Women Health » health | » MENGGANTI ANTIBIOTIKA DENGAN HERBA MUNGKINKAH?
MENGGANTI ANTIBIOTIKA DENGAN HERBA MUNGKINKAH?
January 8th, 2010 | Add a Comment
Pemakaian antibiotika zaman sekarang makin merajalela. Eksesnya, pemakaian yang salah kaprah bahkan tidak efektif pula. Mungkinkah menggantikan antibiotika dengan herba?
Antibiotika termasuk obat golongan antimicrobial. Berdasarkan cara kerja dan banyak atau sedikitnya jenis bakteri yang bisa dihambat, dikelompokan sebagai antibiotika berspektrum lebar dan sempit. Penggunaan antibiotika yang rasional seharusnya melalui pemeriksaan bakteri yang diduga sebagai penyebab penyakit lalu dilakukan tes sensitivitas untuk mengetahui jenis antibiotika yang cocok.
Tatacara minum antibiotika berbeda menurut jenis antibiotikanya. Ada yang dikonsumsi sebelum makan untuk meningkatkan penyerapan, ada yang sesudah makan karena untuk mengurangi ganguan asam lambung, ada lagi yang cukup diberikan secara dosis tunggal sehari sekali (aturan lainnya misalnya 3 kali sehari, 4 kali sehari dan sebagainya). Sebagai patokan umum antibiotika tidak boleh dikonsumsi bersama-sama zat antasida (anti asam lambung), zat astringent (teh), protein (putih telur, susu) dan logam berat (preparat besi). Pemberian lebih dari satu jenis antibiotika, harus hati-hati.
Antibiotika Dalam Herbal TCM
Para praktisi TCM (Traditional Chinese Medicine), juga para herbalis, menggunakan herba dalam bentuk tunggal atau ramuan (bentuk formula). Meski orang menyebutnya herba atau herbal, namun ada juga bahan-bahan non nabati misalnya mineral dan bagian hewan (Hicks J. principles of Chinese Herbal Medicine, Harper Collins Publisher Ltd. 1997).
Pengobatan herba Cina sedikit berbeda dengan pengobatan herba Barat. Dasarnya sama yaitu bahan tunggal, namun dalam TCM umunya dalam bentuk ramuan. Inilah keunggulan dan keunikannya, karena betapa sulit menggabungkan beberapa herba hingga didapat interaksi yang harmonis.
Dari sudut pandang farmasi, antibiotika adalah suatu sediaan mono atau single isolate yang sangat berbeda dengan sediaan herba dalam TCM yang umumnya bersifat kasar dan tidak murni. Dalam satu bahan natural, baik dalam bentuk akar, batang, buah maupun bunga yang saling berinterksi dalam harmoni untuk menghasilkan efek terapi.
Keadaan inilah yang selama ini sulit menyatukan cara pandang Barat dan Timur karena sampai kini kandungan aktif satu macam herba belum bisa dipahami secara mendasar apalagi dalam bentuk kombinasi yang umumnya dalam konsep TCM. Praktisi medis Barat hanya bisa mengobservasi data klinik, laboratorium dan melihat adanya perubahan tanpa memahami kenapa dan bagaimana campuran tersebut berproses dan menghasilkan efek penyembuhan. Mereka mengakui adalah efek positif namun belum bisa memahami aspek farmakokinetik (efek penyembuhan pasien) dan farmakodinamik (efek khasiat) zat herba. Ini dirasakan sebagai keterbatasan cara pandang Barat (Leung PC, Xue CC, Cheng YC. A Comprhensive Guide to Chenese Medicine, World Scientific Publishing Co, Singapore 2003).
Dalam TCM dikenal banyak herba yang memiliki sifat sebagai antibiotika (misalnya Scutellaria, Honeysuckle, Forsythia) yang juga bersifat sebagai analgesic (penurun panas), anti inflamasi (anti radang/pembengkakan), juga anti septic. Umumnya herba juga mempunyai sifat antibiotika termasuk dalam golongan febrifugal atau detoksikan (herba untuk mengeluarkan racun tubuh). Multi efek (sekaligus menurunkan panas, membunuh kuman, menyembuhkan radang). Herba itu disebabkan banyaknya kandungan zat aktif di dalamnya serta cara penggunaannya yang umumnya tidak murni. Misalnya herba yang mempunyai efek antimicro organism yang juga antipiretik, Pulsatilla sinensis, Brassica alba, Oldenladia diffusa, Ginko biloba dan masih beberapa lagi.
