May 05 2010

MANFAAT PAPRIKA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SPERMA LEBIH AGRESIF

Published by sweetspe at 2:07 pm under health,sex |

paprika MANFAAT PAPRIKA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SPERMA LEBIH AGRESIFPaprika merupakan salah satu bahan sayuran atau bumbu masak yang ternyata kaya akan vitamin C, bahkan kandungannya lebih tinggi dari jeruk. Paparika juga banyak mengandung zat gizi dan dapat mencegah kanker, penyakit jantung koroner (PJK), stroke, diabetes melitus, dan mampu meningkatkan kualitas sperma.


Paprika (Capsicum annuum) sayuran sejenis cabai yang berasa manis dan sedikit pedas. Dibandingkan cabai lain, paprika termasuk istimewa karena mengandung gizi yang sangat tinggi, terutama vitamin C. Kandungan vitamin C pada paprika jauh lebih tinggi daripada jeruk yang selama ini dikenal sebagai sumber vitamin C.


Setiap 100 gram paprika merah mengandung 190 mg vitamin C, tertinggi di antara jenis paprika lainnya. Sebaliknya, 100 gram jeruk hanya mengandung 30-50 mg vitamin C. Vitamin C dikenal sebagai senyawa yang dibutuhkan tubuh dalam berbagai proses penting, mulai dari pembuatan kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat pada tulang), pengangkut lemak, pengangkut elekton dari berbagai reaksi enzimatik, pemacu gusi yang sehat, pengatur tingkat kolesterol, serta pemacu imunitas.


Selain itu, vitamin C sangat diperlukan tubuh untuk penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi otak agar dapat bekerja maksimal. Kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 75 mg per hari untuk wanita dewasa dan 90 mg per hari untuk pria dewasa. Batas maksimum konsumsi vitamin C adalah 1.000 mg per hari.


Selain kaya vitamin C. paprika juga kaya akan vitamin A dan betakaroten. Pada paprika merah mengandung 3.131 IU vitamin A, tertinggi dibandingakan jenis paprika lainnya. Vitamin A sangat diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit mata, pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, reproduksi, serta menjaga kesehatan kulit.


Betakaroten adalah jenis antioksidan yang dapat berperan penting dalam mengurangi konsentrasi radikal peroksil. Kemampuan betakaroten bekerja sebagai antioksidan berasal dari kesanggupannya menstabilkan radikal berinti karbon. Karena betakaroten efektif pada konsentrasi rendah oksigen, betakaroten dapat melengkapi sifat antioksidan vitamin E yang efektif pada konsentrasi tinggi oksigen.


Betakaroten juga dikenal sebagai unsur pencegah kanker, khususnya kanker kulit dan paru. Beta karoten dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker.


Menurut The George Mateljan Foundation (2006) kandungan vitamin B6 pada paprika termasuk kategori excellent. Hal itu disebabkan paprika mengandung vitamin B6 dengan tingkat densitas tinggi. Vitamin B6 penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah. Sebagian besar kandungan betakaroten paprika terkonsentrasi pada bagian di dekat kulit. Sama seperti sayuran lainnya, semakin tua warna paprika, betakaroten di dalamnya semakin banyak.


Sebagai Senyawa Antikanker


Kandungan vitamin B6 dan asam folat pada paprika sangat baik untuk mencegah aterosklerosis dan penyakit diabetes. Kandungan dari kedua vitamin tersebut sangat diperlukan tubuh untuk mereduksi kadar homosistein. Homosistein dihasilkan dari siklus metilasi di dalam tubuh. Homosistein sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat mengganggu sirkulasi darah dan memicu penyakit mematikan seperti jantung dan stroke. Paprika juga kaya akan serat (dietary fiber) yang akan membantu menekan angka kolesterol di dalam tubuh dan mencegah terjadinya kanker kolon.


