Feb 13 2010

SERBA SERBI HERBA INSOMNIA

Published by sweetspe at 3:50 pm under health |

Menurut Dr. Sisilia Indradjaya, MHM, dokter yang juga ahli herba, mengatakan bahwa secara medis insomnia memang bisa dipicu oleh banyak hal. Di antaranya adalah amsalah psikis seperti pikiran dan secara fisik yang disebabkan oleh penyakit atau kekurangan mineral tertentu.
Untuk mengatasinya ada dua jenis herba yang bisa digunakan. Pertama, herba yang efeknya sedative atau hipnotik. Herba jenis ini sifatnya menenangkan. Penderita insomnia yang dipicu masalah psikis sehingga sering merasa gelisah bisa diobati dengan herba sedative. Dalam TCM, herba jenis ini biasanya bekerja melalui meridian jantung karena orang yang psikisnya terganggu biasanya meridian jantungnya sedang terganggu.
Yang kedua adalah herba yang mengandung mineral tertentu seperti kalium, seng dan zat besi. Orang yang sulit tidur kerena sindrom pra menstruasi atau anemia, umumnya disebaban tubuhnya kekurangan mineral sehingga bisa diobati dengan herba.
Herba yang lebih berurusan dengan penyebab fisik bekerja melalui meridian hati. Tapi itu secara TCM, sedangkan herba di Indonesia umumnya belum banyak diketahui cara bekerjanya melalui meridian mana, meskipun kemapuhannya sudah dibuktikan secara turun temurun.
Agar efektif, pemicu utama insomnia harus diobati dulu. Jika pemicunya sudah diobati tapi penderita masih sulit tidur, berarti gangguan insomnianya sudah cukup kronis. Dalam keadaan ini herba bisa dipakai. Herba untuk insomnia memang tidak bisa digunakan sembarangan, apalagi yang efeknya sedative. Jika digunakan terus menerus dalam jangka panjang, herba sedative bisa menimbulkan ketergantungan. Sedangkan herba yang mengandung mineral umumnya bisa mengganggu fungsi organ.
Selain masalah psikis dan kurang mineral, masih ada sebab lain yang sering tidak diketahui, namun ternyata bisa diatasi dengan beberapa herba. Menanggapi pemanfaatan beberapa herba untuk insomnia yang cukup unik, Dr Sisilia mengatakan meskipun baru data empiris tapi kalau aman digunakan secara turun temurun rasanya boleh-boleh saja. Meskipun memang ada substansi tertentu yang benar bermanfaat tapi belum ada pembuktian ilmiahnya.

PEPPERMINT (MENTA PIPERITA)
Meskipun lebih popular sebagai formula untuk menyegarkan tubuh, cukup banyak orang yang memanfaatkan daun mint untuk ditambahkan dalam secangkir teh. Tujuannya, untuk mengatasi insomnia yang disebabkan oleh sakit kepala akibat hipertensi. Menurut buku “The Natural Pharmacy” karangan Schuyler W. Lininger, unsure volatile yaitu sejenis minyak yang terkandung dalam daun mint memang mempunyai efek membuat relaks otot dan mengurangi tekanan darah sehingga cukup efektif mengatasi insomnia yang disebabkan hipertensi. Minyak dalam daun mint tersebut bisa menimbulkan efek panas dan gangguan pencernaan pada penderita gangguan hati, radang batu empedu, atau panas hati (chronic heartburn), karena itu sebaiknya tidak mengkonsumsi daun mint.
Cara menggunakan adalah sebagai berikut: sebagai the, 5 gram daun mint kering diseduh dalam 250 ml air. Peppermint juga bisa digunakan sebagai aromaterapi.

PALA (MYRISTICA FRAGRANS)
Jangan heran kalau anda mengantuk setelah makan sup yang takaran palanya cukup banyak. Dalam biji pala terdapat senyawa myristicin yang bersifat merangsang tidur. Selain biji pala, bunga pala juga dapat digunakan untuk mengatasi insomnia dengan cara menyeduhnya seperti teh. Weiss E.A dalam buku “Essential Oil Crops” mengatakan bahwa senyawa aromatic myristicin, elicimin dan safrole yang terdapat dalam biji dan bunga pala dapat merangsang halusinasi. Oleh sebab itu biji atau bunga pala sebaiknya dikonsumsi kurang dari 5 gram per hari. Atau gunakan untuk pemakaian luar saja.
Cara penggunaannya: 1 sdt bubuk pala dicampur dengan 1 atau 2 tetes air lalu dioleskan ke kening sebelum tidur.

ADAS (FOENICULUM VULGARE)
Data empiris menyebutkan bahwa sebagian orang di Jawa menggunakan adas untuk mengatasi insomnia. Padahal jika dihubungkan dengan efeknya sebagai diureik, pereda nyeri, antimikroba dan sifatnya yang hangat, sebenarnya adas lebih dikenal untuk mengatasi masalah pencernaa. Menurut Dr. Sisilia, dalam hal ini adas mungkin bekerja secara tidak langsung. Jika ada sumbatan atau gangguan pada saluran pencernaan, rasa pedas adas akan melancarkan pencernaan. Pencernaan lancar akan mempermudah tidur lelap. Sehingga insomnia yang disebabkan karena adanya gangguan sistem pencernaan bisa diatasi dengan adas. Meskipun jarang ditemukan, adas pernah dilaporkan mempunyai efek samping berupa alergi kulit dan masalah pernapasan. Penderita kanker yang tergantung pada estrogen, sebaiknya menghindari adas dalam jumlah banyak karena manfaat dan kerugiannya belum dapat dipastikan.
Cara menggunakan: The German Commission menyarankan 5 hingga 7 gram setiap hari. Untuk satu kali minum, rebus 2 gram biji adas dalam 250 ml air selama 15 menit. Dinginkan, saring lalu minum. Dalam sehari minum 3 kali.