Memahami Prinsip TCM
Untuk memahami cara pandang pengobatan TCM, seorang dokter diminta menanggalkan sejenak cara berfikir medis Barat karena cara pandang TCM sangat berbeda dengan medis konvesional Barat. Dalam memahami TCM seorang praktisi lebih baik mengenal latar belakang dan budaya China terlebih dulu, selain tentu saja fisiologi dan patologi, cara dianogse penyakit, prinsip dan cara terapi.
Satu hal lagi, TCM menyertakan unsure spiritual atau feeling yang tidak ditemukan dalam cara pengobatan Barat. Misalnya. Ketika demam biasanya penderita akan merasa gerah, tetapi pada banyak keadaan penderita justru merasa kedinginan. Sebaliknya perasaan panas pada seseorang belum tentu diikuti peningkatan suhu tubuh, misalnya pada kasus hot flush (gejala rasa panas yang umumnya menyertai keadaan menopause pada wanita).
Dalam pemahamannya, Prinsip TCM adalah:
1. Menurut teori TCM, ketidakseimbangan unsure Yin dan Yang (energy panas dan dingin) merupakan akar segala penyakit. Jadi menyeimbangkan unsure Yin dan Yang tubuh merupakan titik awal langkah terapi dalam mengatasi setiap gangguan kesehatan.
2. Menentukan prioritas gejala yang lebih dulu harus diatasi. Menentukan mana yang lebih penting, kemudian yang kurang penting, diistilahkan sebagai fundamental dan incidental. Sebagai patokan umum, dikatakan dalam kasus emergensi/darurat, diatasi lebih dulu gejala akutnya. Setelah mereda, barulah aspek fundamental dibenahi.
3. Memahami perbedaan gejala yang disebabkan perbedaan factor luar, misalnya diet, cuaca, lokasi dan aktivitas. Semua itu dapat mempengaruhi gejala yang muncul.
4. Menentukan cara dan obat yang berlawanan dengan sifat dan gejala penyakitnya. Misalnya mengobati penyakit dengan gejala dingin menggunakan herba atau metode memanaskan. Dan sebaliknya.
5. Ada lagi prinsip terapi terbalik, yaitu mengisi untuk kondisi penuh, membuka untuk kondisi terbuka. Contoh; pasien dengan gejala diare disertai sakit lambung akibat makanan yang tidak dicerna dengan baik. Meski dalam kasus ini sudah ada gejala diare tetap digunakan herba laksatif – purgative (menguras usus) dengan tujuan mengelontor penyebab utama gangguan yaitu terhambatnya pencernaan makanan dalam system pencernaan.
Dengan memahami ulasan tersebut, maka jelas terlihat bahwa substitusi antibiotika oleh herba TCM sangatlah mungkin. Justru penerapan herba TCM mempunyai keunggulan, misalnya jika tersangka infeksi disertai penurunan daya tahan tubuh. Contoh yang jelas pada infeksi tifus abdominalis.
Sebagian pasien menunjukkan respon positif (terdeteksi pada kultur empedu) dengan konsumsi antibiotika, namun seringkali ditemukan pasien-pasien yang jsutru merasa makin tidak sehat bahkan kualitas tubuhnya turun setelah mengkonsumsi antibiotika. Sore hari suhu tubuhnya meningkat, lesu, nafsu makan menurun bahkan tidur pun terganggu, padahal jika dilakukan tes laboratorium, kuma tifusnya sudah negative/hilang. Dalam TCM kasus tersebut segera diatasi dengan pemberian herba febrifugal, laksatif-purgatif, dan herba yang menguatkan unsure yin (body fluid), misalnya herba Coptis atau huang Lien, juga Radix rhemania.
