Jun 06 2009

DISFUNGSI ORGASM

Published by sweetspe at 12:33 am under sex |

Disfungsi orgasme adalah ganggua fungsi seksual yang terjadi akibat tidak bisa merasakan orgasme walaupun terjadi enjakulasi. Disfungsi orgasme bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Walaupun ejakulasi berupa keluarnya cairan tetapi dia tidak bisa merasakan kenikmatan. Orgasme merupakan puncak reaksi seksual yang dirasakan sebagai suatu sensasi erotik yang menyenangkan baik bagi pria maupun wanita. Dalam kehidupan seksual suami istri, orgasme merupakan salah satu dari fungsi seksual mereka. Selengkapnya fungsi seksual itu terdiri atas dorongan seksual, bangkitan seksual, orgasme dan enjakulasi pada pria. Dorongan seksual dipengaruhi oleh hormone testoteron, rangsangan seksual yang diterima, keadaan kesehatan, faktor psikis dan pengalaman seksual sebelumnya. Dorongan seksual pria dan wanita pada dasarnya sama, dipengaruhi oleh faktor yang sama pula. Tapi bagaimana keadaan dorongan seksual selanjutnya, tergantung pada faktor yang mempengaruhi itu. Bangkitan seksual pada pria terutama dinyatakan dalam bentuk ereksi penis, sedang pada wanita berupa lubrikasi vagina dan ereksi klitoris. Dengan terjadinya bangkitan seksual maka hubungan seksual dapat dilakukan dengan baik. Penyebab terjadinya disfungsi orgasme, Setiap komponen fungsi seksual dapat mengalami gangguan fungsi (disfungsi). Kalau gangguan fungsi itu terjadi pada orgasme, gangguan tersebut disebut disfungsi orgasme. Disfungsi orgasme berarti kegagalan merasakan sensasi kenikamatan seksual atau orgasme. Pada disfungsi orgasme hanya komponen orgasme yang terganggu, sedang fungsi seksual yang lain tidak terganggu. Berarti dorongan seksual tetap normal dan bangkitan seksual juga normal. Disfungsi orgasme dialami banyak wanita, bahkan yang telah lama menikah. Sekitar 20-40% wanita mengalami disfungsi orgasme, sebagian pria ada juga mengalami disfungsi orgasme. Pada wanita, disfungsi orgasme dibedakan atas tiga macam, yakni disfungsi orgasme primer, disfungsi orgasme skunder dan disfungsi orgasme situasional. Pada disfungsi orgasme primer, penderita sejak awal tidak pernah merasakan kenikmatan seksual dengan cara apapun. Sementara, penderita disfungsi sekunder pernah mengalami orgasme tapi kemudian tidak mampu lagi karena suatu sebab. Terakhir disfungsi orgasme situasional terjadi bila penderita hanya dapat mencapai orgasme dengan cara-cara atau situasi tertentu. Misalnya, orgasme dapat dicapai melalui hubungan seksual tetapi tidak dapat dengan cara maturbasi, atau sebaliknya. Contoh lainnya, orgasme hanya dapat dicapai dalam situasi tertentu seperti ketika berlibur di suatu tempat yang baru, namun pada situasi lain orgasme tidak dapat terjadi. Ada beberapa alasan mengapa disfungsi orgasme dialami oleh banyak wanita, termasuk yang sudah lama menikah. Pertama, wanita tidak selalu menerima rangsangan seksual yang efektif ketika melakukan hubungan seksual. Ini disebabkan bagian peka rangsangan pada kelamin wanita yaitu klitoris berukuran kecil. G-Spot wanita yang merupakan bagian peka rangsangan lain pada wanita itu tersembunyi letaknya. Posisi hubungan seksual juga banyak yang tidak efektif bagi wanita untuk mendapatkan rangsangan. Hal kedua yang mengakibatkan disfungsi orgasme wanita adalah baban psikis harus memuaskan pasangan dapat menjadi hambatan. Ketakutan hamil juga dapat menjadi beban psikis. Ketiga, fungsi seksual pria pasangannya mengalami gangguan atau tidak optimal, misalnya berupa ejakulasi dini dan gangguan ereksi. Keempat, ketidakmengertian pria pasangannya tentang seksualitas wanita Kelima, hambatan komunikasi dengan suami. Dengan melihat faktor penyebab tersebut, jelaslah bahwa penyebab disfungsi orgasme tidak selalu ada di pihak wanita, walaupun yang mengalami masalah pihak wanita. Sumber penyebabnya bisa pula terletak di pihak pria. Ada satu cara yang dipakai untuk mengetahui sumber masalah disfungsi orgasme pada wanita, melalui maturbasi. Kalau si wanita dapat mencapai orgasme melalui maturbasi dapat disimpulkan penyebab