MEMILIH SAMPO YANG TEPAT

uban4 MEMILIH SAMPO YANG TEPAT

MEMILIH SAMPO YANG TEPAT

MEMILIH SAMPO YANG TEPAT. Banyak produk sampo yang dijual di pasaran, yang menawarkan keunggulan sendiri-sendiri, tentu membuat kita bingung memilihnya. Lalu, bagaimana cara memilih sampo yang tepat?

Apa yang anda perhatikan ketika membeli sampo? Jenis kulit kepala atau jenis rambut? Bila dilakukan survey, pasti mayoritas orang memilih sampo sesuai dengan jenis rambutnya. Padahal, menurut dr Dewi Inong Irana Spkk, memilih sampo itu sebaiknya tidak hanya menyesuaikan dengan jenis rambut. Tapi, juga harus menyesuaikan dengan kulit kepala.

Rambut itu seperti tanaman yang ada di tanah. Kalau tanahnya tidak subur tentu tanamannya juga tidak akan subur. Jadi, ketika memilih sampo sebaiknya juga memperhatikan kulit kepala sebab, rambut itu berasal dari kulit kepala. Karenanya, ketika memilih sampo, agar benar-benar memperhatikan jenis kulit kepala. Bukan hanya jenis rambut. Pada dasarnya, jenis rambut memang mengikuti jenis kulit kepala. Tapi bisa saja jenis rambut berbeda dengan jenis kulit kepala. Misalkan, ada rambut yang kering, tapi kulit kepalanya berminyak. Hal ini bisa terjadi karena perlakuan yang salah pada rambut. Di antaranya karena rambut sering dikeriting atau terlalu sering di hair dryer. Karenanya, sekali lagi Inong mengingatkan agar tidak salah memilih sampo karena bisa berdampak buruk.

FUNGSI UTAMA

Fungsi utama sampo adalah untuk membersihkan rambut dari kotoran dan minyak. Bukan melembabkan atau melindungi warna rambut. Karena itu sampo hanya mengandung dua bahan, yaitu:

1. Deterjen

Deterjen adalah kandungan utama dari shampoo. Bahan ini membuat sampo jadi berbusa bila ditambah air. Deterjen juga berguna mengobati kerusakan rambut dan mencegah rambut jadi kering. Mayoritas sampo mempunyai dasar deterjen ditambah penstabil kimia, pengawet, dan pelembab. Tapi sekarang banyak deterjen yang mengandung bahan kimia membahayakan. Salah satunya cationic, yang dapat mengiritasi mata.

2. Kondisioner

kondisioner merupakan pelengkap sampo yang mengandung pelembab. Pelembab ini dihasilkan dari lactroserum. Kandungan hydrolyzed keratin dalam kondisioner mampu memperbaiki rambut rusak. Kondisioner dengan pH 2,5 – 3,5 dapat membuat rambut tampak berkilau. Bagi yang sering memakai hair dryer disarankan untuk memilih kondisioner yang mengandung Thermal prefix. Memang ada sampo yang ditambahkan bahan lainnya. Tapi itu lebih ditujukan untuk membuat tampilan rambut lebih cantik. Bahan-bahan yang ditambahkan umumnya tidak berpengaruh terlalu besar kecuali bila yang ditambahkan itu henna atau urang-aring.

Jenis Kulit Kepala

Setelah mengetahui kandungan sampo, untuk mengenali jenis kulit kepala pada dasarnya mirip dengan jenis kulit wajah. Artinya, bila kulit wajah berminyak, biasanya kulit kepala juga berminyak. Jenis kulit kepala bisa diketahui menggunakan alat. Tapi, ada beberapa ciri tertentu yang bisa dilihat untuk mengetahui jenis kulit kepala, yaitu:

1. Berminyak

Kulit kepala berminyak ditandai dengan rambut yang mudah lepek apalagi bila tidak keramas selama beberapa hari, bila diraba terasa berminyak basah, dan pori-pori di kepala juga besar. Jenis kulit kepala berminyak paling bermasalah sebab kulit kepala berminyak menjadi lahan bagus untuk perkembangbiaknya jamur Pityrosporum ovale penyebab ketombe.

