SULIT BAB? AWAS, KANKER USUS MENGINTAI

kanker kolon rektum SULIT BAB? AWAS, KANKER USUS MENGINTAI

SULIT BAB? AWAS, KANKER USUS MENGINTAI

SULIT BAB? AWAS, KANKER USUS MENGINTAI.  Kondisi tubuh yang sehat salah satunya ditandai dengan system pencernaan yang terdiri dari kolon/usus besar dan usus halus/usus kecil yang bekerja dengan baik. Bagian akhir dari system pencernaan ini menyerap cairan dan membentuk serta membuang fases (tinja).

Banyak hal dalam gaya hidup modern kita yang memaksa usus besar menghadapi kebiasaan-kebiasaan yang tidak alami, seperti makan terburu-buru, makan tidak teratur, dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan olahan, pada gilirannya berakibat pada kondisi sulit buang air besar (BAB). Padahal jika kita ingin usus besar bekerja dengan benar, maka kita harus melakukannya dengan benar pula yaitu dengan mengikuti asas-asas diet yang tepat.

Terus Bertambah

Hasil temuan ‘The American Journal of Gastroenterology’ pada tahun 2003 menyebutkan bahwa semakin sering sulit BAB, maka semakin tinggi resiko terkena kanker usus. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian Fred Hutchison Cancer Research dan University of Washington tahun 1998 yang menyebutkan bahwa orang yang sering mengalami sembelit (sulit BAB) memiliki kemungkinan terkena kanker usus 4 kali lebih besar dibanding orang yang tidak mengalami sembelit dan umumnya dialami oleh mereka yang berumur setengah baya.

Kanker usus (kolerektal) sendiri kini adalah penyakit keganasan urutan 10 tersering di dunia, termasuk di Indonesia dan merupakan penyebab kematian kedua di Amerika Serikat. Jumlah penderita penyakit ini pun terus bertambah. Di Amerika Serikat setiap tahun terdapat 1300 ribu kasus baru dengan tingkat kematian lebih dari 50 ribu orang – data US National Library. Sedangkan di Indonesia, khususnya di RSCM Jakarta, setiap tahun diketemukan rata-rata 50 pasien baru terserang penyakin kanker usus.

Kalau di Negara maju angka kejadian kanker usus lebih besar dari pada usia 60 tahun ke atas, maka di Indonesia diketahui bahwa kanker usus lebih banyak terjadi pada usia di bawah 40 tahun. Keadaan ini tentu saja memprihatinkan karena mereka terkena pada usia produktif yang akan berdampak pada keuangan keluarga.

Pro dan Kontra Serat

Dari survey sebuah lembaga riset di Jakarta beberapa waktu yang lalu, diketahui 20% penduduk Jakarta mengalami sulit BAB. Separuh dari angka tersebut ternyata frekuensi BAB-nya antara 2 hingga 3 hari sekali, sedangkan sisanya walaupun BAB-nya setiap hari, tetapi sering dengan keluhan keras tidak lancar dan tidak tuntas.

Namun, meski masih ada di antara para ahli kesehatan yang meragukan keampuhan serat sebagai pencegah timbulnya kanker usus besar, mereka yang pro menyakini bahwa serat dapat mempercepat waktu transit makanan, sejak masuk ke pencernaan hingga keluar sebagai fasen/tinja. Dengan demikian tinja yang dihasilkan tidak keras dan kecil sehingga BAB pun lancer dan teratur tiap hari. Selain itu percepatan waktu transit pun dapat menghidarkan kita dari tumor/kanker usus akibat berkurangnya kontak antara zat karsinogenik (penyebab kanker) yang bersifat merusak sel dengan dinding usus.

Serat Aman

Penelitian tentang hubungan konsumsi serat dengan pencegahan kanker usus terus dilakukan di banyak Negara. Hasil penelitian terbaru EPIC (Europe Prospective Investigation into Cancer and Nutrition) di tahun 2003 menyebutkan bahwa peningkatan konsumsi serat pada masyarakat Eropa yang rendah – hanya 15 gram per hari terbukti dapat mengurangi resiko pembentukan/terjadinya kanker usus sebanyak 40%.

Sementara hasil penelitian terbaru dari AICR (American Institute for Cancer Research) di USA, tahun 2003 menyempulkan bahwa peningkatan konsumsi serat pada masyarakat Amerika yang kurang dari 15 gram per hari telah dapat mengurangi resiko kanker sebanyak 27%.

Nah kini terbukti sudah bahwa konsumsi serat bisa menjadi salah satu cara ampuh mengurangi terjadinya kanker usus. Itu sebabnya, lembaga kesehatan dunia merekomendasikan pemenuhan kebutuhan serat 25 – 30 gram setiap hari yang dapat diperoleh dengan mengkonsumsi 4 porsi sayur dan buah, 3 porsi nasi dan 1 porsi biji-bijian. Namun, dengan alasan kesibukan dan gaya hidup modern yang selalu ingin serba cepat, kadang anjuran sulit dipenuhi. Karenanya mengkonsumsi suplemen serat – Vegeta – dengan kandungan serat 8.4 gr (5,52 gr psyllium husk dan inulin chicory) yang terbukti aman bagi saluran pencernaan, kini semakin menjadi pilihan. (Sumber: Nirmala) SULIT BAB? AWAS, KANKER USUS MENGINTAI

Post Update :
Date : Tuesday, October 21, 2014 - Selasa, 21 Oktober 2014