Dec 28 2009
SEJAK DULU WANITA DIJAJAH PRIA?
Dibanding pria, wanita lebih tidak beruntung dalam hal “manajemen” energy seksual. Wanita memiliki organ seksual yang lebih kompleks dari pada kaum lelaki, memiliki fungsi yang lebih canggih karena bisa hamil, tetapi ilmu pengetahuan tentang seksualitas wanita sangat tertinggal.
Sejak jaman Hypocartes sampai pertengahan abad 20, semua otoritas mengenai seksualitas dipegang oleh kaum pria. Wanita hanya dijadikan pelengkap kehidupan pria, oleh karena itu seolah-olah tidak memiliki hak untuk menyalurkan dorongan seksual yang dimilikinya.
Akibatnya memang “teori seksualitas” wanita jadi bias dan wanita pun jadi “terbiasa” untuk tidak menyembuhkan diri ketika mengalami problem kesehatan yang seharusnya bisa diatasi dengan “seksual healing”. Problem kesehatan seperti resah, tertekan, kehilangan selera makan, insomnia, pening, badan lemah, berat badan tak terkendali, sakit perut, sakit lambung, tulang nyeri, migraine, dll dan semua penyakit yang dokter atau tabib tidak tahu digolongkan sebagai hysteria.
Mengobati “Histeria”
Histeria ini sudah “diproklamirkan” sebagai penyakit wanita yang tidak perlu diobati sejak abad 5 sebelum masehi, wanita harus menerimanya sebagai kodrat. Hysteria ini ada karena wanita ada. Laki-laki saat ini memegang peranan dalam semua kehidupan merasa sudah tidak perlu lagi mencari penyebabnya, itulah sebabnya “hysteria” ini bisa bercokol begitu lama.
Baru pada abad 16, seorang tabub bernama Gabriel Fallopius, menemukan keberadaan clitoris pada organ vital wanita, tetapi sama sekali tidak mengetahui fungsinya. Anehnya tidak juga ada yang menanyakan pada wanita. Maka baru abad 18, ditemukan fungsi clitoris yakni untuk melepaskan Hysteria. Tetapi para ahli pria ini tetap saja berkutat dengan penafsiarannya sendiri dan wanita pun tetap bungkam seribu bahasa. Yang penting sekarang hysteria dapat diobati.
Pada abad 18 ini mulai dikembangkan berbagai alat untuk mengobati hysteria. Banyak wanita kalangan atas yang mampu mengobati hysterianya. Pada saat itu para dokter menggunakan pemijatan dan penggetaran sampai pasien mengalami “titik pelepasan’ yang sekarang disebut sebagai “orgasme’.
pada tahun 1869 George Taylor berhasil membuat ranjang penggetar untuk penyembuhan hysteria yang menggunakan tenaga uap. Para dokter bisa memberi terapi pada beberapa orang sekaligus dalam waktu yang sama. Teknologi pun makin berkembang, alat penggetar ini makin canggih, makin kecil ukurannya. Tidak perlu lagi bentuk ranjang yang mahal, bisa dalam bentuk portable karena cukup dengan tenaga baterai. Perangkat yang handy ini sekarang disebut vibrator.
Sampai tahun 1920 alat ini masih diiklankan sebagai alat rumah tangga bersama penghisap debu, alat masak dan lain-lain dan direkomendasikan oleh dokter sebagai alat untuk melepaskan gangguan hysteria.
Pengetahuan Wanita Jauh Tertinggal
Pendapat ini menjadikan wanita tetap tidak dapat memahami seksualitasnya sendiri. Lebih selaka lagi, pada tahun 30an, industry pornografi mulai menggunakan vibrator sebagai “sexy toys”. Maka sejak saat itu vibrator pun di jauhi para wanita, dianggap sebagai alat mesum dan dosa. Pengetahuan mengenai seksualitas wanita jalan di tempat, bahkan mundur karena seksualitas wanita lalu harus tunduk pada imajinasi kaum pria. Lebih parah lagi imajinasi itu hanya berkembang melalui kebrutalan film biru (blue film).
Beruntung, Kinsey, walaupun seorang pria, menerbitkan penelitiannya yang didasarkan pada wawancara dengan para wanita. Pengetahuan mengenai seksualitas wanita mulai memasuki arah yang benar. Kini wanita berbicara tentang seksualitasnya sendiri. Sejak tahun 50an, mulai bermunculan ilmuwan wanita. Kini seksualitas wanita tidak lagi dalam bayang-bayang kaum pria, tetapi dikembangkan dan diteliti oleh para wanita seperti: Margaret Mead, Virginia Masters, Racheal Maines, Sherley Hite, dll, bahu membahu dengan ilmuwan pria.
search terms :
fungsi clitoris,wanita dijajah pria sejak dulu,wanita dijajah pria,sexualitas wanita,terapi histeria,sexualitas pria,teori tentang wanita dengan kangker servic,alat penghisap susu wanita,wanita abad 18,wanita dari dulu dijajah pria,seksualitas pria wanita dahulu dan sekarang,peran laki laki di jaman dahulu,artikel penyakit histeria,cache:qiP_yVwmoCAJ:sweetspearls com/sex/sejak-dulu-wanita-dijajah-pria/ sexualitas pria,dokter laki laki memegang vagina,film sex laki - laki perempuan,fungsi dari clirotis wanita,hysteria pada perempuan,laki-laki terlalu mesum wanita lesbi,organ sek pria wanita,wanta dijajah pria





