KETOMBE TAK JUGA HILANG? AWAS INFEKSI JAMUR

uban4 KETOMBE TAK JUGA HILANG? AWAS INFEKSI JAMUR

KETOMBE TAK JUGA HILANG? AWAS INFEKSI JAMUR

KETOMBE TAK JUGA HILANG? AWAS INFEKSI JAMUR. Ketombe yang tak juga hilang meski sudah diatasi dengan sampo antiketombe bisa jadi karena infeksi jamur. Bagaimana mengatasinya?

Munculnya ketombe tentu sangat mengganggu. Betapa tidak, adanya ketombe membuat rambut jadi kotor, sehingga mengganggu penampilan karena tidak sedap dipandang. Ketombe merupakan salah satu menafestasi dan dermatitis seboroik (penyakit kulit dengan keradangan di area yang paling banyak terdapat kelenjar minyak) yang paling ringan.

Meski begitu, ketombe pada dasarnya adalah sesuatu yang normal, asalkan jumlahnya tidak banyak dan tidak menimbulkan rasa gatal yang berlebihan. Sebab, ketombe pada dasarnya adalah sel-sel kulit mati yang normal terkelupas dalam pergantian kulit setiap bulan, untuk diganti oleh sel-sel baru yang lebih sehat.

Namun, adanya infeksi jamur pada kulit kepala menyebabkan pergantian yang normalnya satu bulan sekali, jadi lebih cepat. Akibatnya terjadi penumpukan sel-sel rambut yang terkelupas, atau yang sering disebut ketombe.

GEJALA

Infeksi jamur pada kulit kepala, atau dalam istilah kedokteran disebut tinea kapitis, dapat menyerang semua golongan usia, mulai anak-anak sampai orangtua. Infeksi tersebut dapat menyerang kepala, bulu mata dan alis. Untuk mengetahui ketombe disebabkan oleh infeksi jamur bukanlah hal mudah. Sebab, gejalanya sangat mirip dengan ketombe yang disebabkan oleh faktor lain.

Untuk mengetahui ketombe disebabkan oleh infeksi jamur bukanlah hal mudah. Sebab, gejalanya sangat mirip dengan ketombe yang disebabkan oleh faktor lain. Namun, ada beberapa hal yang bisa dijadikan gejala atau tanda bahwa ketombe disebabkan oleh infeksi jamur. Di antaranya adalah:

  • Rambut mudah patah atau rapuh.
  • Warna rambut jadi abu-abu, kusam dan tidak berkilau disertai rasa gatal yang mengganggu.
  •  Muncul lapisan bersisik di kulit kepala disertai reaksi radang dan gatal ringan.
  • Ada infeksi jamur di tempat lain dari tubuh.
  •  Ada kontal dengan orang yang diketahui menderita infeksi jamur. Sebab, infeksi jamur sangat mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain.

Penularan dapat terjadi melalui benda yang mengalami kontak dengan kulit kepala yang terinfeksi jamur. Karena itu, hindari penggunaan alat-alat seperti sisir, topi, handuk secara bersama-sama. Selain itu, bila memelihara hewan, perhatikan betul kebersihannya agar tidak menjadi sumber penularan. Sebab, penyebab infeksi juga dapat hidup pada bulu-bulu hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

PENANGANAN

Bila sudah ada tanda-tanda ketombe, sebaiknya segera ditangani. Sebab, infeksi yang berat dapat menyebabkan kebotakan permanent, yang tentunya sangat mengganggu kaum perempuan. Penanganan pada ketombe pada prinsipnya adalah dengan menurunkan jumlah produksi lemak dan menormalkan jumlah flora normal di kulit kepala. Caranya dengan:

  • Mencuci rambut setiap hari dengan sampo antiketombe yang mengandung selenium sulfide atau zinc pyrithion.
  •  Memberikan obat antijamur, yang dapat berupa obat minum maupun obat topical (dioleskan langsung pada tempat terkena). Biasanya lama pengobatan berkisar 6-12 minggu. Berkonsultasilah dengan dokter anda agar dapat diberikan obat dengan dosis dan cara pemakaian yang tepat.
  • Kurangi makanan tinggi lemak.
  • Membatasi konsumsi makan dan minuman yang memicu pertumbuhan jamur kulit. Misalnya, minuman beralkohol.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung zinc untuk memelihara aktivitas kelenjar minyak dan kekebelan tubuh.
  • Hindari menggaruk kulit kepala agar tidak lecet dan menimbulkan infeksi sekunder.

Faktor Lain Penyebab Ketombe

Selain karena infeksi jamur, ada banyak faktor lain yang bisa menyebabkan munculnya ketombe. Berikut ini di antaranya:

Peningkatan Produksi Minyak

Meningkatnya produksi minyak di kulit kepala dapat disebabkan oleh makanan tinggi lemak, stres, iklim, maupun obat-obatan yang akan meningkatkan aktivitas kelenjar lemak.

Peningkatan Flora Normal

Meningkatnya flora normal di kulit kepala dapat disebabkan oleh kesehatan kulit kepala yang kurang, daya tahan tubuh rendah, pemakaian obat-obatan tertentu yang menurunkan system kekebalan tubuh.

Flora normal yang menyebabkan ketombe adalah Pityrosporum ovale yang dapat menguraikan sebum, yaitu senyawa minyak minyak yang diproduksi kelenjar lemak kulit, menjadi senyawa yang mengiritasi kulit kepala. Akibatnya timbullah ketombe sebagai akibat iritasi tersebut.

Pemakaian Kosmetik Tertentu

Pemakaian kosmetik tertentu yang bersifat iritatif juga dapat menyebabkan munculnya ketombe.

Ketombe Bisa Terjadi Di Alis

Ketombe tidak hanya menyerang kulit kepala. Tapi, juga alis. Itu ditandai dengan munculnya sisik-sisik putih pada alis dan alis jadi tidak menyambung. Ada beberapa penyebab ketombe pada alis, yang masing-masing butuh penanganan berbeda. Berikut ini adalah :

Kulit Kering

Ketombe pada alis yang disebabkan oleh kulit kering bisa ditangani dengan menggosoknya perlahan secara memutar dengan telunjuk saat mencuci muka. Setelah itu, keringkan wajah dan berikan pelembab pada alis.

Dermatitis Seboroik

Ketombe pada alis yang disebabkan dermatitisseboroik dapat ditangani dengan menjaga kebersihan daerah yang terkena,

Psoriasis

Ketombe pada alis yang disebabkan psoriasis dapat ditangani dengan menghilangkan faktor-faktor pencetus timbulnya psoriasis dan memakai obat secara teratur baik salep maupun obat minum. KETOMBE TAK JUGA HILANG? AWAS INFEKSI JAMUR

 

Post Update :
Date : Friday, October 24, 2014 - Jumat, 24 Oktober 2014