Women Health » Education | » MELUKIS, TERAPI UNTUK AUTISME
MELUKIS, TERAPI UNTUK AUTISME
January 20th, 2010 | 2 Comments
Memang tidak ada terapi khusus yang efektif untuk menyembuhkan anak autis. Tetapi, dengan memahami karakteristik dan menggali potensi yang dimiliki, kesulitan anak autis bisa dikurangi dan potensinya bisa dikembangkan agar mereka dapat hidup lebih mandiri.
Memiliki anak autis tidak selamanya berarti dunia seakan runtuh. Pandangan ini anatara lain karena sebagian besar orangtua dengan anak autis terlalu menfokuskan perhatian mereka pada kelemahan yang dimiliki anak, akibatnya, 6potensi tidak tergali secara maksimal, itu yang diungkapkan oleh DR Dr Dwijo Saputro, SpKJ (K), konsultan terapis anak autis di SmartKid, Klinik Perkembangan Anak dan Kesulitan Belajar di Jakarta Barat.
Sebagian orangtua juga sering terlambat mendeteksi kekurangan anak karena hanya mengandalkan pusat-pusat terapi untuk mengatasi masalah yang dialami, dan kurang menggali alternative pengembangan individual dan pengembangan potensi. Padahal jika deteksi dini dilakukan, stimulasi bisa segera diberikan untuk mengatasi kekurangan sekaligus untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, maka hasilnya akan lain.
Nyatanya, dengan penanganan sedini mungkin, tidak sedikit individu dengan autism berhasil mengatasi masalah dan mengembangkan bakatnya. Ada Temple Grandine (62 tahun) yang menyandang autism asal Boston, Massachusetts, Amerika Serikat yang mampu mengembangkan kemampuan visual dan pola berpikir yang sistematis sehingga berhasil meraih Doktor dalam bidang peternakan.
Ada pula seorang wanita autis bernama Donna William (46 tahun) dari Melbourne, Victoria, Australia, yang mampu mengembangkan kemampuan berbahasa dan bakat seninya sehingga berhasil menjadi seorang penulis dan seniman. Sementara itu, Bradley Olson (22 tahun) asal Minnesota, Ameika Serikat adalah mahasiswa autis yang mampu mengembangkan kemampuan kognitif dan kebugaran fisiknya sehingga menjadi pemuda yang aktif dan tangkas.
Pencapaian ini tidak terlepas dari peran berbagai terapi pelengkap untuk mengembangkan potensi yang terpendam di balik perilaku anak autis yang sulit dipahami itu.
ART THERAPY
Salah satu terapi pelengkap untuk mengembangkan potensi pada anak autis yang saat ini mulai popular di Indonesia adalah art therapy (terapi seni), yaitu terapi atau latihan pendisiplinan diri melalui media kesenian, yaitu menggambar, melukis, membuat patung dari tanah liat atau berlatih music. Termasuk alam kategori art therapy adalah melihat dan mempelajari obyek lukisan dan foto (visual tools).
Menurut Donna J. Bett, MA., ATR, seorang terapis masalah anak-anak an remaja penderita autism dan coordinator Art Therapy Service pada National Children’s Center di Washington, D.C., (http://www.autisme-society.org) terapi seni dapat menolong pasien penderita autism sesuai karakteristik setiap anak, seperti membantu meningkatkan kecakapan komunikasi, mengembangkan perasaan dan emosi, membantu mengembangkan hubungan social serta melatih respon inderawi. Ini dimungkinkan karena anak-anak autis bukan tanpa potensi, mereka memiliki bakat dan kecakapan akademis yang bisa dikembangkan.
Sebagai contoh, menurut Dwijo, di luar potensi umum yang dimiliki, beberapa anak autis memiliki kecakapan atau kecenderungan khusus pada bidang numerical (angka), lainnya memiliki kecenderungan atau potensi auditif (pendengaran), ada juga yang memiliki potensi di bidang visual (penglihatan) dan taktil (sentuhan).
Dengan memahami karakteristik dan potensi tersebut, seorang terapis terbantu dalam memperbaiki gangguan kesulitan yang dialami dan dapat menggali potensi yang terpendam. Itulah mengapa terapi seni, baik melukis atau latihan vocal, dapat dimasukkan sebagai bagian ari stimulasi untuk melengkapi (adjuvant) terapi lain.