Contoh kasus lain yang sering ditemui dalam praktek dr. Anton Budiono, M.Sci, Universitas Indonesia, seorang praktisi herba adalah luka pada pasien diabetes (ulkus diabetikum). Konsumsi antibiotika apa pun tidak bisa mengatasi kasus ini. Namun dalam praktik, dengan member herba (misalnya Tien Chi atau radix notogingseng) serta nutrisi (misalnya jamur tertentu), ulkus bisa segera tertutup/mongering tanpa harus diamputasi.
Antibiotika Bisakah Diganti Herbal?
Berdasar pengalaman dr. Anton Budiono dalam menangani pasien di lapangan (lebih darin 8.000 pasien dengan sekitar 30.000 kali kunjungan), antibiotika tidak pernah digunakan. Walaupun menurut dr. Anton Budiono tidak anti terhadap keberadaan antibiotika namun latar belakang pendidikan medis Barat dan tambahan pemahaman terhadap prinsip TCM mengarahkan pandangan saya bahwa antibiotika dapat digunakan terutama pada kasus akut dan/atau pasien dengan daya tahan tubuh yang sangat lemah dengan tidak melupakan factor penting lainnya yaitu nutrisi termasuk cara mengkonsumsinya. (Sumber : Nirmala)
search terms :
dr anton budiono,zat astringent,dokter anton budiono,dr anton dokter herbal,pengobatan membersihan ulat pada ulkus diabetes,menghilangkan ulat pada luka ulkus dm,makalah pemberian obat melalui teknik panas dan dingin,khasiat Forsythia herba,anton budiono,mengobati liver dengan tcm,pengobatan tcm,pengertia purgatif,pemberian obat terapi panas dingin,obat huang lien,mungkinkah herbal tidak cocok sebagai obat antibiotik,obat herbal untuk demam dan batuk pilek ala dokter anton,perbandingan antibiotik dengan obat herbal,prinsip aspek antibiotik,www Kantor praktek Dr Anton Budiono com,tip membuka klinik tcm,sifat monoglutein,prinsip pengobatan TCM,prinsip herbal medicine,cara pemberian obat melalui terapi panas dingin,perbedaan herba dengan herbal,perbedaan herba dan herbal,perbedaan astringen dan antibiotik,maag dr anton budiono,klinik dr anton budiono m s akupuntur,dr anton budiono herbalis,antibiotik diganti apa?,dokter anton nirmala,dokter anton budiono mengobati kanker,Dapatkah antibiotik diganti dengan herbal,cara penanganan yang baik dalam terapi panas dingin,cara pemberian obat dengan terapi panas-dingin,Bisakah antibiotik diganti dengan herbal?,aturan mengganti antibiotik,dr anton budiono menyembuhkan gagal ginjal,dr anton herbal,kerja antibiotik penurunan panas,kelebihan antibiotik herbal,kasiat buah menurut dr anton budiono,jenis herba panas,jadwal praktek dr anton budiono,herba dingin,herba adalah,gangguan pola makan menurut tcm,efek obat herba yang cocok sebagai antibiotik,apakah zat astringent
Filed under: health | · Tags: 3 porsi nasi dan 1 porsi biji-bijian. Namun, 4 kali sehari dan sebagainya). Sebagai patokan umum antibiotika tidak boleh dikonsumsi bersama-sama zat antasida (anti asam lambung), 52 gr psyllium husk dan inulin chicory) yang terbukti aman bagi saluran pencernaan, ada lagi yang cukup diberikan secara dosis tunggal sehari sekali (aturan lainnya misalnya 3 kali sehari, ada yang sesudah makan karena untuk mengurangi ganguan asam lambung, anti inflamasi (anti radang/pembengkakan), antibiotika adalah suatu sediaan mono atau single isolate yang sangat berbeda dengan sediaan herba dalam TCM yang umumnya bersifat kasar dan tidak murni. Dalam satu bahan natural, antibiotika tidak pernah digunakan. Walaupun menurut dr. Anton Budiono tidak anti terhadap keberadaan antibiotika namun latar belakang pendidikan medis Barat dan tambahan pemahaman terhadap prinsip TC, baik dalam bentuk akar, barulah aspek fundamental dibenahi. 