Diet berdasarkan golongan darah diyakini dapat membuat tubuh jadi lebih sehat dan bugar. Bahkan bisa menurunkan berat badan.

Sejak dikenalkan tahun 1996, makin banyak saja orang yang menjalani diet berdasarkan golongan darah. Artinya, mereka hanya mengonsumsi makanan tertentu yang sesuai dengan golongan darahnya, apakah O, A, B atau AB.

Diet yang diperkenalkan oleh Peter J D’ Adamo ND, seorang dokter naturopathic, itu memang diyakini punya banyak manfaat. Di antaranya membuat tubuh jadi lebih sehat dan bugar. Bahkan bisa menurunkan berat badan.

Menurut D’Adamo, begitu menerapkan diet golongan darah sepenuhnya, penurunan berat badan mulai terjadi dalam dua minggu sampai enam bulan tergantung pada kondisi kesehatan saat memulainya.

Selain itu jika menerapkan diet golongan darah pada tingkat sedikitnya 70 sampai 80 persen, resiko untuk terkena penyakit serius seperti kanker atau penyakit jantung akan sangat berkurang.

Mengapa makanan-makanan tertentu dikhususkan untuk suatu golongan darah? Menurut D’Adamo, itu karena makanan-makanan tertentu bermanfaat bagi tubuh. Tapi sebagian lagi berdampak buruk, bergantung pada apakah golongan darah Anda O, A, B, AB.

Darah itu juga mencerminkan karakteristik makanan yang harus dikonsumsi. Jika pola makan diatur secara tepat sesuai karakteristik golongan darah, tentu metabolisme tubuh akan lebih bagus. Sehingga, tubuh juga akan lebih sehat.

Banyak orang yang menyukai diet golongan darah ini karena mereka tidak perlu repot-repot menghitung angka-angka kalori ataupun berat lemak. Diet ini justru menekankan untuk mengkonsumsi makanan-makanan tertentu dalam jumlah sesuka hati anda.

Sebagai contoh : pemilik golongan darah O dianjurkan makan daging tapi dilarang mengkonsumsi makanan yang terbuat dari biji-bijian atau padi-padian. Pemilik golongan darah A harus menjadi vegetarian karena dilarang makan daging sama sekali. Orang dengan golongan darah B bisa makan dengan diet yang paling bervariasi, termasuk daging dan produk-produk olahan susu. Dan golongan AB boleh makan daging sedikit tapi harus meninggalkan daging yang diasini dan diasapi.

PERBEDAAN TIPE
Menurut D’Adamo, setiap golongan darah itu unik, dan setiap golongan darah memberikan reaksi yang merugikan ketika mengasup tipe-tipe makanan tertentu. Hal itulah yang bisa menyebabkan problem kesehatan di masa mendatang. Menyesuaikan diet dengan golongan darah akan menghasilkan pencernaan dan penyerapan makanan yang lebih efisien, berikut ini sifat masing-masing golongan darah :

GOLONGAN DARAH O (TIPE PEMBURU)
Tipe golongan darah O adalah pemburu sejati, yang cenderung aktif dan berotot. Sistem kekebalan tubuhnya berlebihan, mudah beradaptasi dengan lingkungan dan jika stress akan melakukan aktivitas fisik sebagai respon terhadap stess.
Orang dengan darah O beresiko menderita penyakit radang dan kerusakan organ seperti arthritis, jika makanan yang dikonsumsi tidak sesuai. Sesuai dengan karakteristiknya yang karnivora, pemilik golongan darah O perlu melakukan banyak aktivitas fisik untuk memperoleh kesehatan prima. Karena itu, mereka harus banyak makan daging, yang diimbangi dengan konsumsi sayur dalm jumlah sedikit hingga sedang. Tapi, produk-produk susu dan gandum sedapat mungkin dihindari karena menyebabkan kegemukan.
Sayuran seperti kobis , kol kembang dan taoge tidak baik dikonsumsi karena meredam fungsi tiroid yang menyebabkan kelelahan dan pertambahan berat badan. Kopi juga harus ditinggalkan.

