Jan 14 2010

DETOKS, TAK MUNGKIN SEPOTONG-POTONG

Published by sweetspe at 12:00 am under health |

Stress dan penyakit akan mengganggu proses detoks, sebaliknya jika proses detoks terganggu akan memicu stress dan penyakit. Bak lingkaran setan.
Sepanjang hidup kita selalu terpapar stress. Akibatnyam fungsi system tubuh menurun menyebabkan penyakit dan kematian. Berikut adalah bentuk stress yang dialami setiap orang.
1. Stress yang di dapat sejak lahir. Pada saat kelahiran, terjadi kontraksi rahim ibu, pemakaian alat bantu, sampai tindakan operasi. Semua menghasilkan stress yang tidak disadari. Stress terus berlanjut sampai bayi tumbuh kembang dengan pengalaman terjatuh, terpukul, terkilir sampai terjadi kecelakaan.
2. Stress Biokimiawi merupakan stress yang paling banyak terjadi saat ini, paling banyak menjadi sumber gangguan kesehatan. Kandungan oksigen udara bebas yang makin menipis, pemakaian bahan kimia (pupuk, pestisida, obat-obatan, zat additives, pesatnya produk industry), semua itu berefek “racun” bagi tubuh.
3. Stress Elektromagnetik, bersumber dari perangkat hasil rekayasa teknologi. Tidak peduli kaya atau miskin, sulit menghindarinya; mulai dari TV, radio, oven microwave, telepon selulair, dan berbagai jenis barang-barang rumah tangga yang terus menerus diperbarui modelnya. Semua itu mempengaruhi energy elektromagnetik dalam tubuh kita. Walau diiringi kontroversi, penelitian di Amerika, Jerman, Italia dan Selandia Baru (1995-1999) menunjukkan bahwa resiko paparan elektromagnetik dapat menimbulkan terjadinya penuaan dini (premature aging), penurunan fungsi tubuh hingga keganasan kanker.
4. Stress Emosional merupakan stress pikiran. Bisa saja kurang dirasakan tapi sebenarnya telah terjadi perubahan fisiologis tubuh akibat munculnya stress emosional tersebut.

Agar Hasil Detoks Maksimal
Semua stress akan mengkibatkan penumpukan zat beracun atau zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Akibatnya, pasokan aliran darah ke seluruh tubuh berkurng, dengan akibat jantung bekerja lebih keras dan fungsi pernafasan meningkat untuk mencukupi kekurangan oksigen akibat sirkulasi darah yang terganggu.
Jika hal ini terus berlanjut maka sel-sel akan kekurngan zat gizi penting. Kekurngan ini akan mengganggu proses regenerasi sel tbuh sehingga terjadinya proses penuaan dini dan penyakit degenertif.
Hal terpenting yang saat ini dipikirkan dan menjadi tantangan oleh para ahli kedokteran adalah bagaimana mengoptimalkan “management of toxins” secara efektif di dalam seluruh system tubuh. Manajemen penangan racun inilah yang saatini banyak dikenal sebagai detoksifikasi.
Meluruskan banyak tanggapan yang berkembang sekarang ini, detoks bukan hanya bermanfaat membersihkan efek obat pada penderita kecanduan obat. Atau hanya ditujukan untuk satu aspek fungsi tubuh saja. Sebagaimana kita ketahui, bahwa fungsi tubuh tidak hanya satu dan semuanya saling berkaitan. Tidak mungkin akan diperoleh suatu hasil yang optimal dan kesehatan yang prima bila kita hanya memandang satu sisi saja dari sisitem tersebut.

Prinsip Detoks
Detoksifikasi atau yang juga dikenal sebagai ‘Internal Cleansing’ dalam dunia kedokteran dikenal sebagai “Functional Medicine”, berfungsi sebagai penatalaksana pembuangan racun. Racun tersebut bukan hanya yang berasal dari lingkungan luar, tetapi juga bersumber dari dalam tubuh sendiri. Hamper setiap sel yang ada di dalam organ dan system tubuh harus bisa melakukan mekanisme kerja tersebut.
Prinsip Detoks itu sendiri adalah:
1. Memberdayakan sel tubuh agar dapat mengolah molekul in-aktif menjadi bahan yang berguna dan bila sudah tidak berguna lagi harus dienyahkan.
2. Mengusahakan agar bahan yang tidak berguna tersebut tidak mengganggu tubuh sehingga menjadi beban organ tubuh.
3. Prinsip terpenting, berkreasi untuk memberdayakan fungsi dan kapasitas alami tubuh sehingga mampu melakukan healing process secara otomatis, tidak hanya sekedar membuang “kotoran” saja.

