SERING SAKIT PUNGGUNG? WASPADAI SKOLIOSIS!

sakit+punggung SERING SAKIT PUNGGUNG? WASPADAI SKOLIOSIS!

SERING SAKIT PUNGGUNG? WASPADAI SKOLIOSIS!

SERING SAKIT PUNGGUNG? WASPADAI SKOLIOSIS!. Sakit pada punggung mungkin jadi hal biasa bagi banyak orang. Maklum, sakit pada punggung bisa terjadi karena kelelahan atau trauma. Namun, sebaiknya anda waspada bila sakit punggung yang sering anda rasakan terjadi bukan karena kedua faktor tersebut. Siapa tahu kondisi tersebut terjadi karena scoliosis atau adanya kelainan bentuk pada tulang belakang.

Dikatakan dr. Erwin Isparnadi SpOt, pada kondisi normal, jika dilihat dari belakang bentuk tulang belakang akan tampak lurus dari ujung leher sampai tulang ekor. Tapi, pada kondisi scoliosis, ruas tulang belakang akan melengkung ke kiri atau ke kanan. Karena ruas tulang belakang melengkung ke kiriatau ke kanan, bahu akan terlihat tinggi sebelah, panggul bisa terlihat melesak ke dalam, sehingga posisi payudara dan ukurannya pun jadi tidak sama. Bahkan, pada kondisi parah, badan bisa terlihat bungkuk atau berpunuk. Selain membuat postur tubuh tidak lurus, scoliosis juga kerap menyebabkan nyeri punggung dan membuat penderitanya sering merasa lelah pada tulang belakang, terutama setelah duduk agak lama.

TIDAK DIKETAHUI

Dikatakan Erwien, sebagian besar kasus scoliosis memang tergolong idiopatik atau tidak diketahui pasti penyebabnya. Namun, pada segelintir kasus dapat ditentukan karena adanya kalainan bawaan (congenital scoliosis), akibat tulang belakang tumbuh abnormal sejak lahir. Selain itu, terjadinya sindroma kerdil juga dapat menjadi penyebab scoliosis. Demikian juga dengan gangguan otot, infeksi atau tumor. Namun 80% kasus scoliosis yang terjadi tidak diketahui penyebabnya. Karena itu banyak orang yang tidak menyadari jika dirinya menderita scoliosis.

Yang menyedihkan, dari seluruh populasi wanita di seluruh dunia, ternyata sebanyak 4-5 persen menderita scoliosis terutama dengan derajat kelainan ringan, sehingga tidak menyadari kalau dirinya menderita kelainan tersebut. Berat ringannya kondisi scoliosis sendiri ditentukan oleh besar kecilnya sudut lengkungan tulang belakang.

Dikatakan ringan jika sudut lengkungan tulang belakang kurang 20 derajat. Tergolong sedang bila sudut lengkungannya 20-40 derajat, dan termasuk berat jika lengkungannya lebih dari 40 derajat.

Pada kasus ringan, scoliosis biasanya tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, bukan berarti boleh diabaikan. Sebab, kelainan itu tergolong terus berkembang atau semakin progresif. Bertambah tahun, dengan kemiringan tulang belakang bisa semakin berat. Meski kecepatan progresivitas kelainnya bisa berbeda pada masing-masing penderitanya. Kondisi scoliosis yang bertambah parah harus diwaspadai. Selain merusak postur tubuh, kelainan ini juga akan mengganggu system kerja tubuh. Misalnya, napas jadi sesak karena ruang paru menyempit tertekan tulang dan system pencernaan terganggu karena ruang di perut terdesak tulang. Karena banyak wanita yang tidak menyadari jika menderita scoliosis, mencermati gejala-gejalanya perlu dilakukan. Di antaranya, mewaspadai jika sering merasa sakit pinggang atau kerap lelah akibat duduk agak lama. Jika itu terjadi, segera periksa ke dokter.

Atau, cek terlebih dulu dengan cara membungkuk dan amati apakah ada tonjolan di punggung. Saat berdiri, amati apakah posisi tulang bahu berbeda atau ada tulang belikat yang menonjol. Cermati pula apakah ada lengkungan tulang belakang yang nyata, panggul yang miring dan sebaginya. Jika ditemukan kejanggalan, segera periksa ke dokter.

