Articles Comments

Women Health » health | » DIBALIK NIKMATNYA KOPI

DIBALIK NIKMATNYA KOPI

Kenikmatan minum kopi memang tidak bisa dipungkiri oleh siapa saja. Sayang, selain memberi dampak positif, namun kopi ternyata membawa dampak ikutan yang bisa berbahaya.

Selain teh, kopi merupakan minuman paling dikenal umat manusia. Tak seorang pun mengenal kopi. Minuman ini sudah dikenal di mana-mana sejak ratusan tahun lalu. Begitu terkenalnya sampai timbul istilah coffee break atau rehat kopi di setiap acara resmi seperti seminar, lokakarya, rapat, dan lain-lain. Saat itu para tamu atau peserta beristirahat sebentar untuk menikmati kue-kue sambil minum secangkir kopi atau the. Sementara dalam kehidupan sehari-hari, kopi seringkali dijadikan pendamping sarapan pagi.

Sekalipun demikian mungkin jarang kita mengamati dampak negative kopi bagi kesehatan. Paling-paling yang kita tahu setelah minum kopi badan teasa segar dan rasa kantuk hilang.

Penyakit Jantung dan Orteriosklerosis
Masalah dampak kopi kasar atau tidak disaring (unfiltered) ini dipelajari oleh sejumlah peneliti di Belanda. Mereka mengamati tingginya kadar homosistein dalam darah pencandu kopi. Homosistein merupakan substansi yang terbentuk dari metionin, yakni suatu asam amino esensial yang terbentuk pada saat tubuh mengeluarkan protein. Padahal peningkatan homosistein berhubungan erat dengan resiko penyakit jantung.
Meskipun belum jelas bagaimana persisnya asam amino esensial mengganggu jantung, sudah terbukti bahwa zat tersebut acap kali menyebabkan timbulnya luka di berbagai lapisan dalam pembuluh darah arteri dan selanjutnya menjadi menjadi tempat menumpuknya asam lemak dan kalsium. Timbunan ini bisa mengakibatkan pengerasan dinding pembuluh darah arteri (arteriosclerosis).
Di sisi lain menurut Dr. Elvina Karyadi, ahli gizi, homosistein dibutuhkan tubuh untuk berbagai rekasi biokimia, terutama dalam proses perubahan metionin menjadi sistationin dan berperan dalam membentuk propionil-koA (substansi yang berperan dalam metabolisme lemak dan karbohidrat, asalkan kadarnya tidak tinggi. Kadar normalnya,7-22 ug mol/L.
Seorang peneliti Belanda menambahkan, dua minggu setelah setiap hari minum enam cangkir kopi, konsentrasi homosistein seseorang naik 10% dari angka normal. Begitu juga kadar kolesterol dan trigliserida. Namun, kenaikan ini tidak permanent. Bila kopi dihentikan dalam keadaan tubuh sehat, kelebihan homosistein dapat secara alami normal kembali. Selain dengan mengurangi kafein, kenaikan kadar homosistein dapat dicegah dengan mengurangi konsumsi protein hewani yang banyak mengandung metiionin.

Bila dalam sehari minum 1.360 g kopi kasar (sekitar 6-7 cangkir), diperkirakan resiko untuk terkena serangan jantung atau resiko stroke naik 10%. Selain itu kadar vitamin B6 bisa berkurang sampai 21%

Atas dasar itu alangkah baiknya tidak minum kopi, khususnya bagi mereka yang beresiko tinggi penyakit jantung. Kalau pun harus minum kopi, untuk kita sebaiknya hanya 1-3 cangkir sehari (standar untuk orang Eropa 3-5 cangkir). Itu pun tidak pada menjelang tidur.
Kopi bisa digantikan segelas air jeruk, sayuran hijau, disertai konsumsi vitamin B6 dan B12. jenis-jenis makanan dan minuman ini tidak mengandung seng dan kafein tapi tinggi mineral, vitamin serta asam folat . Padahal vitamin B6 dan B12 dan asam folat sangat berperan dalam menurunkan kadar homosistein dalam tubuh, sehingga penyakit jantung koroner pun bisa dihindari.

Mengganggu Kesuburan

Sayangnya, kebiasaan minum kopi acap kali memunculkan efek “kecanduan” baik secara psikologis maupun fisiologis.

Ciri umum ketergantungan kopi antara lain rasa letih atau lelah, tak bersemangat dan mnegantuk kalau sehari saja tidak minum kopi. Yang wajar adalah mengkonsumsi kopi sebanyak 85.200 mg atau 1-3 cangkir kopi. Namun, minum kopi di atas 250 mg sekaligus dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti jantung berdebar, gelisah, insomnia (sulit tidur), gugup, tremor (tangan bergetar) bahkan mual sampai muntah-muntah.

