Jun 26 2009
DETEKSI DINI TERHADAP PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Pernikahan memang bukan soal sepele. Banyak yang harus disiapkan, termasuk mencegah kemungkinan menularnya penyakit pada pasangan. Bahkan, membuat keturunan kita mengalami kecacatan.
Penyakit-penyakit yang bisa tertular ke pasangan adalah sebagai berikut :
HEPATITIS
Penyakit hepatitis banyak jenisnya. Ada yang tidak menular dan ada pula kelompok penyakit hati yang bersifat menular. Penyakit hati menular yang paling ditakuti adalah hepatitis A sampai G. Saat ini ada dua virus hepatitis yang harus diwaspadai yaitu Hepatitis B dan Hepatitis C. Dua-duanya ganas dan sangat menular selain melalui cairan tubuh dan darah, juga lewat hubungan seks.
Kebanyakan gejala Hepatitis B tidak nyata. Maka tak salah jika dilakukan pemeriksaan laboratorium pranikah untuk mendeteksi Hepatitis B. tentu, tidak semua yang positif Hepatitis B perlu ditakuti. Dari hasil pemeriksaan darah, dapat terungkap apakah ada riwayat pernah kena dan sekarang sudah kebal atau bahkan virusnya sudah tidak ada.
Lain hal jika hasil pemeriksaan menunjukkan masih aktif mengindap virus. Selain perlu diobati sampai sembuh (virus Hepatitis B-nya terbasmi), pihak istri atau suami perlu dilindungi agar tidak sampai tertular. Sebelum tiba hari pernikahan, tentu pasangan sudah kebal terimunisasi.
Berbeda dengan Hepatitis A atau Hepatitis B, gejala Hepatitis C biasanya tidak muncul (subklinis), keluhan yang ditimbulkan pun tidak nyata. Dari sebuah studi terungkap, ¾ pengidap virus Hepatitis C tidak menyadari kalau dirinya terinfeksi. Orang yang mengidap Hepatitis C jarang yang sembuh. Sebagian besar berkembang menahun dan akhirnya menjadi sirosis hati. Vaksinasi terhadap Hepatitis C masih belum berhasil dibuat. Oleh karena itu Hepatitis C lebih bermasalah sedang cara menular dan infeksiusnya sama dengan Hepatitis B, terhadap Hepatitis C yang belum bisa dikebalkan, kita perlu lebih waspada.
KENCING NANAH
Berbeda dengan Hepatitis B, suami yang mengidap kencing nanah (gonorrhoe) bukan tidak tahu kalau dirinya mengidap kencing nanah. Jika suami mengidap kuman kencing nanah yang bandel, bisa jadi penyakit kencing nanahnya belum sembuh betul. Tak jarang, calon pengantin yang kena kencing nanah sudah bolak-balik berobat namun belum sembuh juga dan karena takut menulari pasangannya, pasien pun menunda-nunda hari pernikahannya tanpa memberi tahu pihak calon istri apa sebabnya.
Ada generasi kuman kencing nanah yang memang bandel. Gejala penyakit kencing nanah mungkin tidak begitu nyata lagi, namun jika dilakukan pemeriksaan getah prostate, nanah akan keluar bersama lender (lewat urut prostate). Gejala kencing nanah yang masih baru sangat nyata. Dari liang penis pria atau di mulut vagina wanita, menetes nanah menyerupai susu kental manis yang biasanya meninggalkan flek di celana dalam. Nanah umumnya menetes waktu bangun tidur pagi hari (morning drip).
Jika penyakit sudah berlangsung menahun (lebih dari 6 bulan), gejala itu mungkin tidak lagi nyata. Penyakit biasanya sudah bersarang masuk jauh ke organ reproduks yanglebih dalam. Para pria sudah ke buah zakar, atau sudah sampai ke kelenjar prostate dan pada wanita bisa sampai ke saluran telur tuba. Hampir sama dengan kencing nanah, ada jenis kuman laian yang juga ditularkan lewat hubungan seks, yaitu kuman Chlamydia. Di AS penyakit ini ditakuti sebab menyerang sebagian besar pria dewasa, yang diperoleh dari wanita penghibur, prostitusi atau kegiatan seks bebas. Mirip kencing nanah, gejala Chlamydia juga ada yang menetes dari liang penis, namun tidak kental seperti nanah, selain timbul pembengkakan kelenjar.
Jika kencing nanah atau chlamedia suami yang terinfeksi sudah terlanjur menulari istri dan jenis kuman tergolong yang sudah kebal obat, tentu akan mengganggu jalannya perkawinan. Jauh hari sebelum menikah, calon suami sebaiknya mau terbuka jika memang merasa pernah berbuat kekeliruan, entah main perempuan lacur atau pernah melakukan seks bebas.