Pada paprika merah, terdapat likopen yang cukup tinggi. Likopen merupakan pigmen karotenoid yang membawa warna merah. Pigmen ini termasuk ke dalam golongan senyawa fitokimia yang mudah ditemui pada buah-buahan yang berwarna merah seperti paprika. Likopen dikenal dengan berbagai manfaat seperti antikanker.


Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Yale pada 473 orang pria menemukan fakta bahwa pria yang bebas kanker prostat memiliki lebih banyak likopen dalam darahnya dibanding mereka yang sakit. Penelitian yang sama juga pernah dilakukan oleh Universitas Harvard pada tahun 2002, membuktikan bahwa laki-laki yang mengonsumsi likopen dalam jumlah banyak memiliki risiko penyakit kanker lebih rendah, khususnya kanker prostat.Selain kanker prostat, konsumsi likopen juga dapat mereduksi berbagai jenis kanker lain. Sebuah studi di Iran seperti yang dilaporkan oleh Cook et al (1979) menunjukkan bahwa konsumsi likopen dapat mereduksi 39 persen kanker esofagal pada laki-laki.


De Vet HC et al (1991) melaporkan bahwa wanita yang mengonsumsi tomat minimal tiga buah dalam seminggu memiliki risiko terkena kanker tulang tengkuk 40 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsinya. Helzlsouer et al (1996) melaporkan bahwa konsumsi likopen dapat mereduksi 7,4 persen risiko kanker rahim.


Likopen juga dilaporkan dapat mengatasi kanker lambung yang disebabkan infeksi Helicobacter pylori. Kehadiran likopen sangat bermanfaat untuk menghmbat oksidasi yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Menurut Atanasova (1997), likopen juga dapat menghambat pembentukan N-nitrosamins yang dapat menyebabkan kanker perut.


Paprika juga merupakan antioksidan yang baik. Giovannucci (1999) melaporkan struktur likopen sangat berpotensial sebagai antioksidan. Tidak adanya struktur ring betaione menyebabkan likopen mempunyai aktivitas antoksidan yang sangat baik. Struktur stereokimia pada likopen berbeda dengan jenis karoteniod lainnya. Struktur likopen tidak dapat dikonversi menjadi vitamin A dan diketahui lebih efisien dalam menangkap radikal bebas dibandingkan karotenoid lain.


Likopen juga diketahui mempunyai aktivitas antioksidan dua kali lebih kuat daripada betakaroten dan sepuluh kali lipat lebih kuat daripada vitamin E. Jadi, reaksi likopen sebagai antioksidan di dalam tubuh lebih baik daripada vitamin A, C, E, maupun mineral lain.


Paprika Dapat Meningkatkan Produksi Sperma


Konsumsi likopen yang terkandung pada paprika merah diyakini dapat meningkatkan kualitas seksual. Likopen diyakini dapat meningkatkan jumlah sperma, memperbaiki struktur sperma, dan meningkatkan agresivitasnya.


Dari sebuah penelitian yang dilakukan di India terhadap 30 pasangan tidak subur membuktikan bahwa konsumsi likopen sebanyak 20 mg selama 3 bulan terus-menerus dapat meningkatkan jumlah sperma sebanyak 67 persen, memperbaiki struktur sperma sebanyak 63 persen, dan menaikkan kecepatan sperma sebanyak 73 persen.


Sedangkan menurut All India Institute of Science New Delhi (2002), likopen merupakan salah satu dari 650 jenis karotenoid yang secara normal terdapat dalam konsentrasi tinggi pada testis. Jika konsentrasi likopen rendah, pria akan mudah mengalami ketidaksuburan. Likopen pada paprika merah dapat mempertahankan fungsi mental dan fisik para lansia. Setelah masuk ke dalam aliran darah, likopen akan menangkap radikal bebas pada sel-sel tua dan memperbaiki sel-sel yang telah mengalami kerusakan.