PUTRI MALU (MIMOSA PUDICA)
Selain digunakan di Indonesia, putrid malu juga dimanfaatkan sebagai penenang dan obat insomnia di Vietnam. Menurut buku Chinese Herbal Medicine karangan Bensky dan Gelbe, ini tidak terleoas dari kandungan tannin, mimosin dan asam pipekolinat yang ada di dalamnya. Putrid malu bekerja sekalugus melalui meridian jantung dan hati. Wanita hamil dilarang minum rebusan putri malu karena dapat menyebabkan kematian pada janin.
Cara menggunakan: cuci 30 gram herba putrid malu segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sebelum tidur.

DAUN ASAM (TAMARINDUS INDICA)
Sebagian orang di daerah Jawa percaya nahwa tidur dengan bantal yang diisi dengan daun asam kering bisa membuat tidur nyenyak. Dalam buku “Atlas Tanaman Obat Indonesia” karya Dr. Setiawan Dalimartha disebutkan bahwa daun asam jawa mengandung sitexin, isovitexin, orientin, isoorietin, 1-malic acid. Belum diketahui zat aktif mana yang bisa membantu mengatasi insomnia.
Cara menggunakan: daun asam dijemur di bawah sinar matahari hingga kering, lalu digunakan sebagai pengisi bantal (pengganti kapuk atau busa). Tidurlah dengan bantal daun asam.

CHAMOMILE (MATRICARIA RECUTITA)
Masih bersaudara dengan buang aster, chamomile diyakini berasal dari kawasan Eropa dan Asia Barat. Senyawa aktifnya bernama quercetin yang berfungsi untuk mengendurkan saraf. Sebagai minuman, teh chamomile bisa dikonsumsi sehari-hari asalkan tidak berlebihan. Chamomile cukup aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui, anda bisa mendapatkannya di supermarket dalam bentuk seduh atau siap minum.
Cara menggunakan: sebagai teh bisa diminum 3 sampai 4 kali sehari. Jika dalam bentuk kapsul, dosisnya 2-3 gram per kapsul yang diminum 3 kali sehari.

VALERIAN (VALERIANA OFFICINALIS)
“Obat tidur” ini sudah dikenal sejak zaman Romawi dan Yunani kuno bahkan hingga kini tetap menjadi primadona untuk mengatasi insomnia di Eropa. Khasiatnya terkait dengan kandungan gamma-aminobutyric acid (GABA), semacam neurotransmitter/perangsang saraf otak. Senyawa ini berkhasiat sebagai penenang. Di Indonesia, anda bisa mendapatkannya dalam bentuk ekstrak suplemen di apotek yang menyediakan suplemen import.
Cara menggunakan: 1-10 gram per hari. Kelebihan dosis bisa mengakibatkan sakit kepala. (Sumber: Nirmala)

search terms :

menthae piperitae herba,putri malu sebagai obat insomnia,kegunaan mint,bantal untuk insomnia,bantal herba,efek biji pala,asam pipekolinat,akibat insomnia pada ibu hamil,tanaman obat berkhasiat sebagai sedatif hipnotik,pala aman bagi penderita batu di empedu,natural formula lelap,myristicin acid berfungsi sebagai sedatif,mimosin dan cara mengatasinya,meridian jantung,PALA BEREFEK SEDATIF,mekanisme kerja valeriana sebagai penenang,mekanisme kerja obat pala ke sakit,mekanisme kerja mimosin terhadap janin,manfaat senyawa myristicin,MANFAAT BIJI PALA DICAMPUR SUSU FORMULA BAYI,lelap herbal tidur suplemen pala,kegunaan isovitexin,kapsul valerian,pala sebagai penenang,pala untuk ibu hamil,penelitian daun asam jawa,tumbuhan yang berkhasiat sebagai sedatif-hipnotik,Tanin mimosin dan asam pipekolinat fungsinya,tanaman sedatif,zat aktif untuk insomnia,tanaman mengandung sedatif,tanaman herbal efek sedative,tamanan herba dan fungsi,SITEXIN PADA DAUN ASAM,sakit akibat insomnia,pipekolinat senyawa kegunaan,penggunaan pala untuk insomnia,Pengaruh myristicin sebagai sedatif,pengaruh minum biji pala,tcm meridian hati,penelitian pala digunakan untuk insomnia,Weiss E A dalam Essential Oil Crops,jumlah penderita insomnia di indonesia,efek asam pipekolinat yang terkandung dalam putri malu,DR SETIAWAN DALIMARTHA DI GG MACAN DAN KAPUK,daun tidur,daun putri malu untuk tidur lelap,daun obat tidur,daun mint kering,daftar tanaman obat yang berefek sedative Share This Post

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Search