Penyakit Parkinson Tidak Sembuh-Sembuh, Temukan Obatnya Disini

parkinson

 

Penyakit Parkinson Tidak Sembuh-Sembuh, Temukan Obatnya Disini

Untuk   Pengobatan Penderita Penyakit Parkinson,   bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupun karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA

Gejala penyakit Parkinson adalah kehilangan neuron di area otak tengah yang dikenal sebagai subtansia nigra. Neuron ini menggunakan dopamine sebagai neurotransmitter dan menonjolkan aksonnya ke thalamus dan area kaudatus dan putamen ganglia basalis. Penyakit Parkinson terjadi ketika sekitar 80% sel yang membentuk subtansia nigra hilang, ada juga penurunan reseptor domapin ganglia basalis. Awitan penyakit biasanya terjadi pada decade keenam atau ketujuh kehidupan. Penyakit ini adalah penyakit neurodegenerative yang paling sering kedua pada individu dewasa, Walaupun ada sedikit pengaruh genetic pada perkembangan penyakit Parkinson, tamoak sangat terbatas pada penyakit awitan dini (sebelum usia 50 tahun).

Dopamin bekerja sebagai neurotransmitter inhibisi dengan demikian, menurut simulasi dopamine di subtansia nigra dan ganglia basalis menyebabkan ketidakseimbangan antara neurotransmitter inhibisi ini dan neurotransmitter eksitasi asetilkolin, yang menyebabkan tonus otot berlebihan yang ditandai dengan tremor dan rigiditas. Tonus otot wajah yang terfikasasi memperlihatkan tidak adanya keresponsitas emosi walaupun sering kali tidak ada deficit emosional atau kognitif pada pasien penyakit Parkinson.

Penyebab gejala penyakit Parkinson tidak diketahui. Seperti yang dikemukakan sebelumnya, bukti terbaru menunjukkan bahwa terdapat minimal beberapa kecenderungan genetic pada perkembangan penyakit. Virus dan toksin terlibat dalam penyakit ini pada beberapa penelitian.

Gejala penyakit Parkinson dapat terjadi pada individu yang tidak mengalami penyakit ini dan menderita jenis tertentu rauma otak, infeksi,, atau tumor. Demikian juga individu yang mengalami seperti fenotiazin dapat mengalami gejala penyakit Parkinson. Beberapa gejala penyakit Parkinson sekunder dapat diatasi dengan terapi cedera atau infeksi, atau dengan pengangkatan tumor atau penghentian obat, tetapi gejala lain dapat menetap.

Gambaran klinis penyakit Parkinson adalah :

  • Tremor pada saat istirahat
  • Mengeluarkan air liur dan disfagia (kesulitan menelan)
  • Berjalan dengan kaki terseret, rigiditas otot, dan kekakuan
  • Akinesia, yang dijelaskan sebagai tidak adanya gerakan, termasuk gerakan yang terlibat dalam ekspresi wajah dan gerakan volunteer lainnya menandakan penyakit.

Hilangnya reflex postural sehingga terjadi kehilangan keseimbangan dan kecenderungan untuk membungkuk menyebabkan postur bungkuku-berlebihan tipikal yang terlihat pada pasien penyakit Parkinson.

Karakteristik tremor dapay berupa lambat, gerakan membalik (pronasisupinasi) pada lengan bawah dan telapak tangan, dan gerakan ibu jari terhadao jari-jari seolah-olah memutar sebuah pil diantara hari-jari. Karakteristik ini meningkat bila penderita sedang berkonsentrasi atau sedang merasa cemas , dan muncul pada saat istirahat.

Karakteristik lain adalah penyakit ini mempengaruhi wajah, sikap tubuh dan gaya berjalan. Penderita mengalami kehilangan ayinan tangan normal sehingga menyebabkan keterbatasan otot, wajah mengalami sedikit ekspresi. Hal ini dapat terlihat saat penderita berbicara wajah mengalami sedikit ekspresi. Hal ini dapat terlihat saat penderita berbicara, wajah penderita seperti topeng (sering mengedipkan mata) raut wajah yang ada muncul sekilas. Penderita mengalami kehilangan reflex postural, berdiri dengan kepala cenderung ke depan dan berjalan dengan gaya berjalan seperti di dorong. Kesulitan dalam berputar dan hilangnya keseimbangan (salah satunya ke dapan atau ke belakang) dapat menyebabkan penderita sering jatuh. Tanda depresi yang muncul pada wajah penderita belum dapat ditetapkan apakah depresi sebagai reaksi terhadap gangguan lainnya.

Penyebab penyakit parkinson tidak diketahui. Seperti yang dikemukakan sebelumnya, bukti terbaru menunjukkan bahwa terdapat minimal beberapa kecenderungan genetika pada perkembangan penyakit ini. Virus dan toksin terlibat dalam penyakit ini pada beberapa penelitian.