Cara Mengolah, Memilih, dan Menyimpan Paprika yang Baik

Pengolahan paprika hendaknya dilakukan dengan benar agar tidak mengurangi nilai gizinya. Agar kadar vitamin C tak cepat menguap, sebaiknya paprika dimasukkan ke dalam masakan pada akhir proses memasak atau dicampur dengan salad.

Dalam penyimpanan paprika hendaknya dilakukan secara tepat. Karena kandungan vitamin C bisa berkurang, bahkan hilang, jika paprika yang telah terbelah dibiarkan lama terkena udara. Adapun kiat menyimpan paprika yang baik menurut Irna (2005), adalah sebagai berikut:

  • Pilih paprika yang kulitnya masih licin, berkilat, dan tidak kusam.
  • Pilih paprika yang keras untuk memastikan bahwa kualitasnya masih bagus dan baru.
  • Jika dibeli dalam keadaan terbungkus plastik, segera buka kemasannya agar tidak lembab.
  • Simpan paprika dalam kantong plastik yang telah dilubangi sebelum dimasukkan ke dalam kulkas, sehingga tahan untuk jangka waktu lama.
  • Paprika jangan dibiarkan dalam keadaan terbelah jika tidak akan langsung dimakan karena vitamin C yang terkandung di dalamnya bisa berkurang/hilang. (sumber Kompas – Teknologi pangan ITB).

search terms :

meningkatkan kualitas sperma,manfaat paprika,memperbaiki kualitas sperma,manfaat agresivitas,kegunaan sperma laki-laki bagi wanita,meningkatkan sel sperma,Fitamin yang sangat berperan dalam meningkatkan Fungsi sex,Penyimpanan paprika hendaknya dilakukan secara tepat Kandungan vitamin C bisa berkurang bahkan hilang jika paprika yang telah terbelah dibiarkan lama terkena udara Menurut Irna (2005),manfaat paprika untuk anak anak,manfaat paprika merah,vitamin yang dapat membantu supaya kualitas sperma bagus,upaya meningkatkan kwalitas sex,manfaat paprika bagi kesehatan,meningkatkan agresif pada ikan,meningkatkan aktivitas sperma,meningkatkan kualitas seks,penelitian tentang paprika,manfaat sperma laki-laki,meningkatkan kualitas sperma laki,MENAMBAH KECEPATAN SPERMA,menaikkan kualitas sperma,manfaat stereokimia,menaikkan jumlah sperma,manfaat sperma untuk dimakan pada pria,manfaat yang terkandung pada sperma,manfaat vitamin E untuk sperma,manfaat vitamin c untuk sperma,manfaat vitamin c bagi sperma,struktur paprika,manfaat sperma bagi kulit pria,meningkatkan kualitas sperma protein,sperma women,sperma women sex,sperma yang terkena udara,sprema wowen sex,struktur kimia radikal bebas pada spermatozoa,vitamin untuk memperbaiki kualitas sperma,vitamin untuk meningkatkan kualitas sperma,women agresif,sperma kualitas bagus,sperma berwarna merah,sayuran MENINGKATKAN SPERMA,meningkatkan sperma pada laki-laki,nilai gizi paprika merah,nutrisi untuk meningkatkan kualitas sperma,paprika dan kandungannya,paprika kadar air,paprika manfaat,pengolahan paprika,penyimpanan dan kerusakan paprika Share This Post

One response so far

One Response to “MANFAAT PAPRIKA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SPERMA LEBIH AGRESIF”

  1. 1web-service.comon 05 May 2010 at 2:28 pm

    Women Health » Blog Archive » MANFAAT PAPRIKA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SPERMA LEBIH AGRESIF…

    Paprika merupakan salah satu bahan sayuran atau bumbu masak yang ternyata kaya akan vitamin C, bahkan kandungannya lebih tinggi dari jeruk. Paparika juga banyak mengandung zat gizi dan dapat mencegah kanker, penyakit jantung koroner (PJK), stroke, diab…

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Search

Improve the web with Nofollow Reciprocity.