Tangan dan kaki ibarat cermin tubuh, jangan biarkan cermin tersebut berdebu, bersihkan dengan pijatan refleksi yang menyehatkan. Sesuai namanya, refleksologi memang bicara soal cermin namun yang dimaksud disini adalah titk-titik saraf di bagian kaki yang bisa merefleksikan kondisi bagian tubuh tertentu lain. Misalnya kita memiliki masalah dengan lambung, bila diberikan pijatan di bagian tertentu di telapak kaki maka bagian itu terasa sakit dan bila dipijat terus menerus maka terasa pengaruhnya pada keadaan lambung yang mungkin bisa berangsur baik.
Pijat refleksi diasosiasikan sebagai pijatan kaki, pijat refleksi ini sudah ada sejah 5.000 tahun lalu dan teknik refleksi pertama kali dipraktikkan oleh bangsa Cina yang menggunakan terapi dengan menekan-nekan titik saraf di kaki, teknik ini mirip dengan akupunktur.

Cara kerja refleksi
Setelah sakit, mengalami stres dan cedera, seseorang akan kehilangan keseimbangan tubuh, karena jalan energi vital terhambat sehingga membuat kerja tubuh menjadi tidak efektif. Saat itulah pijat refleksi berguna untuk memperlancar aliran darah dan energi, melepaskan ketegangan, memulihkan sekaligus mempercepat proses kesembuhan karena pada dasarnya tubuh mampu mengobati dirinya sendiri. Selama pemijatan dilakukan posisi badan harus dibuat sesantai mungkin dengan berbaring. Pemijatan dilakukan dengan menekan zona titik syaraf tertentu di kaki dan tangan (acupressure) untuk merangsang keluarnya energi tubuh. Misalnya pijatan di bagian sisi kanan tengah jempol kaki yang berhubungan dengan syaraf hidung, sehingga pijatan di bagian itu bisa melegakan saluran pernafasan dan mempercepat kesembuhan flu.

Meskipun begitu, pijat refleksi telanjur digemari masyarakat, banyak orang merasakan manfaatnya yang menyegarkan jiwa, seperti memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit, menghilangkan stress, lelah dan susah tidur, serta memdorong keluarnya racun dari dalam tubuh. Uniknya, manfaat ini bisa diperoleh tanpa menggunakan suntikan dan ramuan obat sama sekali, cukup dengan pemijatan yang mantap di saraf yang tepat.

Selain sebagai sarana relaksasi dan penyegaran, pijayt refleksi juga bisa dijadikan alternative pengobatan alami. Bagi yang bermasalah dengan kesehatan bila ingin memperoleh hasil maksimal dari terapi pijat refleksi ini, sebaiknya melakukannya seminggu dua kali hingga kesehatannya mencapai kemajuan. Adapun kemajuan kesehatan pelanggan diukur dari tingkat kemampuannya sebelum dan sesudah menjalani pemijatan.Belum ada pembuktian atau penelitian yang seksama tentang penyembuhan penyakit dengan refleksi. Yang jelas, pijatan memang bisa menghilangkan kepenatan dan memberikan ketenangan. Jika badan segar, pikiran tenang, maka rangkaiannya jiwapun jadi segar.

refleksi2 REFLECTION MASSAGETitik-titik refleksi

Titik-titik saraf di telapak kaki yang merefleksikan seluruh organ tubuh :

1. Kepala (Otak), 2. Dahi, 3. Otak Kecil, 4. Saraf trigemius (berpusat di pelipis), 5. Kelenjar bawah hidung, 6. Hidung, 7. Leher, 8. Mata, 9. Kuping, 10. Bahu, 11. Otot trapesium, 12. Kelenjar tiroid, 13. Kelenjar paratiroid, 14. Paru-paru & Bonkhus, 15. Lambung,  16. Duedenum (usus 12 jari), 17. Pankreas, 18. Lever, 19. Kandung empedu, 20. Serabut saraf lambung, 21. Kelenjar adrenal, 22. Ginjal, 23. Ureter (Saluran kencing), 25. Usus kecil, 26. Usus buntu, 27. Katup ileo-sekal, 28. Usus besar asemdens, 29. Usus besar transversus, 30. Usus besar desendens, 31. Rektum, 32. Anus, 33. Jantung, 34. Limpa, 35. Lutut, 36. Kelenjar reproduksi

Mitos seputar pijat refleksi

Ternyata ada juga mitos seputar refleksi yang beredar yang belum tentu kebenarnya sebelum anda membuktikan sendiri.

Mitos, pijat refleksi tidak aman bagi anak-anak .

Fakta, pijat refleksi sangat aman bagi anak-anak, dan tentu saja pemijatan pada anak tidak boleh terlalu keras. Pijat refleksi dapat mengurangi rasa sakit.

Mitos, pijat refleksi tidak aman bagi perempuan hamil

Fakta,  pijat refleksi tidak akan menyebabkan keguguran, malah dapat membantu menyeimbangkan fungsi tubuh, namun bagi wanita hamil di bawah 5 bulan tidak disarankan untuk melakukan pemijatan mengingat pada saat itu masih dalam tahap pembentukan.

Mitos, pijat refleksi tidak aman bagi penderita stroke

Faktanya, pijat refleksi justru bagus bagi penderita stroke karena mampu merangsang otot-otot saraf tubuh. Yang tidak boleh dipijat adalah penderita varises karena bisa menyebabkan semakin melebarnya pembuluh darah vena.

Post Update :
Date : Wednesday, October 22, 2014 - Rabu, 22 Oktober 2014