Menurut Donna J. Bett, setidaknya ada tiga manfaat art therapy bagi anak autis, yaitu;
1. Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi
Art Therapy dapat membantu menstimulasi bagian otak yang tidak berkembang dan membantu anak autis dalam mengekspresikan kecakapan non verbal. Saat anak autis sedang melukis atau menggambar misalnya, sesungguhnya dia sedang berkomunikasi dengan menggunakan symbol. Proses ini dapat membantu mengembangkan kecakapan komunikasinya secara langsung, serta membantu dalam mengelola proses berpikir.
Secara bersamaan, sang terapis juga dapat lebih focus dalam mengeksplorasi kecakapan berkomunikasi anak dengan memanfaatkan beberapa teknik tertentu, seperti member tugas menggambar dengan mencontoh atau melukis sesuai arahan terapis. Anak dengan autisme akan merespon tugas yang diberikan terapis lewat perubahan sikap dan karya lukisannya. Metode ini juga dapat melatih anak untuk lebih focus dan dapat terlibat secara langsung dalam proses interaksi dengan orang lain.
Saat terapis membangun hubungan dengan pasien autis itulah pasien mulai mengembangkan kemampuan menyimpan dan menambah pengalaman barunya. Itulah cara kerja dan proses komunikasi dalam terapi seni, yaitu dengan menciptakan suasana positif yang sangat baik dan menyehatkan. Cara ini juga bermanfaat untuk mengurangi kecemasan dan membantu memperbaiki perkembangan emosi anak autis.
Menurut Dwijo, anak autis juga cenderung lebih mudah diarahkan oleh terapis yang bisa menciptakan rasa aman dan nyaman serta bisa menjalin hubungan sesuai karakteristik setiap anak. Jika anak autis dapat merasakan pengalaman yang nyaman selama proses terapi berjalan, maka ia akan mudah diarahkan.
Apa yang dialami Ivan (18 tahun), peserta art therapy pada Smart Training Centre, dapat menjadi petunjuk keberhasilan prinsip ini, mula-mula, Ivan yang saat ini duduk di bangku kelas dua SMA Madania, Parung, Bogor, tidak bisa tahan duduk berlama-lama saat menjalani terapi melukis. Begitu juga saat duduk di depan keyboard untuk latihan bermain piano.
Namun dengan ketekunan dan terapi yang terus menerus dan cukup lama, Ivan kini telah mampu memainkan dan menyanyikan ratusan lebih lagu, lengkap dengan not balok dan syairnya. Sementara lewat pelatihan melukis yang dijalaninya selama satu jam, tiga kali dalam seminggu, Ivan kini juga mulai menunjukkan bakan dan kecakapannya di bidang seni lukis.
Dibanding saat pertama kali menjalani terapi lukis dua tahun lalu, perkembangan Ivan sangat pesat. Keluwesan tangan dan cara menggoreskan alat gambar sudah seperti anak normal. Selain itu ia kini juga sudah bisa lebih focus dan menikmati proses kreatifnya (pengalamanan Arief Wibisono, guru lukis di Smart Training Centre yang selama ini membimbing Ivan).
2. Mengembangkan Perasaan Anak Autis
Art therapy juga bermanfaat untuk membantu mengembangkan perasaan dan emosi anak autis. Karena anak autis tidak memiliki emosi dan perasaan yang stabil, lewat melukis atau menggambar, terapis dapat melatih cara mengekspresikan perasaan lewat kegiatan menggambar atau melukis. Latihan ini juga berguna untuk melatih daya tahan atau keuletan dan kesabaran pasien dalam menyelesaikan suatu tugas seni selain membantu memperbaiki ekspresi dan perasaannya.
Menurut Arief Wibisono, dalam proses latihan ini seperti pada proses terapi yang dilakukan pada Ivan seorang terapis memang dituntut memiliki kesabaran yang ektra, mampu memahami karakter anak dan sebisa mungkin dapat masuk atau menyatu dengan sikap dan karakter pasien agar ia dapat merasa nyaman mengikuti proses terapi. Dengan teknik ini, pasien akan merasa senang, mau mendengar dan mengerti apa yang ingin disampaikan terapis. Saat ini Ivan sudah sekitar 80% mau mendengarkan dan memperhatikan apa yang diajarkan padanya.