2. Kering

Kulit kepala kering ditandai dengan rambut yang tidak mudah lepek, pori-pori di kepala kecil kering terasa bersisik, gatal dan rambut terlihat kusam. Kulit kepala yang kering bias terkelupas, sehingga muncul serpihan-serpihan putih mirip ketombe.

3. Normal

Jenis kulit kepala normat tidak terasa berminyak atau bersisik, rambut tidak mudah lepek tampak segar dan cerah.

Selain berminyak, kering dan normal, ada juga kulit kepala yang sensitive. Kulit kepala sensitive timbul karena dipicu oleh perawatan yang salah sehingga timbul iritasi kulit yang menyebabkan kulit kepala jadi sensitive.

Jenis Rambut

Selain jenis kulit kepala yang harus diperhatikan dalam memilih sampo adalah jenis rambut. Ada empat jenis rambut yaitu:

1. Normal

Rambut yang normal mempunyai cirri-ciri daya elastisitas 20 persen, jika diraba lembut dan halus, bercahaya dan mudah ditata.

2. Keriting

Rambut kering mempunyai ciri-ciri bersuara bila dipegang, penampilan gersang dan kaku, warna pirang atau kemerahan, tipis, rapuh, ujung berbelah, sering ditumbuhi ketombe, rambut tampak kusam dan tidak cepat kotor.

3. Berminyak

Rambut berminyak mempunyai cirri-ciri pertumbuhannya lebat, sangat elastic (mencapai 40-50 persen), selalu basah dan lengket, sering ditumbuhi ketombe, cepat kotor dan mengkilap.

4. Rambut Rusak

Rambut rusak bukan termasuk jenis rambut yang terjadi secara alami. Melainkan terjadi karena pengaruh luar. Misalnya proses kimia seperti bleaching, pewarnaan, pengeritingan, pelurusan, pemanasan dan sebagainya. Rambut rusak mempunyai cirri-ciri kasar bila disentuh, tidak berkilau (kusam), mudah kusut, bercabang, susah diatur, warnanya tampak lebih gelap dan jika diwarnai akan cepat pudar. Tektur rambut juga harus diperhatikan sebab tektur rambut juga mempengaruhi distribusi minyak yang dihasilkan sebum di kulit kepala. Misal pada rambut ikal atau keriting, meski bagian akarnya berminyak biasanya ujung batang rambutnya cenderung kering. Hal itu karena distribusi minyak yang dihasilkan sebum di kulit kepala tidak merata ke seluruh batang rambut. Sementara kulit kepala berminyak dengan rambut yang tekstur lurus atau tipis biasanya akan berminyak mulai akar hingga ujung rambut karena tektur rambut lurus dan tipis lebih memudahkan distribusi minyak yang lebih merata ke seluruh batang rambut.

Pemilihan Sampo Yang Tepat

Dalam memilih sampo harus tepat agar tidak berdampak buruk. Pemilihan sampo sebaiknya terpisah dari kondisioner karena kebutuhan setiap rambut berbeda. Kondisioner berfungsi untuk melembutkan dan melindungi rambut dari sinar matahari serta membuat rambut jadi lebih mudah diatur. Bagamana bila produk sampo yang ditawarkan hanya mencantumkan jenis rambut saja, seperti untuk rambut keriting atau berminyak?

1. Rambut Berminyak

Untuk rambut dan kulit kepala berminyak, disarankan tidak menggunakan sampo atau kondisioner yang terlalu berat. Dan jangan menggunakan sampo terlalu banyak mengandung lemak, seperti sampo 2 in 1 atau 3 in 1. Sebab, sampo seperti itu akan membuat kulit kepala dan rambut tambah berminyak sehingga menimbulkan ketombe. Gunakan sampo yang berlebel clarifiying. Sampo jenis ini efektif membersihkan minyak pada rambut, atau sampo jenis mint atau yang mengandung Aloe vera atau lidah buaya untuk mendinginkan kepala lebih dingin. Sedangkan bila hanya kulit kepala yang berminyak, sebaiknya pilih sampo untuk rambut berminyak, sedang kondisionernya untuk rambut kering guna menyeimbangkan.