Tujuh Organ Detoks
Untuk mendapatkan proses detoksifikasi yang benar seharusnya melibatkan organ dan system tubuh yang saling berkaitan dan berhubungan erat, yaitu:
1. Hati atau Liver (Alchemist Master)
Organ ini bekerja sehari penuh. Makanan dan minuman membuat liver bekerja, menjaga dan melindungi tubuh terhadap paparan kimiawi. Liver sangat penting dalam proses metabolism, penyimpanan dan distribusi zat nutrisi di dalam tubuh. Liver mengubah dan protein menjadi zat gula sebagai sumber energy sel. Bila tubuh membutuhkan energy, maka organ hati akan melepas zat gula ke dalam sirkulasi darah. Organ hati juga berfungsi menyimpan dan memetabolisme vitamin dan mineral, membentuk asam empedu untuk membantu pencernaan, memproduksi antibody dan membuang sisa metabolism terutama bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh.
2. Pencernaan ( Eliminator Master)
Seluruh sisa metabolism yang tidak diperlukan tubuh sebagian besar akan dibuang melalui system pencernaan. Proses pencernaan mulai dari makanan masuk sampai dibuang membutuhkan waktu 12 – 36 jam. Pada orang-orang yang system pencernaannya tidak beres, sisa metabolism tersebut bisa bertahan sampai berhari-hari atau bahkan bisa langsung dibuang. Pencernaan terutama usus besar berfungsi untuk menyerap kembali kandungan air dan mineral yang tidak terserap sebelumnya. Di dalam usus besar tersebut terdapat minimal 100 jenis bakteri baik yang selain berfungsi untuk melindungi system tubuh terhadap kuman, jamur dan zat racun lainnya juga berperan untuk melakukan sintesa vitamin terutama vitamin B dan K.
3. Ginjal (Purifier Master)
Ginjal merupakan organ utama yang berfungsi untuk melakukan pembersihan dan purifikasi tubuh. Fungsi yang terpenting dari ginjal adalah mengatur keseimbangan cairan tubuh. Lebih kurang 1-2 liter air yang berisi sisa metabolisme, garam-garam mineral yang tidak berguna dan racun dibuang oleh ginjal setiap hari. Dengan lancarnya proses ini maka keseimbangan elektrolit di dalam darah dapat terjaga dengan baik. Elektrolit tersebut sangat penting untuk kelangsungan kerja dari medan listrik yang ada di dalam tubuh sehingga asam basa tubuh seimbang, otot-otot terutama jantung dan fungsi system saraf akan lebih optimal.
4. Kulit (Regulator Master)
Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan paling besar. Dengan luas dan besarnya kulit ini maka kulit memegang peran yang paling penting untuk mengatur system detoksifikasi tubuh. Fungsi utama kulit adalah mempertahankan terjaganya suhu tubuh. Selain itu keringat yang dikeluarkan melalui kulit merupakan mekanisme utama dalam fungsi detoks, terutama untuk logam berat, obat-obatan, pestisida dan polusi lingkungan lainnya. Karena fungsinya ini, kulit sering dikatakan sebagai “ginjal yang ketiga”. Lebih kurang 25% dari bahan beracun akan dibuang melalui kulit.
5. Sistem Limfatik (Blood Cleanser Master)
Sistem limfatik berjalan sejajar dengan system sirkulasi darah, dimana ada pembuluh darah, terdapat pula system aliran limfatik. Keduanya selalu bekerja bahu membahu. Seluruh zat nutrisi yang dibawa ke sel akan didistribusikan dan diangkut melalui aliran atau system limfatik ini. Kerja sel tubuh yang sukses dan optimal sangat tergantung pada suplai nutrisi yang dihantarkannya. Selain itu seluruh sisa produk yang tidak terpakai akan disaring oleh system ini. Bahan-bahan yang tidak berguna, diangkut keluar dari sel melalui kelenjar getah bening. Di dalam system kelenjar limfatik/kelenjar getah bening ini bekerja sel-sel darah (limfosit dan makrofag) yang akan berfungsi untuk membunuh dan menghancurkan mikro-organisme yang mengganggu tubuh.
6. Paru-paru (Oxygenator Master)
Oksigen adalah makanan penting bagi sel. Kita bisa hidup berhari-hari tanpa air dan makanan; tetapi kita tidak bisa hidup sedetikpun tanpa oksigen. Oksigen memegang peran penting untuk proses biokimia tubuh. Peran paru-paru untuk detoks sangatlah penting dalam membuang CO2. Bila kandungan CO2 tersebut tidak dapat dibuang secara sempurna, maka organ dan system tubuh akan lemah dan lelah dalam melakukan fungsinya. Selain itu, fungsi paru-paru atau saluran pernafasan juga sangat penting untuk menyaring zat-zat toksin yang bersumber dari lingkungan seperti asap, debu, polusi industry, allergen yang dapat mengganggu kualitas dan kapasitas kerja dari organ dan system tubuh. Paru-paru merupakan “hutan Amazone” nya tubuh yang mensuplai sebagian besar oksigen “dunia”.
7. Sistem Imunitas (Protector Master)
System tubuh yang satu ini sangat pintar, karena mampu mengenali zat yang baik maupun yang tidak baik bagi tubuh sepanjang umur. Bila kita diserang atau di-invasi oleh sesuatu yang tidak baik atau mengancam tubuh, maka system imunitas akan merekamnya, menganalisa dan mengirimkan sinyal untuk membentuk dan membangun mekanisme perlawanan.
System tubuh akan bekerja bahu membahu tiada hentinya, terus menerus tidak kenal siang maupun malam. Bila satu tidak mampu, maka langsung akan digantikan yang lain tanpa menunggu perintah. Lapis berlapis dari mulai system pertahanan yang paling depan, seperti air liur, bulu hidung, selaput lender dan lainnya, sampai system imunitas yang paling spesifik yang ada di dalam sel-sel tubuh. Mereka bekerja untuk mencegah masuknya invasi asing ke dalam tubuh dari mulai bahan bahan dari luar (polutan, allergen, bakteri dan lain-lain) sampai gangguan yang muncul secara internal (perubahan sel, sisa metabolism, antibody yang disersi, dll). Tidak terbayangkan bila system proteksi ini kebobolan.