3. Memahami perbedaan gejala yang disebabkan perbedaan factor luar, batang, Brassica alba, buah maupun bunga yang saling berinterksi dalam harmoni untuk menghasilkan efek terapi. Keadaan inilah yang selama ini sulit menyatukan cara pandang Barat dan Timur karena sampai kini kandungan aktif , cara dianogse penyakit, Cheng YC. A Comprhensive Guide to Chenese Medicine, cuaca, dan herba yang menguatkan unsure yin (body fluid), dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan olahan, dengan alasan kesibukan dan gaya hidup modern yang selalu ingin serba cepat, dengan member herba (misalnya Tien Chi atau radix notogingseng) serta nutrisi (misalnya jamur tertentu), diatasi lebih dulu gejala akutnya. Setelah mereda, diistilahkan sebagai fundamental dan incidental. Sebagai patokan umum, dikatakan dalam kasus emergensi/darurat, dikelompokan sebagai antibiotika berspektrum lebar dan sempit. Penggunaan antibiotika yang rasional seharusnya melalui pemeriksaan bakteri yang diduga sebagai penyebab penyakit lalu dilakukan tes sens, diketahui 20% penduduk Jakarta mengalami sulit BAB. Separuh dari angka tersebut ternyata frekuensi BAB-nya antara 2 hingga 3 hari sekali, Forsythia) yang juga bersifat sebagai analgesic (penurun panas), Ginko biloba dan masih beberapa lagi. Memahami Prinsip TCM Untuk memahami cara pandang pengobatan TCM, Harper Collins Publisher Ltd. 1997). Pengobatan herba Cina sedikit berbeda dengan pengobatan herba Barat. Dasarnya sama yaitu bahan tunggal, harus hati-hati. Antibiotika Dalam Herbal TCM Para praktisi TCM (Traditional Chinese Medicine), Honeysuckle, juga anti septic. Umumnya herba juga mempunyai sifat antibiotika termasuk dalam golongan febrifugal atau detoksikan (herba untuk mengeluarkan racun tubuh). Multi efek (sekaligus menurunkan panas, juga para herbalis, juga Radix rhemania. Contoh kasus lain yang sering ditemui dalam praktek dr. Anton Budiono, kadang anjuran sulit dipenuhi. Karenanya mengkonsumsi suplemen serat – Vegeta – dengan kandungan serat 8.4 gr (5, KANKER USUS MENGINTAI Kondisi tubuh yang sehat salah satunya ditandai dengan system pencernaan yang terdiri dari kolon/usus besar dan usus halus/usus kecil yang bekerja dengan baik. Bagian akhir dari , karena betapa sulit menggabungkan beberapa herba hingga didapat interaksi yang harmonis. Dari sudut pandang farmasi, kemudian yang kurang penting, ketidakseimbangan unsure Yin dan Yang (energy panas dan dingin) merupakan akar segala penyakit. Jadi menyeimbangkan unsure Yin dan Yang tubuh merupakan titik awal langkah terapi dalam mengatasi setiap, khususnya di RSCM Jakarta, kini semakin menjadi pilihan. (Sumber: Nirmala), kuma tifusnya sudah negative/hilang. Dalam TCM kasus tersebut segera diatasi dengan pemberian herba febrifugal, laboratorium dan melihat adanya perubahan tanpa memahami kenapa dan bagaimana campuran tersebut berproses dan menghasilkan efek penyembuhan. Mereka mengakui adalah efek positif namun belum bisa memaha, laksatif-purgatif, lembaga kesehatan dunia merekomendasikan pemenuhan kebutuhan serat 25 – 30 gram setiap hari yang dapat diperoleh dengan mengkonsumsi 4 porsi sayur dan buah, lesu, lokasi dan aktivitas. Semua itu dapat mempengaruhi gejala yang muncul. 