GEJALA ANEMIA

gejala anemia GEJALA ANEMIA

GEJALA ANEMIA

GEJALA ANEMIA  . Apa anemia itu? Anemia adalah keadaan dimana kadar sel-sel darah merah dan hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Hemoglobin terdapat dalam sel-sel darah merah dan merupakan pigmen pemberi warna merah sekaligus pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh sel-sel tubuh. Oksigen ini akan digunakan untuk membakar gula dan lemak menjadi energy. Hal ini dapat menjelaskan mengapa kurang darah dapat menyebabkanng gejala lemah dan lesu yang tidak biasa. Paru-paru dan jantung juga terpaksa kerja keras untuk mendapatkan oksigen dari darah yang menyebabkan nafas terasa pendek.

Walaupun gejalanya tidak terlihat atau samar-samar dalam jangka waktu lama. Kondisi ini tetap dapat membahayakan jiwa jika dibiarkan dan tidak diobati. Jika anda mengalami gejala lemah lesu berkepanjangan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabny. Anemia biasanya terdeteksi atau sedikitnya dapat dipastikan setelah pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar sel darah merah , hemotokrit dan hemoglobin. Pengobatan bisa bervariasi tergantung pada diagnosisnya.

Sel-sel darah baru dibuat setiap hari dalam sumsum tulang belakang. Zat gizi yan diperlukan untuk pembuatan sel-sel ini adalah besi, protein dan vitamin terutama asam folat dan B12. Dari semua ini, besi dan protein yang paling penting dalam pembentukan hemoglobin. Setiap orang harus memiliki sekitar 15 gram hemoglobin per 100 ml darah dan jumlah darah sekitar lima juta sel darah merah per millimeter darah.

GEJALA ANEMIA

Adapun gejala-gejala dari anemia adalah:

1. Lemah, lesu, pusing, mudah marah atau sulit konsentrasi.

2. Pucat terutama pada gusi dan kelopak mata atau bawah kuku.

3. Jantung berdebar nafas pendek.

4. Sariawan mulut atau lidah, bilur-bilur atau pendarahan tidak biasa.

5. Mati rasa atau kesemutan di daerah kaki.

6. Mual dan diare

PENYEBAB

Difesiensi besi adalah penyebab anemia paling umum. Defesiensi besi dapat terjadidari pola makan sehari-hari yang rendah besi. Kurang protein, asam folat, vitamin B12 dari makanan sehari-hari juga memungkinkan terjadinya anemia, mengingat pentingnya unsure-unsur tersebut dalam pembentukan sel-sel darah merah. Anemia juga bisa disebabkan hal-hal lain seperti pendarahan kecil tetapi terus menerus (slow bleeding) seperti akibat wasir, tukak lambung, kanker lambung atau usus dan efek penggunaan aspirin atau obat-obat nonsteroidal anti inflamasi terus menerus, menstruasi berat, penyakit yang berhubungan dengan darah seperti leukemia dan infeksi (cacing, malaria).

Pecandu alcohol, perokok, pasien dengan penyakit saluran pencernaan (gastritis, celiac disease atau crohn’s disease), vegetarian ekstrim, orang lanjut usia dan wanita hamil termasuk yang beresiko defisiensi besi, akibat gizi buruk atau kurang gizi atau penyerapan gizi kurng baik.

APA YANG DAPAT DILAKUKAN SUPLEMEN

Jika diagnosanya sudah jelas difiseinsi besi, kombinasikan suplemen besi dengan vitamin C. besi adalah komponen kunci hemoglobin dan vitamin C diperlukan untuk membantu penyerapan besi. Suplemen besi bisa cepat memperbaiki kondisi anemia sepanjang penyebab kurang darahnya sendiri sudah diatasi. Gunakan dosis yang dianjurkan karena kelebihan suplemen ini dapat mengiritasi lambung dan untuk mencegahnya sebaiknya dimakan bersama makanan atau setelah makan. Suplemen besi juga dapat membri warna hitam pada feses dan menyebabkan konstipasi atau diare.

APA YANG DAPAT ANDA LAKUKAN

Makanlah variasi makanan yang kaya besi, asam folat, dan B12 dari empat kelompok makanan wajib (protein, karbohidrat, lemak, sayuran dan buah) seperti polong-polongan kering dan kacang-kacangan, hati, daging, telur, ikan, kerang-kerangan, buah kering, sayuran hijau, kelompok buah sitrus.

Jika anda sering mengalami menstruasi berat, seger konsultasikan dengan dokter karena anda mempunyai risiko anemia. Bagi yang sedang hamil atau berencana untuk hamil, tanyakan pada dokter tentang perlu tidaknya mengkonsumsi suplemen besi. Segera pergi ke dokter jika anda melihat ada bercak darah pada fases atau urine anda. GEJALA ANEMIA

 

Post Update :
Date : Tuesday, July 22, 2014 - Selasa, 22 Juli 2014