Frekuensi:

Untuk rambut berminyak, sebaiknya cuci setiap dua hari sekali. Jangan setiap hari karena sering mencuci rambut dibarengi pemijatan justru akan merangsang produksi minyak.

2. Rambut Kering

Rambut yang sering diwarnai atau dikeriting dapat melemahkan struktur rambut dan menyebabkan kerusakan. Begitu juga dengan paparan panas dari alat-alat listrik dan sinar matahari. Hal itu bias membuat rambut tercekik. Untuk memulihkan kondisi rambut yang kering ke kondisi alamiahnya disarankan untuk menggunakan sampo dan kondisioner yang melembabkan atau pilih sampo jenis dry therapy yang mampu mengembalikan kelembaban rambut. Berilah perawatan deep conditioner sekali seminggu dan gunakan kondisioner hanya pada batang dan ujung rambut.

Frekuensi:

Rambut kering sebaiknya dicuci dua kali seminggu. Jangan terlalu sering karena bisa mengikis minyak alamiah di kulit kepala.

3. Rambut Normal

Untuk rambut normal, sebaiknya menggunakan sampo jenis daily therapy agar rambut terasa lebih lembut dan indah. Lindungi selalu rambut yang normal dari kerusakan yang bisa terjadi akibat salah perawatan dan penggunaan alat-alat treatment rambut.

Frekuensi:

Untuk rambut normal, disarankan mencuci rambut 3-5 hari sekali. Sebab, rambut memerlukan sebum (minyak) sebasea yang diproduksi kelenjar kulit kepala untuk melapisi dan memproteksi rambut, sehingga rambut tetap bersinar, tidak kering dan tidak pecah-pecah.

Faktor Lain

Selain dipengaruhi oleh jenis rambut, frekuensi mencuci rambut juga dipengaruhi oleh:

1. Mudah Kotor Tidaknya Rambut

Rambut yang mudah kotor atau terasa lengket, bisa mencuci rambut sehari sekali. Tapi kalau rambut tidak mudah kotor, penggunaan sampo sebaiknya tidak terlalu sering yaitu paling tidak dua atau tiga hari sekali. Kalau rambut masih bersih, tentu tidak perlu dicuci. Tapi, kalau memang sudah kotor dan lepek ya sebaiknya segera dicuci agar kotoran tidak semakin menumpuk.

2. Sehat – Tidaknya Kondisi Rambut

Jika kondisi rambut tidak sehat dan akarnya lemah (mudah rontok), sebaiknya tidak mencuci rambut setiap hari. Sebab, kondisi rambut yang basah dapat semakin melemahkan akar rambut. Apalagi jika cara keramas dan mengeringkannya salah, sehingga akan semakin banyak rambut yang rontok karena tercabut paksa. Namun, jika kondisi sehat (akar rambut), keramas bisa dilakukan setiap hari. Apalagi jika menggosoknya dilakukan secara perlahan dan mengeringkan dan menyisirnya juga secara perlahan sehingga rambut tidak tercabut.

3. Tekstur Rambut

Frekuensi mencuci rambut justru dipengaruhi oleh tekstur rambut seperti:

a. Rambut Lurus

Boleh keramas hingga lima kali seminggu karena rambut tipe ini kuat tapi cepat berminyak.

b. Rambut Keriting

Disarankan keramas dua atau tiga hari sekali sebab rambut keriting cenderung lebih kering dan mudah bercabang. Untuk menjaga kelembabannya, basahi rambut setiap hari dengan air hangat dan gunakan kondisioner.

c. Rambut Sangat Kering

Sebaiknya keramas seminggu sekali menggunakan sampo yang mengandung moisturizer atau pelembab.

