kantung mata PENYEBAB MUNCULNYA KANTUNG MATAMunculnya kantung mata tentu sangat mengganggu penampilan. Tapi jangan khawatir. Asal tahu, penyebabnya, kantung mata bisa dikurangi. Bagaimana cara mengatasinya?

Tak salah bila orang mengatakan mata adalah jendela hati. Betapa tidak, dari pandangan mata, seseorang bisa jatuh hati. Namun, bila area bawah mata berkantung, tentu akan lain ceritanya. Sebab, mata berkantung akan membuat seseorang kelihatan tua, meski sebenarnya usia masih muda. Maklum, mata berkantung memang biasanya terjadi pada mereka yang usianya sudah lanjut.

Apalagi, kata dr Aji Bayu Chandra, munculnya kantung mata biasanya juga disertai dengan lingkar hitam dan kerutan halus di sekitar mata. Sehingga, tak salah bila orang mengira orang yang mempunyai kantung mata usianya sudah tua.

Gangguan kantung mata ditandai dengan kulit di bawah mata yang turun, sehingga membentuk kantung. Kantung mata umumnya memang muncul pada mereka yang usianya sudah lanjut. Namun, bisa sudah terjadi pada usia lebih dini, yaitu sekitar 20-an.

Bila kantung mata muncul pada usia 20-an, kantung mata masih mudah dikurangi, karena kondisi kulit masih sangat bagus. Sedang bila kantung mata muncul pada usia tiga puluhan atau bahkan empat puluhan, kantung mata bersifat permanen, mesti tidak selalu seperti itu.

Penyebab Kantung Mata

Dijelaskan Aji, munculnya kantung mata sangat erat kaitannya dengan kesehatan kulit. Makin bertambah usia, kantung mata akan semakin jelas terlihat. Itu disebabkan pertambahan usia bisa mengurangi kelembaban dan kekenyalan kulit. Namun, bukan berarti munculnya kantung mata hanya disebabkan oleh pertambahan usia. Tapi, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan munculnya kantung mata. Berikut ini di antaranya:

  • Genetik

Kantung mata bisa muncul karena faktor genetik atau keturunan. Itu terjadi karena otot mata terlalu besar sehingga terlihat menonjol. Munculnya kantung mata karena faktor genetik memang bisa dikurangi. Namun, tentu hasilnya tidak maksimal karena memang genetiknya terpola seperti itu.

  • Pertambahan Usia

Seperti dijelaskan Aji, penuaan bisa berdampak langsung pada kulit. Makin tua usia seseorang, kualitas kulitnya makin menurun. Hal ini karena pertambahan usia menyebabkan produksi kolagen yang bertanggung jawab terhadap kekenyalan kulit juga menurun. Jika kolagen berkurang, kulit menjadi tidak lentur lagi, sehingga tidak bisa menahan kulit dan cenderung mengatung. Akibatnya timbullah kantung pada kulit di bawah mata.

Pertambahan usia juga menyebabkan semakin munumpuknya lemak di beberapa bagian tertentu, termasuk kulit di bawah mata. Akibatnya muncullah kantung di area tersebut.

  • Menopause

Ini tentu juga berhubungan dengan pertambahan usia. Menopause rata-rata terjadi pada usia 50-an. Pada saat menopause, produksi hormon menurun. Begitu pula dengan produksi kolagen. Hal ini menyebabkan kulit berkurang kekenyalannya, sehingga memicu munculnya keriput. keriput ini membuat kulit di bawah mata membentuk suatu kantung. Selain itu, menopause juga ditandai dengan terjadinya akumulasi lemak di bagian tubuh tertentu, termasuk kulit bawah mata. Timbunan lemak ditambah kulit yang mengendur akan semakin memperjelas kantung mata.

  • Alergi

Kasus alergi tertentu, seperti alergi terhadap serbuk bunga juga bisa memicu munculnya kantung mata. Jika masuk ke mata, serbuk bunga akan menimbulkan rasa gatal, sehingga merangsang untuk menggosoknya. Akibatnya, muncul bengkak di sekitar mata. Bengkak tersebut kemudian terlihat sebagai kantung mata.

  • Sinar Matahari

Menurut Aji, orang yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia, beresiko besar mengalami penuaan dini karena banyak terpapar sinar matahari. Sebab, terpapar sinanr matahari secara terus-menerus dalam waktu lama, bisa merusak kolagen dalam kulit. Sehingga, kulit berkurang elastisitasnya.

Tentunya itu menyebabkan kulit menjadi kering sehingga mempercepat timbulnya kerutan. Begitu pula dengan kulit di sekitar mata, sehingga terjadi kantung mata. Orang-orang Indonesia yang biasa menyetir di sebelah kanan, menyebabkan bagian kanannya sering terpapar matahari. Akibatnya, kerutan-kerutan tampak lebih banyak di bagian tubuh sebelah kanan. Itu juga mempengaruhi tingkat keparahan kantung mata. Selain itu, paparan sinar matahari juga menyebabkan pigmentasi tidak merata. Gangguan tersebut biasanya terlihat seperti vlek-vlek hitam. Vlek tersebut bisa memperparah lingkaran hitam di mata yang biasanya menyertai kantung mata.

  • Gaya Gravitasi

Gaya gravitasi menyebabkan suatu benda cenderung tertarik ke bawah. Saat posisi berdiri, kulit bawah mata yang telah mengendur cenderung menggantung ke bawah. Akibatnya, kantung mata akan semakin terlihat.  (Sumber: Cantiq)

Post Update :
Date : Monday, September 1, 2014 - Senin, 1 September 2014