Image124 MENGHALUSKAN KULIT DENGAN KEPOMPONG ULAT SUTRAKepompong ulat sutra atau kokon, merambah dunia kecantikan. Selain sebagai bahan pengampelas kulit (scrub) alami, kokon juga mengandung protein yang bermanfaat bagi kulit. Perawatan wajah dengan kepompong ini bisa anda lakukan sendiri di rumah.

Tren mutakhir di spa-spa terkemuka di Thailand adalah menggunakan Cocoon Scrub, kokon atau kepompong ulat sutra sebagai pengampelas kulit. Bahkan di Jepang, kokon dalam kemasan dijual di gerai-gerai perawatan kecantikan.

Mengapa kepompong ulat sutra dapat merambah dunia kecantikan? Ternyata, benda berwarna putih kekuning-kuningan yang ukurannya kira-kira sebesar telur burung puyuh dan memiliki lubang di salah satu ujungnya itu, mengandung protein yang bermanfaat bagi kulit.

Menurut penelitian Dr Hauschka, ilmuwan asal jerman, kokon memiliki komposisi jaringan yang mirip dengan struktur kulit manusia, dengan jumlah asam amino yang hampir sama. Demikian pula tingkat keasaman atau pH-nya. Sifat-sifat ini membuat kokon sangat efektif untuk perawatan kulit. Selain itu, kokon juga mengandung zat antibakteri yang bermanfaat melindungi jaringan kulit, sehingga dapat meringankan masalah-masalah kulit yang disebabkan oleh bakteri, jerawat, maupun komedo. Lapisan fibrion yang terdapat pada cangkang kokon membuat kulit lebih lembut dan bercahaya.
Kelemahannya, kepompong untuk perawatan kecantikan dan kesehatan hanya bisa digunakan sekali, setelah itu dibuang.

Dipadukan Dengan Totok

Di Jakarta, perawatan dengan kokon dibungkus dalam paket dengan sebutan Totok Herbal Kepompong yang merupakan rangkaian perawatan berupa totok wajah, scrub dengan kepompong, kompres herba dan masker aromaterapi.

Anita Rahayu, pemilik Anita Salon di Bintoro – Tangerang yang menyediakan perawatan tersebut, mengaku mengadaptasi perawatan wajah dan tubuh dengan kompres herba itu Thailand. Sebagai pelengkap perawatan, ia pun memasukkan totok wajah. Manfaat totok wajah ini antara lain adalah untuk memperlancar peredaran darah, merelakskan otot-otot wajah, membantu mengatasi garis kerutan, meringankan berbagai penyakit seperti migren, insomnia dan sinusitis.

Merendam Kepompong
Sebelum digunakan, kepompong direndam terlebih dahulu dalam air hangat bersuhu 40 derajat Celsius, selama 3-5 menit. Agar cangkang kepompong lunak dan protein yang terkandung di dalamnya mudah diserap oleh kulit.

Jika pengampelasan kulit wajah dengan gula atau garam laut masih menimbulkan sedikit rasa perih, tidak demikian halnya dengan kepompong. Cangkang kepompong yang dilapisi fibrion dan protein yang dapat melembutkan kulit, justru tidak meninggalkan rasa perih saat digosokkan pada wajah. Kendati demikian, daya kerjanya sebagai pengampelas wajah tetap optimal. Kokon bisa mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati dengan amat lembut, sehingga setelah diampelas, kulit tampak lebih cerah.

Kompres Herba

Perawatan kompres herba, yang dilakukan setelah totok, cukup unik karena menggunakan bantalan bertangkai yang bentuknya mirip stempel. Bantalan yang dilapisi kain kasa/belacu tersebut berisi berbagai herba unggul seperti temugiring, bangle, serai, lengkuas, kayu manis dan kulit jeruk. Kompres herba ini bisa meringankan nyeri otot, pegal linu, masuk angin, tegang otot, rasa lelah serta sulit tidur.

Sebelum digunakan, stempel berisi herba tersebut diuapkan terlebih dahuli. Setelah panas, terapis akan mengompreskannya pada titik-titik akupresur yang terdapat di samping dada, punggung, tangan, pinggul dan bokong. Cara terapis mengompreskan stempel herba itu mirip seseorang yang sedang mencap surat dengan stempel. Dengan jeda masing-masing 10 detik, stempel itu berpibdah-pindah titik. Aroma herba yang khas akan segera terhirup dan memberikan efek relaks, sementara kehangatan stempel kain yang bersentuhan dengan badan, membuat badan seperti dipijat-pijat. Efek hangat itulah yang membuat tubuh menjadi lebih relaks.

Ada stempel kain satunya lagi yang ukurannya lebih kecil berisi pasir kuarsa yang dimanfaatkan efek hangatnya, setelah stempel kain diuapkan dan dibubuhi minyak aromaterapi eucalyptus. Stempel ini hanya digunakan di akar rambut kepala bagian depan sampai di belakang telinga atau lokasi kelenjar-kelenjar getah bening.

Pentingnya Perawatan dari Dalam

Perawatan totok herbal kepompong ini, menurut Anita, boleh dilakukan seminggu sekali, mengingat bahan-bahan yang digunakan adalah alami. Mereka yang memiliki kulit sensitive pun bisa mencoba perawatan ini. Namun, apabila menginginkan hasil yang lebih maksimal, seyogyanya tidak mengabaikan perawatan dari dalam. Konsumsilah sayur mayor dan buah-buahan yang segar. Jangan lupa minum vitamin untuk kesehatan kulit seperti vitamin C, E dan olahraga. (Sumber: Nirmala)

Post Update :
Date : Tuesday, September 2, 2014 - Selasa, 2 September 2014