4. Menentukan cara dan obat yang berlawanan dengan sifat dan gejala penyakitnya. Misalnya mengobati penyakit dengan gejala dingin, M.Sci, maka di Indonesia diketahui bahwa kanker usus lebih banyak terjadi pada usia di bawah 40 tahun. Keadaan ini tentu saja memprihatinkan karena mereka terkena pada usia produktif yang akan berdampak pada, maka jelas terlihat bahwa substitusi antibiotika oleh herba TCM sangatlah mungkin. Justru penerapan herba TCM mempunyai keunggulan, maka kita harus melakukannya dengan benar pula yaitu dengan mengikuti asas-asas diet yang tepat. Terus Bertambah Hasil temuan ‘The American Journal of Gastroenterology’ pada tahun 2003 menyebutkan bah, maka semakin tinggi resiko terkena kanker usus. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian Fred Hutchison Cancer Research dan University of Washington tahun 1998 yang menyebutkan bahwa orang yang serin, makan tidak teratur, membuka untuk kondisi terbuka. Contoh; pasien dengan gejala diare disertai sakit lambung akibat makanan yang tidak dicerna dengan baik. Meski dalam kasus ini sudah ada gejala diare tetap digunakan her, membunuh kuman, MENGGANTI ANTIBIOTIKA DENGAN HERBA MUNGKINKAH?, menggunakan herba dalam bentuk tunggal atau ramuan (bentuk formula). Meski orang menyebutnya herba atau herbal, menyembuhkan radang). Herba itu disebabkan banyaknya kandungan zat aktif di dalamnya serta cara penggunaannya yang umumnya tidak murni. Misalnya herba yang mempunyai efek antimicro organism yang juga , mereka yang pro menyakini bahwa serat dapat mempercepat waktu transit makanan, meski masih ada di antara para ahli kesehatan yang meragukan keampuhan serat sebagai pencegah timbulnya kanker usus besar, misalnya diet, misalnya herba Coptis atau huang Lien, misalnya jika tersangka infeksi disertai penurunan daya tahan tubuh. Contoh yang jelas pada infeksi tifus abdominalis. Sebagian pasien menunjukkan respon positif (terdeteksi pada kultur empedu) dengan, misalnya pada kasus hot flush (gejala rasa panas yang umumnya menyertai keadaan menopause pada wanita). Dalam pemahamannya, nafsu makan menurun bahkan tidur pun terganggu, namun ada juga bahan-bahan non nabati misalnya mineral dan bagian hewan (Hicks J. principles of Chinese Herbal Medicine, namun dalam TCM umunya dalam bentuk ramuan. Inilah keunggulan dan keunikannya, namun seringkali ditemukan pasien-pasien yang jsutru merasa makin tidak sehat bahkan kualitas tubuhnya turun setelah mengkonsumsi antibiotika. Sore hari suhu tubuhnya meningkat, Oldenladia diffusa, pada gilirannya berakibat pada kondisi sulit buang air besar (BAB). Padahal jika kita ingin usus besar bekerja dengan benar, padahal jika dilakukan tes laboratorium, Pemakaian antibiotika zaman sekarang makin merajalela. Eksesnya, pemakaian yang salah kaprah bahkan tidak efektif pula. Mungkinkah menggantikan antibiotika dengan herba? Antibiotika termasuk obat golongan antimicrobial. Berdasarkan cara kerja dan banyak atau sediki, prinsip dan cara terapi. Satu hal lagi, Prinsip TCM adalah: 1. Menurut teori TCM, protein (putih telur, Pulsatilla sinensis, sedangkan sisanya walaupun BAB-nya setiap hari, sejak masuk ke pencernaan hingga keluar sebagai fasen/tinja. Dengan demikian tinja yang dihasilkan tidak keras dan kecil sehingga BAB pun lancer dan teratur tiap hari. Selain itu percepatan waktu tran, selain tentu saja fisiologi dan patologi, seorang dokter diminta menanggalkan sejenak cara berfikir medis Barat karena cara pandang TCM sangat berbeda dengan medis konvesional Barat. Dalam memahami TCM seorang praktisi lebih baik mengenal lat, seorang praktisi herba adalah luka pada pasien diabetes (ulkus diabetikum). Konsumsi antibiotika apa pun tidak bisa mengatasi kasus ini. Namun dalam praktik, seperti makan terburu-buru, setiap tahun diketemukan rata-rata 50 