GOLONGAN DARAH A (TIPE PETANI)
Berdasarkan teori evolusi, golongan darah A muncul ketika manusia yang tadinya bergolongan darah O berubah gaya hidup jadi peramu dan kemudian agraris. Sistem kekebalan tubuhnya tidak sekuat orang bertipe golongan darah O. Jika stres, ia akan melakukan meditasi. Ia juga memiliki saluran pencernaan yang sensitive. Pemilik golongan darah A dianjurkan menjadi vegetarian atau mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan rendah lemak, serta menghindari produk susu dan daging.

GOLONGAN DARAH B (TIPE NOMAD)
Tipe golongan darah B muncul akibat percampuran dari berbagai ras dan terjadinya migrasi dari Afrika ke Eropa, Asia dan Amerika. Tipe golongan darah ini merupakan tipe yang paling seimbang. Sistem kekebalan tubuhnya kuat, dan jika stres sangat cocok melakukan pekerjaan yang menuntut kreativitas. Dianjurkan melakukan diet dengan berbagai variasi dari semua tipe golongan darah, namun paling cocok dengan asupan susu dan hasil produknya. Selain itu, tipe golongan darah B ini juga dianjurkan melakukan latihan gerak, seperti renang dan jalan kaki. Bila makanan yang dikonsumsi tidak cocok, orang dengan tipe golongan darah ini beresiko tinggi terkena virus yang menyerang system saraf.

GOLONGAN DARAH AB (TIPE ENIGMA)
Di zaman yang modern, evolusi tipe golongan darah AB muncul sebagai akibat dari semakin banyaknya aneka ragam manusia. Gabungan dari tipe golongan darah A dan B. Tipe golongan darah ini memiliki system kekebalan tubuh yang toleran. Jika stres, respon yang dikeluarkan adalah melakukan kegiatan spiritual yang disertai dengan aktivitas fisik dan kreativitas. Paling mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan bentuk diet.

TERKAIT LEKTIN
Metode diet berdasarkan golongan darah memang masih jadi perdebatan di kalangan para ilmuwan. Sebab, diet tersebut dianggap kurang bisa memenuhi pola gizi seimbang. Atau tidak menjamin terpenuhinya semua unsure gizi, seperti : karbohidrat, protein, lemak dan mineral yang cukup. Walaupun begitu, diet berdasarkan golongan darah secara ilmiah bisa dilogika terutama terkait dengan adanya lektin.

Lektin adalah protein yang umumnya terdapat dalam makanan. Khususnya, biji-bijian dari tanaman polong-polongan. Protein yang masuk dalam tubuh ini hanya cocok dengan tipe golongan darah tertentu. Ketika lektin yang masuk tidak sesuai dengan golongan darah seseorang, maka akan terjadi penggumpalan darah akibat lektin itulah yang menyebabkan seseorang mengeluhkan kondisi kesehatannya. Lektin bisa berdampak buruk ketika berada dalam tubuh dan bahkan bisa merusak kesehatan.

Jika anda makan suatu makanan yang kandungan lektinnya tidak cocok dengan golongan darah anda, lektin bisa merusak salah satu organ atau system dalam tubuh. Hal itu bisa berdampak negative pada sel-sel darah dan mungkin bisa menimbulkan penyakit serius seperti ginjal dan kanker. Dampak negative bisa dihindari dengan hanya mengonsumsi makanan yang sesuai dengan golongan darah.

D’Adamo juga berteori bahwa kemampuan seseorang mencerna makanan bervariasi bergantung pada golongan darah masing-masing. Sebagai contoh, orang dengan golongan darah O bisa mencerna daging secara efisien karena mereka cenderung punya asam lambung dalam kadar yang tinggi. Sebaliknya, kadar asam lambung pemilik golongan darah A rendah dan daging yang tidak bisa dicernanya disimpan sebagai lemak. Setiap golongan darah mempunyai kadar asam lambung dan enzim-enzim pencernaan yang berbeda. Variasi ini menciptakan adanya perbedaan dalam hal bagaimana makanan dicerna dan diserap dan bagaimana lemak dimetabolisasikan.

Post Update :
Date : Thursday, October 30, 2014 - Kamis, 30 Oktober 2014