Minum kopi juga berbahaya bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) karena senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Selain itu, kopi juga bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan akibat produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran kalau tidak lama sehabis minum kopi kandung kemih cepat penuh.

Minum kopi terlalu bayak bisa pula mengurangi kesuburan wanita, apalagi kalau dikombinasikan dengan alkohol. Bagi wanita usia monopouse, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menambah resiko kekeroposan tulang (osteoporosis).

Pada dosis sedang, kafein menaikkan produksi asam lambung yang berlangsung lama, sehingga dapat memperbesarresiko penyakit lambung, tukak lambung atau tukak usus halus. Jadi para penderita kelamahan lambung hendaknya menghindari konsumsi kopi.

Cara pengolahan dan penyeduan kopi pun memberikan andil terhadap dampak yang ditimbulkannya. Bentuk pengolahan dan penyeduhan kopi tubruk misalnya. Kopi tubruk pada umumnya lebih keras karena bubuk kopi dalam cangkir atau gelas langsung diseduh dengan air mendidih. Lagipula kopi tubruk pada umumnya menggunakan kopi lebih kasa dipadu dengan gula batu. Dengan sendirinya akan lebih banyak ampas bubuk kopi yang masuk ke tubuh kita dibandingkan dengan kopi yang diseduh dalam teko. Maka dapat dipahami bila efek samping kopi tubruk lebih tinggi dibandingkan dengan secangkir kopi yang sudah tersaring.

search terms :

cara penyeduan minuman kopi,cara mengolah seledri untuk darah tinggi trigliserida,mengapa setelah minum kopi kita menjadi sering buang air kecil,mengapa sering minum kopi dan alkohol dapat meningkatkan volume urine,Pengaruh minuman kopi dan teh dapat meningkatkan volume urine karena,makanan dan munuman yang mengganggu kesuburan,dibalik nikmatnya kopi,mengapa kopi dan alkohol dapat meningkatkan volume urine,nikmatnya kopi,Memgapa keseringan minum kopi dan alkohol dapat meningkatkan volume urin,Kopi dan alkohol dapat meningkatkan kencing,minuman kopi dan alkohol terhadap produksi urine,alkohol dan kopi dapat menambah volUme urine,Minum kopi dan alkohol dapat meningkatkan volume urine,minum alkohol dan kopi menambah volume urine,takaran minum kopi dalam sehari,minum kopi dan alkohol meningkatkan volume urine,minum kopi dapat meningkatkan produksi urine,minum kopi meningkatkan volume urine,Minum kopi/teh dapat meningkatkan volume urin,takaran kopi dalam sehari,minuman kopi dan teh dapat meningkatkan volume urine karena,minuman selain teh kopi,sering minum kopi mengakibatkan,pengaruh alkohol terhadap produksi urine,pengaruh kafein terhadap asam folat pada ibu hamil,teh meningkatkan urin,Meningkatnya volume urine karena minum kopi dan alkohol,Meningkatnya kadar urine karena minum kopi dan teh,mengapa kopi dapat meningkatkan produksi urine,zat yang dapat meningkatkan produksi urin alkohol,mengapa kopi dapat meningkatkan volume urin,Mengapa kopi meningkatkan volume urine,mengapa minum kopi dan alkohol dapat meningkatkan urin?,mengapa minum kopi dan alkohol meningkatkan volume urin,MENGAPA PRODUKSI URINE SETELAH MINUM KOPI AKAN MENINGKAT,pengaruh kopi dalam sex,www wom best com/kopi,mengapa setelah minum kopi kita menjadi sering buang air kecil ?,mengapa volume urin meningkat karena kopi ?,Meningkatnya kadar urine karena meminum kopi dan teh,pengaruh konsumsi alkohol dengan penyakit hipertensi,pengaruh konsumsi teh pada urin,pengaruh kopi bagi penderita hipertensi dan jantung,pengaruh kopi terhadap proses kehamilan,pengaruh mengkonsumsi kopi untuk kulit,Pengaruh minum kopi bagi penderita penyakit tensi tinggi,perubahan pada penyeduhan kopi,pengaruh minum kopi terhadap hipertensi,Pengaruh minum teh terhadap produksi urinbutton DIBALIK NIKMATNYA KOPI

Filed under: health | · Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Responses to "DIBALIK NIKMATNYA KOPI"

  1. Someone thinks this story is fantastic…

    This story was submitted to Hao Hao Report – a collection of China’s best stories and blog posts. If you like this story, be sure to go vote for it….

  2. zzzzzzzzziiiiiiiiiiiiiiiiipppppppppppppppppp

    [Reply]

Leave a Reply

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>