantung yang sinergi dengan jantung sang ibu, riak halus air ketuban yang menjadi bantal tidurnya serta perasaan nyaman bisa menghirup jempolnya sendiri.
Ketika bayi telah lahir, tergolek nyaman dan terhindar dari cahaya, sentuhan yang halus dan menyusu pada ibunya merupakan aspek seksualitas. Dengan bertambahnya umur, anak-anak mengenal lebih jauh organ seksnya dan mencoba berbagai hal untuk mendapatkan berbagai sensasi saat berinteraksi dengan sekelilingnya.
Melangkah ke usia pubertas, seksualitas seolah ‘merekah’ menebar energy ke sekitarnya. Kebangkitan perasaan yang memerlukan sambutan.
Pada tingkat yang lebih dewasa, hubungan antar lawan jenis bertahan dalam waktu yang relative lama. Pada tahap inilah dibutuhkan panduan, arahan untuk menjinakkan ‘erotic love’ yang bisa menjadi tak terkendali. Erotisme hanya berdasarkan atraksi seksual semata, sedangkan cinta yang matang berdasarkan pada kkomunikasi spiritual.

Sesual healing dan sex therapy, apa bedanya?
Janti Atmodjo, MBA, PhD, seorang life science counselor yang berpraktik di Sanjiwani, Holistic Therapheutic Health Care di Jakarta Pusat, mengatakan,”Saya percaya teori Einstein bahwa sesuatu adalah energy, termasuk energy utama dalam tubuh yang mampu ‘menyemai’ benih manusia, dari ‘telur’ sehingga menjadi manusia yang lengkap dengan fisik, emosi dan mental serta spiritual. Jadi, seks sebagai core kehidupan mempunyai aspek itu semua: fisik, emosi, mental dan spiritual. Seks tidak mungkin dilihat hanya sisi mental saja. Seks yang baik atau buruk akan berpengaruh kepada keseluruhan aspek kehidupan..”
Dalam kehidupan sehari-hari, menurut penjelasan Janti, banyak ditemukan kasus mereka yang menderita penyakit fisik (terutama kalangan wanita) seperti migraine, alergi, gangguan sendi, gangguan lambung disebabkan sering depresi karena seks yang tidak memuaskan. Gangguan-gangguan ini bisa disembuhkan jika mereka sudah bisa mempunyai aktivitas seks yang menyenangkan.
Masih banyak masyarakat kita yang beranggapan seks itu sesuatu yang kotor dan tabu. Padahal kita (laki-laki maupun wanita) seharusnya bisa menikmati seks tepat pada porsinya, tidak dalam bentuk abuse atau pelecehan, tetapi dinikmati tepat sesuai karunia Tuhan. Ini seharusnya kita junjung tinggi dan kita nikmati. Begitulah sexual healing, seks yang mampu menyembuhkan.

Yang membedakan sexual healing dengan hubungan seks semata, adalah seks yang dilandasi:
a. Kesempatan bersama. Hubungan seks didasari ikatan batin dan keinginan untuk saling membahagiakan. Dalam budaya kita ikatan ini dikokohkan dalam ikatan lembaga perkawinan yang memerlukan waktu yang relative lama.
b. Saling Memperhatikan. Ikatan batin tidak hanya ada di tempat tidur, tetapi kepedulian satu sama lainnya dalam segala aspek kehidupan sehari-hari, meski hanya senyuman, sentuhan, perhatian, hadiah dan bentuk simpati lainnya.
c. Saling Percaya. Tidak ada hal-hal yang perlu ditutup dan disembunyikan. Seks yang menyembuhkan adalah yang mampu meruntuhkan ego masing-masing, antar pasangan tidak ada lagi saling persepsi, masing-masing menerima partner dalam keadaan apa adanya.

search terms :

GANGGUAN-GANGGUAN SEKSUAL,Purnawan EA,kehidupan yang membahagiakan,women seksual,Membahagiakan suami saat MP,membahagiakan orgasm istri,membahagiakan laki-laki,kewajiban istri melakukan seks,janti atmodjo,ikatan batin setelah melakukan hubungan suami istri,menyehatkan penyakit kulit,Pangkal paha gatal melepuh,sex therapist dijakarta,sex sesual,sex education pasien pasca serangan jantung,seks yg membahagiakan pria,seks yang membahagiakan,seks menyehatkan,sanjiwani holistc,purnawan ea praktisi hipnoterapi,Hubungan seks yang menyehatkan,Hubungan fase menopause terhadap gangguan persendian,Cara membahagiakan istri saat berhubungan intim,cara - cara melakukan atraksi seksual,berobat vaginismus,Bambang Sukamto dokter ahli sex,Bagaimana cara membahagiakan wanita dalam seksual,bagaimana cara membahagiakan pria saat berhubungan intim?,atraksi seksual,atraksi seks,cara membahagiakan laki laki saat melakukan sex,cara membahagiakan wanita saat melakukan hubungan seks,hipnoterapi seks dokter jakarta,hipnoterapi seks,energi reconnective healing,dokter kandungan laki laki pelecehan,dokter ahli penyakit eroit,cara saling membahagiakan pasangan,cara meruntuhkan ego,cara menyehatkan kulit paha,apakah sex bisa menyehatkan Share This Post

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Search

Improve the web with Nofollow Reciprocity.