MITOS SEPUTAR PEMBAKARAN LEMAK

 MITOS SEPUTAR PEMBAKARAN LEMAK

MITOS SEPUTAR PEMBAKARAN LEMAK

MITOS SEPUTAR PEMBAKARAN LEMAK. Tanpa disadari, selama ini beredar mitos-mitos yang mengatakan bahwa ada teknik tertentu yang bisa membakar lemak lebih banyak dan cepat. Apa saja mitos tersebut?

Apakah anda sering mandi sauna yang menghilangkan lemak lebih banyak? Atau berolahraga dengan mengenakan jaket parasut agar lemak yang terbakar lebih maksimal? Jika iya, anda terpengaruh mitos-mitos yang selama ini berkembang tentang cara praktis membakar lemak lebih cepat dan banyak. Selama ini memang banyak sekali mitos yang berkembang tentang pembakaran lemak dengan cepat dan banyak. Namun, apakah semua mitos itu benar adanya atau sekedar pendapat salah yang berlangsung turun temurun?

Dikatakan Personal Trainer Atlas Sport Club Khoiri, memang selama ini ada mitos tentang hal itu. Namun, tidak semua benar. Lemak akan terbakar jika seseorang berolahraga yang bersifat kardio maupun weight training dan masuk dalam zona latihan. Lebih lanjut, Khoiri menjelaskan mitos-mitos tentang membakar lemak yang beredar di masyarakat beserta fakta sebenarnya. Berikut ini di antaranya:

1. Sauna

Mitos: Berada di ruangan bersuhu 75-100 derajat Celcius tentu akan membuat tubuh berkeringat lebih banyak. Keringat itu dianggap sebagai tanda bahwa lemak terbakar secara maksimal.

Fakta: Salah. Sauna hanya mengeluarkan air dari dalam tubuh dan itu bukan bukti lemak yang terbakar. Air atau keringat yang keluar itu merupakan efek dari naiknya suhu tubuh. Denyut nadi ketika bersauna juga meningkat sebagai konsekuensi tubuh bertahan pada kondisi panas.

2. Pakai Baju Parasut

Mitos: Memakai bahan dari parasut atau plastic saat berolahraga akan member efek panas pada tubuh sehingga keringat pun lebih banyak keluar. Itu berarti lemak juga lebih banyak yang terbakar.

Fakta: salah. Bahan parasut memang menimbulkan keringat meski tidak digunakan saat berolahraga. Sebab, bahan ini akan meningkatkan suhu tubuh. Bahkan memakai pakaian parasut ini dalam jangka waktu lama pada cuaca panas akan berakibat buruk. Yaitu dehidrasi dan kekurangan udara. Efek terburuk bisa mengakibatkan pusing, mual bahkan pingsan karena dehidrasi.

3. Jogging

Mitos: Jalan cepat atau berlari-lari kecil merupakan cara efektif untuk membakar lemak.

Fakta: benar. Sebab, lari merupakan salah satu bagian olahraga kardio. Sementara olahraga kardio sendiri akan membuat jantung bekerja optimal untuk memompa darah dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Pada fase ini, lemak akan terbakar secara optimal. Sedangkan keringat yang keluar saat jogging merupakan sisa pembakaran tersebut. Namun agar benar-benar efektif sebaiknya jogging dilakukan lebih dari 20 menit. Sebab bila kurang dari 20 menit yang terbakar adakah karbohidrat.

4. Intensitas Olahraga Tinggi

Mitos: Ketika berlatih lebih keras, maka energy yang dikeluarkan akan lebih banyak. Itu berarti lemak terbakar pun lebih maksimal.

Fakta: Salah. Olahraga yang keras tidak akan membakar lemak, meski anda sudah kehabisan tenaga. Olahraga yang membakar lemak justru yang berintensitas rendah sebab zona membakar lemak berada pada 50-65 persen dari denyut nadi maksimal. Olahraga keras hanya membakar karbohidrat dan itu membuat lapar setelah olahraga.

5. Suplemen

Mitos: Suplemen pembakar lemak mengandung bahan yang bisa membantu membakar lemak lebih banyak.

Fakta: Bisa ya bisa tidak. Sebab, pembakaran lemak itu tergantung pada kondisi tubuh. Jika tubuh dalam kondisi prima dan enzim-enzim bekerja dengan baik maka kandungan carnitine yang terdapat dalam seplemen itu akan bekerja dengan sempurna. Suplemen itu tidak akan bermanfaat sama sekali jika anda hanya meminumnya tanpa diimbangi olahraga.

6. Latihan Beban

Mitos: Latihan beban hanya sedikit membakar lemak karena tubuh tidak beraktivitas tinggi.

Fakta: Salah. Dibanding kardio, latihan beban memang tidak membakar kalori banyak. Namun, latihan beban akan membentuk massa otot. Sementara keberadaan massa otot itu akan membantu membakar lemak lebih banyak sehingga dalam jangka panjang lemak pun akan terbakar lebih banyak.

7. Jarang Berolahraga

Mitos: Orang yang jarang berolahraga berarti tubuhnya tidak terlatih sehingga ketika berolahraga tubuh jadi lamban merespon setiap gerakan yang dilakukan akibatnya lemak sulit terbakar.

Fakta: Bisa ya bisa tidak. Orang yang jarang olahraga memang tubuhnya tidak terlatih. Selain itu massa ototnya juga minimal sehingga lemak sebagai bahan bakar saat aktivitas tidak termanfaatkan dengan baik. Hanya jika orang tersebut berolahraga dengan teknik yang benar maka lemak pun akan terbakar sempurna.

Imbangi dengan Pola Makan Tepat

Membakar lemak secara maksimal kerap diidentikkan dengan meningkatnya suhu tubuh dan banyak keringat yang keluar. Padahal suhu tinggi saja sebenarnya belum tentu bakar lemak. Agar tidak salah, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu hal apa yang cocok untuk membakar lemak. Apapun jenis kegiatannya sebaiknya diimbangi pula dengan pola makan yang sehat. Jika memang ingin membakar lemak harus diimbangi dengan makanan yang tidak mengandung lemak jahat sehingga proses pembakarannya akan memberikan hasil yang maksimal. MITOS SEPUTAR PEMBAKARAN LEMAK

Post Update :
Date : Saturday, December 20, 2014 - Sabtu, 20 Desember 2014