Minum di sela makan besar ternyata tidak boleh sembarangan. Ada aturan yang harus dipatuhi.

Betapa besar manfaat minum dalam ritual makan. Karena minum ibarat pelumas yang bisa melancarkan proses pencernaan. Namun ternyata ada aturan yang harus dipatuhi terkait minum di sela-sela makan. Sebab jika tidak, air minum itu justru mengganggu pencernaan yang sedang berlangsung karena cairan yang terlalu banyak di perut ketika makan bisa memperlambat pencernaan.

Cairan yang berlebih itu akan menghilangkan asam lambung yang diprosuksi di perut. Dengan jumlah asam lambung yang sedikit, maka pencernakan menjadi tidak sempurna. Dan efek yang dirasakan adalah perut menjadi penuh dan kembung.

Cairan yang berlebih itu juga menyebabkan lemak dan minyak-minyak dalam makanan saling lengket dan sulit dicerna. Yang akhirnya menjadi gumpalan-gumpalan yang mengganggu proses pencernaan makanan lainnya. Akibatnya, semua zat gizi yang terdapat dalam makanan pun tidak mungkin diserap tubuh. Tubuh menjadi tidak sehat, kurang gizi namun gemuk karena lemak. Jika tubuh tidak sehat, tentu berpengaruh pada kondisi kulit, kosentrasi, stamina dan sebagainya. Banyak rentetan yang terjadi jika pencernaan tidak lancer. Dan itu hanya mengakibatkan oleh kebiasaan minum terlalu banyak di sela makan.

Lebih baik tidak minum ketika makan. Namun kalau terpaksa, bolehlah minum. Hanya konsumsi minum itu tidak boleh lebih dari 240 ml atau setara dengan satu gelas ukuran sedang.

Sebaiknya juga jangan terlalu sering minum. Setelah tiga suapan baru minum dan cairan yang diminum pun jangan terlalu banyak, cukup satu teguk saja.

Untuk mengatasi kebiasaan minum di sela makan, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu 20 menit sebelum makan. Selain membuat mulut lebih lega dengan minum sebelum makan nutrisi yang terkandung dalam makanan bisa dicerna dengan sempurna karena perut telah telah menyiapkan kondisi yang paling bagus untuk menerima makanan dan menyerap nutrisinya.

Hindari makanan yang terlalu gurih, biasanya jenis makanan ini membuat hasrat minum semakin besar. Hal lain yang juga bisa dilakukan adalah mengunyah makanan lebih lama. Karena ketika kita mengunyah lebih lama, produksi saliva atau air liur menjadi lebih bnayak, sehingga kita tidak mungkin tersedak atau mengalami mulut kering. Ketika masuk ke lambung, makanan juga tidak perlu dicerna dengan ekstra keras.

Minuman Yang Diperbolehkan
Minuman paling sehat yang ada di dunia adalah air putih karena air putih netral dalam segala situasi. Sehingga paling bagus diminum ketika makan besar. Namun pilihlah yang tidak terlalu dingin atau cenderung hangat. Dengan minum minuman yang hangat, rasa haus menjadi tidak berlebihan sehingga tidak berhasrat ingin minum terus-menerus. Air yang hangat juga bisa membantu pencernaan.

Selain itu air jeruk juga boleh diminum saat makan karena air jeruk juga netral terhadap makanan. Namun sekali lagi pilih jeruk hangat. Untuk pemanisnya lebih baik memakai madu ketimbang gula karena gula dikhawatirkan menambah beban kerja lambung saat mencerna.

Minuman Yang Harus Dihindari
Bagi Anda yang punya kebiasaan minum susu, soda, the atau jus ketika makan, sebaiknya mulai sekarang dihentikan, jika ingin pencernaan membaik. Demikian halnya kebiasaan minum minuman dingin terutama jika makanan yang dikosumsi mengandung lemak.

Karena minuman dingin membuat otot perut berkontraksi dan mengakibatkan tubuh menjadi tidak nyaman. Minuman dingin juga membuat lemak yang dikonsumsi membeku sehingga sulit dicerna.

Sementara susu agak berbahaya bagi anda yang alergi lactosa. Hal ini menguatkan alergi terhadap makanan yang sudah ada, peradangan lambung atau masalah pencernaan lainnya.

Sedangkan minuman bersoda membuat perut begah, kembung serta menimbulkan mual. Terutama jika diminum setelah makan karbohidrat dan lemak.

Jika ingin minum minuman itu tunggulah sekitar satu jam setelah semua makanan tercerna dengan sempurna. Jadi selama lambung masih mencerna, beri kesempatan untuk bekerja secara maksimal dan jangan minuman-minuman tersebut.

Tidak semua orang bisa menahan diri untuk minum ketika makan. Apalagi jika makanan yang dikonsumsi tidak bersayur atau mengandung sesuatu yang gurih. Akibatnya hasrat untuk minum sangat besar.
Hal lain yang membuat ingin minum di saat makan adalah kondisi stres. Saat stres kondisi tubuh sedang tidak stabil sehingga kurang bisa mengontrol dirinya. Untuk itu makan atau minum pun kurang bisa diatur. Atau makan sambil terburu-buru dan tidak nyaman ketika makan.

Karena itu untuk minum minuman bersuhu normal, hangat atau panas? Namun yang paling baik adalah air putih. Hindari minuman dingin apapun jenis minumannya.

Agar terbiasa tidak minum di sela makan, konsumsilah sayur berkuah. Dengan demikian, hasrat untuk minum berkurang. Apalagi cairan dalam sayuran berkuah. Dengan demikian hasrat untuk minum menjadi berkurang. Apalagi cairan dalam sayuran. Apalagi cairan dalam sayuran berkuah. Apalagi cairan dalam sayuran berkuah itu tidak terlalu banyak dan cukup untuk membantu pencernaan.

Post Update :
Date : Monday, November 24, 2014 - Senin, 24 November 2014