Sebab, pemeriksaan dokter menggunakan foto rontgent tulang belakang atau topografi Moire, yaitu pemotretan khusus untuk menentukan perbedaan pada permukaan tubuh, sangat membantu untuk mendeteksi scoliosis sekaligus ,menentukan derajat keparahan serta cara penangannya.

BERDASARKAN KELENGKUNGAN

Dengan menilai besarnya sudut kelengkungan scoliosis, dokter akan memutuskan apakah suatu kasus scoliosis beleh dibiarkan tanpa tindakan bedah atau sudah memerlukan tindakan operasi. Tindakan yang dilakukan, tujuannya bukan untuk menyembuhkan scoliosis, melainkan mencegahnya menjadi lebih parah. Sebab, kelainan ini pada dasarnya tidak bisa disembuhkan ataupun dinormalkan.

Pada scoliosis ringan, bisa dilakukan latihan ringan dengan gerakan-gerakan khusus yang mengandung unsure derotasi, elongasi dan fleksibilitas. Tujuannya menguatkan otot stabilisator dan secara aktif mengurangi atau mengoreksi kelengkungan tulang serta kelainan kelainan lain yang menyertai.

Melakukan yoga juga disarankan untuk memperbaiki postur dan meningkatkan kelenturan serta kekuatan otot dengan cara menarik dan memperkuat otot-otot yang menunjang tulang belakang. Tapi gerakannya tidak boleh sembarang. Penderita juga harus menjalani observasi lebih dulu guna mengetahui derajat keparahannya. Dalam beberapa kasus, ada kalanya pemilihan gerakan yoga harus dibahas dengan ahli tulang belakang atau dokter spesialis orthoaedi.

Selain itu, message atau pemijatan juga diperlukan sebagai stimulasi mekanik jaringan-jaringan di sekitar tulang belakang. Selain untuk mnegurangi nyeri dan memperbaiki kenyamanan tubuh.

Sedang pada kondisi scoliosis berat, di mana kelainan bisa menyebabkan terganggunya kerja beberapa system tubuh, tindakan operasi diperlukan. Seusai pembedahan, bila perlu akan dipasang brace untuk menstabilkan tulang belakang pasien dan mencegah terjadinya progress kemiringannya kembali. Meski tindakan operasi jamak dilakukan pada pasien scoliosis berat, terkadang pasien scoliosis ringan ada yang memilih dioperasi. Khususnya, untuk alasan kosmetik. Misalnya agar postur tubuhnya menjadi lurus.

AGAR TAK BERTAMBAH PARAH

Agar scoliosis yang diderita tidak semakin bertambah parah, Erwien menyarankan untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa membuat tulang belakang bekerja keras. Misalnya memanggul beban berat di punggung.

Juga menghindari olahraga berlebihan, melakukan kegiatan yang mempengaruhi tulang belakang secara berat, menghilangkan kebiasaan duduk atau berdiri lama, serta menghindari tidur dengan posisi tidak sempurna. Karena terjadinya scoliosis kerap terabaikan, melakukan deteksi secara dini juga merupakan tindakan yang sangat diperlukan untuk mnecegah tingkat keparahannya.

Bukan hanya untuk mencegah rusaknya postur tubuh atau untuk menghindari terganggunya kerja sestem tubuh, bagi wanita, deteksi dini ini juga diperlukan untuk mencegah dilakukannya tindakan Caesar saat melahirkan. Maklum, terjadinya kelainan tulang belakang, seperti hanynya scoliosis sering diikuti dengan terjadinya kelainan bentuk tulang panggul. Sehingga, dapat menyulitkan persalinan normal.

Namun, tindakan Caesar terkadang bukan keharusan dilakukan pada wanita hamil yang menderita scoliosis, tergantung keparahan dan letak tulang belakang yang mengalami kelainan. Jika kelainan terletak di bagian atas atau thorax, kemungkinan bisa tetap melahirkan secara alami. Tapi, kalau parah kemungkinan melahirkan normal sangat kecil. SERING SAKIT PUNGGUNG? WASPADAI SKOLIOSIS!

 

Post Update :
Date : Tuesday, September 16, 2014 - Selasa, 16 September 2014