Nyata dan jelas bahwa proses detoksifikasi tidak sesederhana seperti apa yang kita bayangkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa detoks yang menyeluruh tidak sepotong-potong dapat mencegah dan mengobati penyakit degenerative seperti kanker, jantung, arthritis, obesitas, ketidakseimbangan hormonal, gangguan metabolism, dll.
Penelitian lain menunjukkan bahwe dengan mengoptiomalkan system detoksifikasi tubuh secara menyeluruh mampu mencegah terjadinya penumpukan benda asing di dalam tubuh yang akan mengganggu fungsi fisiologis dan psikologis tubuh. Bila fungsi tersebut dapat terjaga dengan baik maka kewaspadaan tubuh terhadap gangguan lingkungan dalam maupun luar akan lebih mudah diantisipasi. (Sumber; Nirmala)

search terms :

Detoksifikasi CO2,detoks logam berat,fungsi dan peran sisitem limfatik,detoks ginjal,detoks,kekurngan radio sistem fm,organ detoks,Mekanisme ulat sutera membentuk sutera,MEKANISME PENCERNAAN MAKANAN PADA ULAT SUTRA,Paru detoks,penyakit degenertif,air dan elektrolit dalam tubuh,penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem limfatik,Peran oksigen dalam proses metabolisme,peran paru paru dalam keseimbangan asam dan basa,peranan detoksifikasi dalam metabolisme bakteri,peranan paru - paru dan ginjal pada pernafasan,peranan paru-paru dan ginjal dengan mekanisme pernapasan dan metabolisme,proses masuknya bahan beracun dalam ginjal,mekanisme kerja ginjal berkaitan fungsi pembuangan bahan sisa,mekanisme ginjal untuk melakukan pembersihan darah,makalah air liur yang disaring dan yang tidah disaring,AIR LUDAH DAPAT MENYEMBUHKAN ORANG TERKILIR,akibat penumpukan zat dalam tubuh,apa yang dimaksud cairan tubuh (air liur yang disaring dan tidak disaring),Cairan tubuh (air liur yang tidak disaring dan disaring),detoks listrik,detoks paru- paru,detoks paru-paru,detox membersihkan paru-paru,fungsi dan peran limfatik,fungsi pemotong rahim,keringat panas tubuh detox,ketidakseimbangan metabolis merupakan kanker,sistem suplai nutrisi kelenjar Share This Post

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Search

Improve the web with Nofollow Reciprocity.