Kencing nanah pada istri hamil yang tertular memang tidak akan menimbulkan kecacatan pada bayi yang dikandung, namun perlu waspada selama persalinan. Mata bayi perlu diberi pelindung. Dan karena kencing nanah pada wanita sering tersamar menyerupai penyakit keputihan, maka sering terabaikan dan tidak diobati sebagai kencing nanah. Ingat, jika keputihan kental kuning tak sembuh-sembuh dengan obat keputihan, jangan lupa untuk mengingat kencing nanah.
HERPES GENITALIS
Penyakit herpes disebabkan oleh virus. Ada herpes zoster yang biasa tumbuh di kulit sesisi tubuh menyerupai cacar berderet seperti ular (di kampung sering disebut cacar ular), ada pula herpes simplex yang bisa tumbuh di bibir dan mulut, bisa juga di kemaluan. Herpes zoster bisa di wajah, dada, perut, paha sampai kaki, hanya menyerang sesisi tubuh dan bukan penyakit menular seksual. Sedangkan herpes simplex kelamin tergolong penyakit menular seksual karena ditularkan lewat hubungan seks.
Penyakit herpes kelamin tidak mematikan, tidak pula berkomplikasi berat, namun bisa disembuhkan. Orang yang mengidap herpes kelamin akan terus membawa penyakitnya sepanjang hidup. Virus tersembunyi di dalam kulit tempat mula asal timbulny dan sewaktu-waktu akan muncul jika kondisi tubuh sedang lemah.
Gejala herpes kelamin diawali tumbuhnya lenting bering yang awalnya gatal, lama kelamaan menjadi panas, dan pedih. Lenting-lenting herpes bergerombol tumbuh pada selaput lender kemaluan. Pada pria, biasanya di kepala atau leher penis. Dalam beberapa hari, lenting akan epecah dan membentuk luka lecet yang pedih. Diobati atau tidak diobati, herpes kelamin akan mereda sendiri dalam satu dua minggu.
Meredanya penyakit tidak berarti virus sirna dan penyakit punah. Sewaktu-waktu bisa kambuh lagi. Pada saat kambuh lagi itulah, virus herpes berpotensi menular kepada pasangan seks. Istri akan tertular juka hubungan seks dilakukan saat suami kambuh. Situasi ini sering dilematis, sebab bisa saja suami menyangkal dan malah menuduh balik istri yang justru sumber penular herpesnya.
Obat-obat antiherpes yang ada hanya mempercepat proses kesembuhan dan menjarangkan kekambuhan, namun belum bisa menyembuhkan. Oleh karena itu, memang tidak ada cara lebih bijak bagi suami yang mengidapnya, selain segera berterus terang kepada calon istri daripada berbuntut panjang setelah terlanjur memasuki perkawinan.
Istri yang mengidap herpes kelamin harus dirawat sampai terbentuk kekebalan terhadap herpesnya agar tidak sampai menularkan kepada bayi yang dikandungnya. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaaan darah TORCH berseri (Toxoplasma, Rubella atau cmpak Jerman, Cytomegallo virus dan Herpes genitalis), sampai hasil pemeriksaan terakhir sudah betul-betul aman untuk boleh mulai hamil setelah dokter memberikan lampu hijau.
CYTOMEGALLO VIRUS
Kita mengenal satu penyakit lain yang disebabkan oleh virus cytomegallo. Penyakit ini tidak tidak boleh diidap ibu hamil sebab bisa menimbulkan cacat pada bayi yang dikandungnya. Itu sebab pemeriksaan kemungkinan adanya virus cytomegallo dengan pemeriksaan darah TORCH pranikah sungguh diperlukan, agar jika positif cytomegallo, ada kesempatan untuk disembuhkandulu sebelum kehamilan terjadi.
Virus cytomegallo ditularkan lewat berciuman. Kita tahu begitu banyak kuman dan virus yang ditularkan melalui berciuman. Virus lain cytomegallo lebih berbahaya dibandingkan virus Hepatitis B jika diidap oleh ibu hamil, oleh karena bahaya menimbulkan kecacatan pada bayi yang dikandung.
Suami atau istri bisa saja tertular cytomegallo mungkin dari teman kencan selama pranikah atau entah dari mana saja, kebanyakan lewat kegatan berciuman. Oleh karena gejala penyakitnya tidak begitu khas, mungkin seperti radang mulut biasa atau seperti sariawan belaka, orang tidak sadar kalau sedang mengidapnya. Dari mana pun virus itu didapat istri hanya dapat terungkap dengan memeriksakan darah TORCH, apakah aktif mengidap virus cytomegallo sebelum telanjur hamil.
PENTINGNYA PEMERIKSAAN GENETIK
Sering kita dengar nasihat agar tidak menikah dengan pasangan dari garis darah yang berdekatan (antar sepupu, misalnya), apalagi kawin incest (sedarah), sebab masing-masing mewarisi gen lemah yang sama. Jika gen lemah masing-masing pasangan saling berpadu, maka akan melahirkan anak yang mewarisi pembauran dua gen lemah identij, sehingga melahirkan anak dengan gen kuat untuk mengejawatahkan suatu penyakit tertentu.