pasien baru terserang penyakin kanker usus. Kalau di Negara maju angka kejadian kanker usus lebih besar dari pada usia 60 tahun ke atas, Singapore 2003). Dalam TCM dikenal banyak herba yang memiliki sifat sebagai antibiotika (misalnya Scutellaria, susu) dan logam berat (preparat besi). Pemberian lebih dari satu jenis antibiotika, tahun 2003 menyempulkan bahwa peningkatan konsumsi serat pada masyarakat Amerika yang kurang dari 15 gram per hari telah dapat mengurangi resiko kanker sebanyak 27%. Nah kini terbukti sudah bahwa kons, TCM menyertakan unsure spiritual atau feeling yang tidak ditemukan dalam cara pengobatan Barat. Misalnya. Ketika demam biasanya penderita akan merasa gerah, termasuk di Indonesia dan merupakan penyebab kematian kedua di Amerika Serikat. Jumlah penderita penyakit ini pun terus bertambah. Di Amerika Serikat setiap tahun terdapat 1300 ribu kasus baru dengan , tetapi pada banyak keadaan penderita justru merasa kedinginan. Sebaliknya perasaan panas pada seseorang belum tentu diikuti peningkatan suhu tubuh, tetapi sering dengan keluhan keras tidak lancar dan tidak tuntas. Namun, ulkus bisa segera tertutup/mongering tanpa harus diamputasi. Antibiotika Bisakah Diganti Herbal? Berdasar pengalaman dr. Anton Budiono dalam menangani pasien di lapangan (lebih darin 8.000 pasien deng, Universitas Indonesia, World Scientific Publishing Co, Xue CC, yaitu mengisi untuk kondisi penuh, zat astringent (teh)
TRANSLATE
Obat Herbal
- Cordy Juice Herbal Untuk Membantu Menyembuhkan Jantung Bocor
- Cordy Juice Obat Herbal Alami Penyakit Jantung
- Cordy Juice : Sembuh Dari Ketergantungan Insulin Karena Diabetes Mellitus
- Cordy Juice Untuk Deman Berdarah
- Cordy Juice Obat Herbal Sembuhkan Penyakit Maag Akut Secara Tuntas
- Cara Order (Pemesanan)
- Cordy Juice Obat Herbal Untuk Sakit Tulang Belakang (Slip Disc)
- Cordy Juice Untuk Kencing Manis (Diabetes)
- Cordy Juice Untuk Menyembuhkan Batuk Yang Terus Menerus
- Cordy Juice Obat Herbal Untuk Nyeri Lutut
Twitter Update
Random Posts
Pages
Similar Posts
Popular Posts
- GANGGUAN MENTRUASI DAN CARA MENGATASINYA 172 comment(s)
- PRICE LIST AND ORDER 153 comment(s)
- SUPER LUTEIN 90 comment(s)
- SERING BUANG AIR KECIL (KENCING), BERBAHAYAKAH BAGI KESEHATAN? 88 comment(s)
- WASPADAI GEJALA SERANGAN JANTUNG 40 comment(s)
Catatanku di Website
- iPhone 4S di Indonesia Terobos Kepungan Smartphone Lain
- Manfaat Konten Lokal Buatan Indonesia
- Telkomsel Doodle Competition, coretan berhadiah Blackberry 9700
- Banjir Ultrabook Di Pasar PC Indonesia
- Karapan Sapi, Antara Pesta Rakyat & Adu Gengsi ala Madura
- Atlantica Online – Cara Download & Install Atlantica Online
- Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik
- Asus Zenbook UX21: Spesifikasi & Harga Ultrabook Asus
- Lenovo Ultrabook IdeaPad U300s: Performa, Spesifikasi, Harga
- Atlantica Online – Game Online Indonesia dari Gemscool
Recent Search Terms
- detoksifikasi
- Manfaat sawi patih
- Benjolan pada betis anak
- Obat sakit tenggorokan/amandel
- perawatan wajah kusam
- posisi saat persalinan
- kaki tiba-tiba terasa pegal kenapa?
- apakah membakar lemak harus keringat
- manfaat cincau
- Telat haid diakibatkan oleh apa
- balita
- ramuan alami mengatasi ejakulasi dini
- ciri-ciri kilatan cahaya pada penderita ablasio retina
- guna mayones
- kulit kering dan kusam
- manfaat bambu
- Kenapa kalau malam hari saya sering kencing
- mual nyeri ulu hati mag atau tanda kehamilan
- pijit telapak kaki sex
- pengertian obesitas menurut para ahli





Recent Comments