mata PERAWATAN KHUSUS UNTUK MATAPerawatan mata diperlukan untuk memperlambat munculnya kantung mata dan lingkaran hitam. Salah satunya dengan revitalizing eye treatment, seperti apa prosesnya?

Munculnya kantung mata tentu sangat mengganggu penampilan. Bila bukan karena faktor genetik, hal itu sebenarnya bisa dihambat kemunculannya bila anda rajin melakukan perawatan area mata sejak dini.

Sayangnya, cukup banyak perempuan yang melupana perawatan area mata. Padahal, area seputar mata termasuk bagian yang tidak kalah penting untuk dirawat. Sebab, bagian itulah yang pertama akan menampakkan tanda-tanda penuaan. Seperti, munculnya kerutan yang mengering akibat pertambahan usia.

Hal itu terjadi karena kulit di daerah mata paling tipis, sensitif, dan kandungan kelembabannya paling rendah dibading kulit wajah lainnya.

Menurut dr Meriana Setiawan dari Jessica Skin Care Jakarta, karena otot mata bergerak sekurangnya 100.000 kali dalam sehari, akan memudahkan munculnya kerutan, garis halus, lingkaran gelap di kantung mata dan mata yang nampak sebab dan tidak segar. Hal itu tidak disadari oleh kaum perempuan. Sehingga, mereka sering melupakan perawatan area seputar matanya.

Padahal, masalah seputar mata termasuk masalah kulit yang paling sulit ditangani, karena harus dilakukan satu per satu. Berbeda dengan khasus pada kulit wajah maupun tubuh yang bisa diselesaikan bersamaan.

Kulit yang berjerawat dan berminyak, misalnya, bisa ditangani secara bersamaan hanya dalam satu langkah. Beda dengan bagian mata yang perawatannya harus dilakukan satu per satu. Sehingga, perawatan yang harus dilakukan juga khusus.

Problem yang paling sering terjadi pada kulit seputar mata adalah kantung mata, kelopak mata sembab, kerutan, hingga lingkaran hitam. Masalah-masalah tersebut dapat diatasi dengan perawatan revitalizing eye treatment, sehingga mata menjadi lebih segar.

Treatment ini menggunakan serum phytogen, yaitu serum herbal yang bermanfaat untuk mengilangkan lingkaran hitam di seputar mata. Selain itu, juga digunakan eye collagen yang berfungsi untuk mencerahkan kulit di sekitar mata.

Dan yang lebih penting lagi adalah penggunaan alat utrasonic eye treatment yang berguna untuk mempercepat dan memaksimalkan penyerapan serum di kulit serta melancarkan aliran darah di sekitar mata. Dengan lancarnya aliran darah, kantung mata yang terjadi karena kelelahan atau sinar matahari bisa dikurangi.

Tahapan Proses Revitalizing Eye Treatment

Revitalizing Eye Treatment membutuhkan waktu sekitar 1 – 1,5 jam. Prosesnya hampir sama dengan perawatan lainnya. Berikut ini tahapan proses tersebut:

  • Pembersihan, sebelum perawatan dimulai, wajah dan area seputar mata dibersihkan untuk mengangkat sisa-sisa make up dan kotoran yang melekat. Pembersihan dilakukan dengan cleansing milk, dilanjutkan dengan membasuh wajah menggunakan spons yang telah dibasahi air untuk mengangkat sisa-sisa milk cleanser.
  • Pemijatan, setelah wajah bersih, dilanjutkan dengan pemijatan ringan di wajah dan area sekitar mata. Pemijatan dilakukan sekitar 15 menit, menggunakan sabun pembersih. Setelah itu, sisa-sisa sabun dibersihkan dengan spons yang telah dibasahi air, kemudian diberi toner.
  • Pengolesan Gel, tahapan selanjutnya adalah oleskan gl kosong di sekitar mata. Ini dimaksudkan untuk menghantarkan listrik sebelum penggunaan utrasonic eye treatment.
  • Penggunaan Alat Ultrasonic, dilakukan terapi menggunakan alat utrasonic eye treatment, selama sekitar 30 menit. Alat itu juga bekerja sebagap pemijatan di sekitar mata, mulai titik medial (tengah) di bagian dalam mata  dekat hidung, hingga lateral di bagian ujung luar mata. Pemijatan itu berfungsi untuk melancarkan aliran darah di sekitar mata. Ada tiga titik utama yang diterapi menggunakan alat ultrasonic tersebut. Yaitu, titik di bawah mata untuk mengurangi bengkak dan sembab, titik di pangkal medial mata untuk mengurangi kelelahan pada mata, dan titik di lateral yang berfungsi mengurangi keriput pada mata.
  • Pengolesan Serum Phytogen, mata dibersihkan kembali, kemudian diolesi menggunakan serum phytogen atau collagen. Biarkan selama 15 menit agar meresap ke dalam kulit sekitar mata. Untuk memaksimalkan penyerapan serum phytogen dan collagen, sebaiknya digunakan alat ultrasonic eye treatment selama 15 menit di sekitar mata.
  • Pemakaian masker, langkah terakhir adalah pemakaian masker mata yang mengandung green tea dan cucumber extract untuk revitalisasi kulit di sekitar mata. Masker mata didiamkan selama 15 menit setelah itu diangkat dan dibersihkan.

 

 Dukung Dengan Pelembab

Selain perawatan dengan revitalizing eye treatment, perawatan sehari-hari disarankan untuk menggunakan pelembab secara teratur. Pelembab yang digunakan sebaiknya berbeda untuk pagi dan malam hari. Untuk pagi hari, tekstur pelembab harus ringan yang berbentuk lotion atau jeli yang mengandung atau dikombinasikan dengan tabir surya.

Itu penting untuk mencegah timbulnya penuaan di kulit mata. Sedang untuk malam hari, tekstur pelembab bisa lebih berat, dalam bentuk krim, yang dapat dikombinasikan dengan AHA atau retinol untuk mempercepat pergantian sel-sel kulit. Retinol ini juga dapat meringankan tampilan lingkaran gelap di bawah mata dengan cara menebalkan kulit di bawah mata.

Penggunaannya pun harus dilakukan dengan benar. Yaitu, gunakan setelah kulit seputar mata dibersihkan dan sebelum merias wajah. Kecuali, bila menggunakan pelembab untuk mengempiskan mata yang sebab. Pelembab yang berguna untuk mengempiskan mata sembab, digunakan setelah merias wajahm, sesudah memakai foundation dan concealer agar tidak terhapus oleh produk rias wajah. Sedangkan cara menggunakannya dengan ditepuk-tepukkan pada kulit secara ringan. Gunakan jari kelingking maupun jari manis, sehingga tekanan tidak terlalu besar.

Bubuhkan dengan gerakan melingkar dari sudut dalam mata ke luar. Akhiri dengan menepukkan jari di bawah mata untuk merangsang kulit serta memaksimalkan penyerapan pelembab ke dalam kulit. Sebaiknya dilakukan perawatan tersebut seminggu sekali atau bisa lebih jika kondisi mata sangat lelah. (Sumber: Cantiq)

Post Update :
Date : Friday, April 25, 2014 - Jumat, 25 April 2014