Dukung dengan Nutrisi yang Tepat

Untuk menjaga rambut tetap sehat dan indah, disarankan agar tidak lupa memperhatikan asupan nutrisi. Bila sirkulasi darah kita bagus, tentu nutrisi yang penting untuk rambut akan sampai ke folikel-folikel rambut sehingga rambut tubuh subur dan sehat. Beberapa nutrisi yang bagus untuk menjaga kesehatan rambut adalah:

  • Vitamin E, yang banyak terdapat dalam kacang-kacang dan biji-bijjian. Vitamin E adalah vitamin yang sangat diperlukan untuk memperindah rambut. Minyak yang menutupi pori-pori dapat dikurangi dengan mengkonsumsi vitamin E.
  • Zink, yang banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau seperti bayam
  • Biotin, yang banyak terdapat dalam ikan salmon, makarel dan telur. Khasiat telur untuk kesehatan rambut sudah dipercaya berabad-abad lamanya. Bahkan, zaman dulu wanita biasa menggunakan kuning telur untuk merawat keindahan rambutnya.
  • Sebaliknya, hindari terlalu banyak mengonsumsi kafein dan alcohol karena bisa membuat tubuh kehilangan beberapa mineral penting, seperti zat besi. Sebab kekurangan zat besi akan membuat rambut jadi tipis dan rontok.

Cara Keramas Yang Benar

Selain pemilihan sampo yang tepat, cara penggunaan sampo atau cara keramas pun harus benar. Ada beberapa hal yang harus diperhatkan ketika keramas, yaitu:

  • Sedikit tapi Efektif, jangan terlalu banyak menggunakan sampo. Cukuplah tuangkan sampo secukupnya di telapak tangan, campur dengan sedikit air kemudian gunakan pada kulit kepala secara merata.
  • Merata dan Bersih, untuk membuat sampo merata gosoklah kulit kepala dengan ujung jari. Bukan dengan kuku. Kemudian bilas rambut dan kulit kepala hingga benar-benar bersih. Jangan sampai ada yang tersisa karena sampo yang tertinggal di kulit kepala bisa menyebabkan munculnya ketombe. Jadi, proses pembilasan cukup penting dan menentukan. Adapun teknik keramas yang benar adalah:
  1. Sisir rambut terlebih dulu agar tidak kusut.
  2. Basahi rambut dengan air hangat hingga merata. Air hangat bersuhu 36,7 derajat Celcius dapat membantu membuka pori-pori sehingga nutrisi yang diberikan bisa meresap dengan baik.
  3. Usapkan sampo dan ratakan ke seluruh kulit kepala dan rambut. Mereka yang berambut pendek cukup menggunakan 6 ml sampo, rambut sedang 8 ml sedang rambut panjang 10 ml. Bagi yang rambutnya panjang, sebaiknya tetap diurai ke bawah. Jangan dikumpulkan ke atas. Usap sampo dari akar ke ujung rambut. Penyampoan sebaiknya dilakukan selama 28 detik dengan 20 kali pijatan atau gosokan.
  4. Pijat kulit kepala secara perlahan 2-3 menit, tapi rambut jangan sampai kusut dan jangan pernah menggaruk kulit kepala agar tidak terluka.
  5. Bilas rambut hingga bersih. Bila perlu gunakan sampo sekali lagi. Jadi sampo yang pertama untuk membersihkan minyak, debu dan kotoran dari rambut sedang yang kedua untuk membersihkan kulit kepala.
  6. Usapkan kondisioner hanya pada batang rambut tidak sampai kulit kepala karena akan membuat kulit kepala semakin berminyak kemudian ratakan. Penggunaan kondisioner sebanyak 2 ml untuk rambut pendek, 4 ml untuk rambut sedang dan 6 ml untuk rambut panjang. Pijat selama 3-5 menit. Kondisioner berguna untuk melembutkan dan melembabkan helai-helai rambut hingga berisi, lebih tebal dan bersinar. Dari hasil penelitian, kondisioner sebaiknya dioleskan menggunakan sisir bergigi jarang dan biarkan selama 57 detik sebelum membilasnya menggunakan air mengalir bersuhu 36.7 derajat celcius.
  7. Bilas rambut sampai bersih. Setelah keramas, gunakan tonik, serum atau vitamin rambut. Penggunaan vitamin atau serum rambut tidak akan mempengaruhi kulit kepala melainkan hanya mempengaruhi penampakan rambut dengan memberi lapisan yang membuat rambut terlihat bersinar.

 

Post Update :
Date : Wednesday, July 30, 2014 - Rabu, 30 Juli 2014