Tak jarang kita melihat didalam suatu sisitem kekerabatan (clan), agar warisan tahta atau harta tidak sampai berpindah tangan ke luar garis keluarga (clan), maka dibangun tradisi mereka menikah antar sedarah terdekat. Di lingkungan demikian itulah, kita banyak melihat kasus penyakit keturunan (cacat, kelainan, gangguan jiwa).
Namun tidak berarti perkawinan dengan sifat darah yang tidak dekat pun bukan berarti tanpa resiko melahirkan anak dengan suatu penyakit keturunan. Faktor penyebabnya, jika terjadi secara kebetulan gen lemah masing-masing pasangan saling bertemu.
Di luar penyakit yang sudah nyata tampak (kencing manis, thalasemia, hemofilia, buta warna, penyakit jiwa, ayan) dari masing-masing pihak keluarga, kita todak tahu kalau dalam tubuh masing-masing pihak membawa (mewarisi) gen lemah untuk suatu penyakit keturunan tertentu. Sebut saja pihak istri maupun pihak suami membawa gen lemah thalasemia. Tanpa pemeriksaan darah khusus (genetic karyotype), kita tidak bakal tahu mengidapnya, selain kelak menghadapi kenyataan melahirkan anak yang positif thalasemia.
Di situ letak pentingnya pemeriksaan genetic, antara lain dengan pemeriksaan darah. Dari darah akan bisa diramalkan sekian bnayak potensi penyakit keturunan yang bakal mengejawatah jika sepasang calon suami istri membuahkan keturunan. Nasihat genetic akan memberi jalan keluar potensi itu. Atau bila belum melakukan pemeriksaan genetic pranikah, sebelum kehamilan mencapai 12 minggu, kita sudah dapat memeriksakan diri untuk melihat kemungkinan resiko melahirkan anak dengan penyakit keturunan. (atau cacat bawaan). Dari analisis cairan ketuban yang diambil dari dalam kandungan (disedot), secara medis akan terungkap apakah anak yang dikandung berpenyakit keturunan ataukah tidak.
Selain itu, dari analisis gen, pihak medis dapat memberikan nasihat sekiranya ditemukan resiko mewariskan gen buruk terhadap anak yang bakal dikandung. Mungkin menyarankan tidak punya anak kandung saja. Susahnya, cinta seringkali membuat orang tidak rasional. Repotnya lagi, kalau cinta sudah diubun-ubun, manakah mungkin rencana sehidup semati dan niat memperoleh anah buah cinta bisa dibatalkan
search terms :
deteksi dini penyakit tidak menular,penyakit menular seksual,penyakit menular seksual pada wanita,penyakit menular seksua,deteksi dini Penyakit Menular Seksual,deteksi dini hepatitis B,apakah penyakit hepatitis menular,CYTOMEGALLO VIRUS,deteksi dini penyakit hepatitis B pada bayi,pengaruh kehamilan terhadap penyakit seksual menular,penyakit menular seksual pada anak,DATA ORANG YANG MENGIDAP PENYAKIT HERPES GENITAL,deteksi dini penyakit wanita,buah pembunuh virus herpes,deteksi dini herpes,di lingkungan yang seperti apa penyakit menular seksual bisa terjadi?,kena kencing nanah udah lama apa bisa kambuh atau menular,penyakit yang menular melalui mulut,upaya deteksi penyakit hepatitis B bagi bayi,deteksi dini terhadap penyakit,pengertian penyakit menular seksual,herpes zoster menular,Sirosis hati menular,penyakit keturunan gangguan terkait seks,penyakit kecacatan,pemeriksaan penyakit menular seksual,Penyakit herpes kelamin biasa menyerang daerah apa saja,penyakit herpes kelamin,pengobatan kencing nanah,pengobatan penyakit kencing nanah,pengobatan herpes genital agar tidak menular pada suami,penyakit hepatitis menular,pengaruh makanan terhadap penyakit herpes,Mengenal Penyakit Menular Seksual,mengapa perlu pemeriksaan nanah,mendeteksi suatu penyakit,mendeteksi penyakit kelamin berbahaya,mendeteksi hepatitis b,melihat orang kena penyakit menular seks dari wajah,lama sembuh chlamydia,kencing nanah wajah,kencing nanah pada wanita,nanah menetes dari penis dan sering buang air kecil,nanah menetes di kemaluan,pengaruh genetika terhadap penyakit buta warna,melalui apa saja herpes bisa menular,Pencegahan menularnya herpes pd bayi,penanganan ibu hamil yang akan melahirkan agar tidak menularkan virus hepatisi kepada bayinya,pemeriksaan pranikah pada selaput dara,pemeriksaan penyakit menular seksual pada ibu hamil





