HAJAR HIPERTENSI DENGAN SELEDRI

seledri 1 HAJAR HIPERTENSI DENGAN SELEDRI

HAJAR HIPERTENSI DENGAN SELEDRI

HAJAR HIPERTENSI DENGAN SELEDRI. Tahukah anda selain untuk sayuran dan menurunkan tekanan darah, seledri juga masih mempunyai banyak manfaat lain, di antaranya sebagai pencegah kanker payudara, gagal ginjal dan untuk kesehatan gigi.

Manfaat akan jauh lebih cepat terasanya apabila kita rutin mengkonsumsinya mentah. Ketika mengunyah zat dalam seledri akan memijit gusi-gusi kita dan kalsium dalam seledri bisa membantu penguatan gigi.

Selain itu seledri juga bisa mentralisir bumbu yang berbau tajam seperti bawang. Kandungan Vit C dan K seledri tergolong excellent. Selain itu seledri juga mengandung Vit A, phosphor, zat besi.

Di Eropa dan beberapa Negara Asia seperti Jepang, Cina dan Korea, tidak hanya mempergunakan daun saja, namun juga bagian tangkai sebagai bahan makanan atau penyedap masakan. Khasiat daun seledri sudah dikenal sejah sejarah awal Mesir, Yunani dan Romawi. Penyakit seperti flu, masalah pencernaan, limpa dan hati menggunakan biji tanaman asli sebagai obat penyakit tersebut.

Berdasarkan penelitian, tanaman keluarga Apiaceae itu mengandung natrium yang berfungsi sebagai pelarut untuk melepaskan deposit kalsium yang mengakut di ginjal dan sendi. Seledri juga mengandung magnesium yang berfungsi menghilangkan stress. Daun seledri mengandung protein, belerang, kalsium, besi, fosfor, vitamin A, B1 dan C.

Berdasarkan hasil penelitian, seledri juga mengandung psoralen, zat kimia yang menghancurkan radikal bebas biang penyebab kanker. Tingginya kadar sodium dalam seledri sangat berguna untuk menjaga ketahanan tubuh.

Setiap 100 gram daun seledri segar terkandung 130 IU vitamin A dan 15 mg vitamin C. Vitamin A dan vitamin C sebagai antioksidan cukup kuat. Serangan radikal bebas terhadap dinding sperma dan sel telur dapat dihambat oleh kedua vitamin ini.

Menurut ahli sejarah botani, daun seledri telah dimanfaatkan sebagai sayuran sejak abad XZII atau tahun 1640, diakui sebagai tanaman berkhasiat obat secara ilmiah baru pada tahun 1942. Pengembangbiakan tanaman seledri dapat digunakan2 cara, yaitu melalui bijinya atau pemindahan anak rumpunnya.

Peranannya dalam system reproduksi karena seledri mampu memperbaiki fungsi hormonal yang terganggu seperti nyeri haid, haid tidak teratur ataupun haid terlalu banyak. Berikut cara pemanfaatan daun seledri untuk mengatasi problem kesehatan anda.

REMANTIK

  • Potong 1 genggam daun dan batang seledri kecil-kecil, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminun sekaligus.
  • Iris 1 buah bongol seledri tipis-tipis, seduh dengan 3 cangkir air panas, lalu minum ramuan ini sebagai teh.
  • Atau bisa dengan mencuci 30-40 lembar daun seledri, lalu siram dengan air panas. Selanjutnya makan sebagai lalapan saat makan. Lakukan 2 kali sehari. Rebus 2 sendok makan biji sekedri dalam 2 liter air selama 3 jam dengan api kecil. Minum air rebusannya selagi panas sebanyak 1 cangkir sehari 3-4 kali.

MATA KERING (XEROFTALMIA)

  • Makan daun seledri sebagai lalapan segar bersama-sama dengan makan nasi. Lakukan tiap hari. Cuci daun seledri, daun bayam dan daun kelor (Moringan oleifera lamk.) masing-masing 1/3 genggam sampai bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan garam dapur seujung sendok tea dan ¾ cangkir air masak. Remas campuran ini sampai rata, kemudian peras dan saring. Minum air perasannya sekaligus, lakukan 3 kali sehari.

TEKANAN RADAH TINGGI

  • Cuci 100 gr seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 cangkir air, lalu peras dan saring. Selanjutnya tim sampai mendidih. Setelah dingin, bagi untuk 2 kali minum, pagi dan siang hari. Atau cuci 16 batang seledri seutuhnya sampai bersih dan potong-potong secara kasar, lalu masukkan ke dalam panic email. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai airnya tersisa ¾ nya. Setelah dingin, airnya diminum dan seledrinya dimakan. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing separuhnya.

BRONKITIS

  • Cuci 60 gr seledri segar, 10 gr kulit jeruk mandarin kering dan 25 gr gula aren sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin saring dan air saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari, masing-masing ¾ gelas.

BATUK

  • Cuci 30 gr seledri segar seutuhnya, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 3 gelas air bersih. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya. Gunakan ramuan ini untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

KOLIK, SAKIT PERUT SETELAH MELAHIRKAN

  • Sediakan 60 gr seledri segar seutuhnya, 1 ruas jari tangan jahe merah dan sepotong gula aren. Cuci bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

PSORIASIS, ALERGI

  • Sediakan 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang dan 1 buah bit ukuran sedang. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu dijus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan 2 kali sehari

MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL YANG TINGGI

  • Cuci 30 gr akar seledri sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

PENYUBUR RAMBUT

  • Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk halus. Setelah dikeramas, gosokan tumbukan daun seledri tersebut ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai, bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebh 1 jam. Selanjutnya, bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

MENGURANGI MINYAK BERLEBIH DI WAJAH

  • Cuci tiga batang seledri kemudian iris kecil-kecil, seduh dan tutupi. Biarkan dingin, lalu simpan di lemari es. Menjelang tidur malam, oleskan sari seledri ke wajah yang sudah dibersihkan. Setelah kering baru bilas muka hingga bersih. Lakukan dengan teratur. HAJAR HIPERTENSI DENGAN SELEDRI
Post Update :
Date : Tuesday, September 30, 2014 - Selasa, 30 September 2014