hambatan orgasme bukan terletak pada wanita. Paling tidak ada dua hal yang dapat menjelaskan mengapa dengan melakukan masturbasi si wanita dapat mencapai orgasme. Pertama, dengan melakukan masturbasi si wanita menerima rangsangan seksual yang efektif, mungkin pada klotoris atau G-Spot, karena si wanita sendiri yang mengatur dan melakukannya. Kedua, tanpa melakukan hubungan seksual, berarti tidak ada hambatan psikis yang dialami, khususnya yang berkaitan dengan keberadaan pihak suami. Karena itu hubungan wanita yang tidak dapat mencapai orgasme dengan hubungan seksual dapat merasakannya dengan cara masturbasi atau mendapat masturbasi dari pasangannya. Kenyataan ini juga menunjukkan bahwa rangsangan yang dia dapatkan ketika melakukan hubungan seksual dengan suami tidak cukup efektif. Selain itu dalam hubungan seksual dengan suami, secara psikis wanita juga merasa terbebani harus memuaskan pasangannya sehingga dirinya terhambat mencapai orgasme. Sebagian wanita hanya dapat atau lebih mudah mencapai orgasme bila melakukan hubungan seksual dengan posisi di atas. Keadaan ini terjadi karena dengan posisi di atas, wanita lebih bebas mengatur gerakan agar dapat menerima rangsangan dari penis selama melakukan hubungan seksual. Di pihak lain, ada alas an mengapa pria lebih mudah mencapai orgasme. Pertama, secara anatomic penis menonjol dan besar sehingga sangat mudah menerima rangsangan ketika melakukan hubungan seksual. Kedua, beban psikis kurang dialami pria karena tidak akan mengalami kehamilan. Tetapi pada pria, disfungsi orgasme lebih jarang terjadi. Disfungsi orgasme hanya sekitar 3-10% dari kasus disfugsi seksual pria. Pada umumnya pria mampu mencapai orgasme setiap kali melakukan hubungan seksual atau menerima rangsangan seksual yang cukup. Pada pria normal, orgasme terjadi bersamaan dengan ejakulasi. Karena itu, ketika mengalami ejakulasi pria juga merasakan kenikmatan seksual (orgasme). Namun, dapat pula terjadi orgasme, ejakulasi tidak terjadi. Sebaliknya dapat terjadi ejakulasi tanpa orgasme. Ketika mengalami ejakulasi pria ini tidak terasa kenikmatan seksual. Inilah yang terjadi pada pria yang mengalami disfungsi orgasme. Pada pria, disfungsi orgasme dapat disebabkan karena penyakit yang berkaitan dengan saraf, efek samping obat tertentu dan hambatan psikis seperti kecemasan dan kejemuan terhadap pasangan. Disfungsi orgasme mengakibatkan perasaan wanita menjadi tidak nyaman, tidak puas, kecewa, dan dapat menimbulkan gejala psikosomatik. Beberapa gejala psikosomatik yang dapat timbul yaitu sakit kepala, sulit tidur, mudah marah dan sakit di bagian punggung bawah. Namun, ada pula wanita yang akhirnya pasrah dapat menerima kehidupan seksual seperti itu. Di pihak lain, pria yang pasangannya gagal mencapai orgasme merasa kecewa juga karena merasa tidak mampu memberikan kepuasan seksual dank arena hubungan seksualnya berlangsung tidak harmonis. Lebih jauh, disfungsi orgasme yang terus berlangsung dapat mengakibatkan hilangnya dorongan seksual wanita. Selanjutnya, ia menjadi tidak tertarik sama sekali untuk melakuakn aktivitas seksual apapun. Apabila tidak segera ditangani, hal ini berdampak buruk lebih jauh. Untuk mengatasinya, penderita mesti melalui beberapa tahapan penanganan. Pertama, penderita menjalani pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya. Setelah diketahui penyebabnya, penderita diarahkan untuk menyingkirkan penyebab yang ada atau menjalani pengobatan. Kalau disfungsi orgasme akibat penyakit, penyakit tersebut harus diatasi dulu. Juga kalau obat tertentu yang menjadi penyebabnya, penggunaannya harus dihentikan. Berikutnya, penderita menjalani sex therapy, suatu terapi berupa latihan yang dilakukan bersama pasangan. Pada disfungsi orgasme karena penyebab psikis, diperlukan terapi perilaku (Behavioral Therapy).

search terms :

klotoris wanita Share This Post

One response so far

One Response to “DISFUNGSI ORGASM”

  1. [...] VISIT TO :  di sini [...]

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Search

Improve the web with Nofollow Reciprocity.