Gejala penyakit parkinson dapat terjadi pada individu yang tidak mengalami penyakit ini dan menderita jenis tertentu seperti trauma otak, infeksi atau tumor. Demikian juga, individu yang mengalami skizofrenia dan memerlukan terapi dengan obat psikotropik tertentu seperti fenotiazin dapat mengalami gejala penyakit parkinson. Beberapa gejala penyakit parkinson sekunder dapat diatasi dengan terapi cidera atau infeksi atau dengan pengangkatan tumor atau penghentian obat tetapi gejala lain dapat menetap.

  Gambaran klinis

  • Tremor pada saat istirahat
  • Mengeluarkan air liur dan disfagia (kesulitan menelan)
  • Berjalan dengan kaki terseret, rigiditas otot dan kekakuan
  • Akinesia yang dijelaskan sebagai tidak adanya gerakan, termasuk gerakan yang terlibat dalam ekspresi wajah dan gerakan volunter lainnya, menandakan penyakit.
  • Hilangnya refleks postural sehingga terjadi kehilangan keseimbangan dan kecenderungan untuk membungkuk menyebabkan postru bungkuk berlebihan tipikal yang terlihat pada pasien penyakit parkinson.

  1. Gejala motorik

  • Tremor (patognomonik, menonjol saat istirahat, asimeteris, gerakan volunter berkurang).
  • Rigiditas
  • Bradikinesia (asimetris, kekuatan normal, gerakan tangkas melambat)
  • Postur tubuh dan gaya jalan (menyeret kaki, langkah pendek, gerakan tangan menurun, postur tubuh membungkuk).

  2. Gejala nonmotorik

  • Ganguan tidur (insomnia, paraisomnia, rapid eye movement (REM) sleep behavior discorder (RBD), gerakan ekstremitas secara periodik saat tidur, sleep apnea, dan vivid dreaming).
  • Halusinasi
  • Restless Legs Syndrome
  • Konstipasi
  • Inkontinensia urine
  • Drooling
  • Disfungsi seksual

  3. Gejala psikiatrik

  • Depresi
  • Demensia
  • Psikosis

 Namun sekarang bukan masalah lagi, gangguanPenyakit Parkinson bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

S.Lutena merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh.  S.Lutena ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam super lutein atau s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

Berikut Pengalaman Penderita   Penyakit Parkinson  yang sudah membaik bahkan sudah sembuh dengan konsumsi SUPER LUTEIN (S.LUTENA):

S LUTENA Untuk Sakit Kepala, Sakit Mata & Manula, Parkinson

Kesaksian Ibu Nenden dari Bekasi  

 

Nutrisi Herbal Untuk Penyembuhan Penyakit Parkinson

Hal utama yang perlu diperhatikan Untuk Penyembuhan Penyakit Parkinson    adalah dengan memperhatikan nutrisi tubuh setiap hari, nutrisi tubuh tentunya kita dapat dari bahan makanan yang kita makan, makanan terbaik adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buahan dalam menu harian kita dan tentu saja untuk memaksimalkan nutrisi kita juga perlu suplemen alami. S.Lutena merupakan nutrisi herbal dari berbagai jenis buah dan sayuran yang benar-benar alami dan organik. Kandungan 100% herbal buah dan sayuran serta DHA ikan. S.Lutena/Super Lutein tidak hanya untuk  Penyembuhan Penyakit Parkinson saja tetapi  juga untuk memperbaiki gangguan fungsi organ tubuh lainnya.

Fungsi utama S.Lutena adalah memperbaiki metabolisme tubuh dan mengoptimalkan fungsi seluruh organ tubuh agar berfungsi optimal dalam memperbaiki kerusakan sel/saraf pada setiap organ tubuh dan juga memperbaiki sistem imunitas tubuh.

Apa itu S.Lutena?

S.Lutena Nutrisi Herbal Untuk Bantu Penyembuhan Penyakit Parkinson

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.LUTENA ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

 
 
Manfaat  S.Lutena Secara Umum adalah :
•Detoksifikasi
•Memperbaiki, Mengaktifkan dan Memperbaharui Sel Tubuh
•Pembersih Darah
•Antioksidan

 

Tiap botol  S.Lutena berisi 100 kapsul.

Komposisi: refined fish oil (mengandung DHA), wheat germ oil, ektrak blackcurrant, ekstrak blueberry, gelatin, gliserin, beeswax ektrak, vitamin E, ektrak marigold (mengandung lutein dan zeaxanthin), lycopene tomat, carotene, gardenia, vitamin B1, B2, B6, B12. Penyakit Parkinson Tidak Sembuh-Sembuh, Temukan Obatnya Disini

Post Update :
Date : Monday, July 23, 2018 - Senin, 23 Juli 2018