3. Melatih Koordinasi Sistem Saraf
Koordinasi system saraf pada anak autis adalah salah satu aspek penting. Penggunaan metode multi sensory dapat membantu mengintergrasikan atau mengkoorinasikan perasaan anak autis, seperti mendengar dan menyentuh. Misalnya, dengan memainkan tangga nadan dengan alat-alat music, atau berlatih menyanyi secara periodic pada sesi terapi yang berbeda.
Meskipun memiliki kesulitan-kesulitan sesuai dengan karakteristik individual anak, anak autis juga dapat mengembangkan keterampilan komunikasi dan kepekaan sensorik mereka selama proses terapi berlangsung.
Sesuai dengan keunikan dan karakteristik masing-masing, anak-anak autis juga dapat melakukan interaksi yang positif dengan terapis selama terapi berlangsung. Lewat mekanisme ini, seiring dengan pertumbuhan pola piker dan sikap emosionalnya, sikap negative anak autis pun akan berkurang. (Sumber Nirmala).
search terms :
terapi seni,terapi bermain pada anak autis,art terapi,terapi seni visual,terapi bermain anak autis,terapi lukisan,jurnal terapi menggambar,mengendalikan emosi anak autis,kelemahan terapi seni,penanganan anak autis remaja,terapi seni muzik,seni apa yang bisa menyembuhkan anak autis,terapi pada anak autis,terapi melukis,perkembangan emosi anak autis,terapi untuk kanak-kanak autisme,artikel melatih interaksi anak autis,manfaat terapi stimulasi sensoris:seni,terapi autis remaja,terapi autisme untuk remaja,tekhnik terapi bermain,terapi bermain kekurangan,tempat melukis untuk anak autis,teknik terapi autisme,peranan terapi bermain bagi bagi autisme,perkembangan emosi anak autisme,perkembangan emosi remaja autis,pola bermain anak autism,prosedur melakukan art therapy,strategi mengatasi kanak-kanak autisme,stroke oleh Dwijo 2011,tahap-tahap anak autistik oleh donna william,terapi muzik/seni,terapi bermain untuk meningkatkan komunikasi anak,terapi seni autisme,terapi seni menggambar,terapi seni pada anak,terapi seni terhadap anak autis,terapi seni untuk anak autis di jakarta,terapi sosial untuk anak autis,terapi untuk autisme,therapy menggambar,tujuan terapi seni lukisan,terapi seni anak autis,terapi seni adalah,terapi emosi pada anak autis,terapi gambar untuk anak autis,terapi untuk kanak-kanak autism,terapi melukis untuk anak autis,terapi mengendalikan emosi anak autis
Filed under: Education | · Tags: (http://www.autisme-society.org) terapi seni dapat menolong pasien penderita autism sesuai karakteristik setiap anak, 6potensi tidak tergali secara maksimal, ada juga yang memiliki potensi di bidang visual (penglihatan) dan taktil (sentuhan). Dengan memahami karakteristik dan potensi tersebut, akibatnya, Ameika Serikat adalah mahasiswa autis yang mampu mengembangkan kemampuan kognitif dan kebugaran fisiknya sehingga menjadi pemuda yang aktif dan tangkas. Pencapaian ini tidak terlepas dari peran berbag, Amerika Serikat yang mampu mengembangkan kemampuan visual dan pola berpikir yang sistematis sehingga berhasil meraih Doktor dalam bidang peternakan. Ada pula seorang wanita autis bernama Donna William, anak autis juga cenderung lebih mudah diarahkan oleh terapis yang bisa menciptakan rasa aman dan nyaman serta bisa menjalin hubungan sesuai karakteristik setiap anak. Jika anak autis dapat merasakan p, anak autis juga dapat mengembangkan keterampilan komunikasi dan kepekaan sensorik mereka selama proses terapi berlangsung. Sesuai dengan keunikan dan karakteristik masing-masing, anak-anak autis juga dapat melakukan interaksi yang positif dengan terapis selama terapi berlangsung. Lewat mekanisme ini, atau berlatih menyanyi secara periodic pada sesi terapi yang berbeda. Meskipun memiliki kesulitan-kesulitan sesuai dengan karakteristik individual anak, ATR, Australia, baik melukis atau latihan vocal, beberapa anak autis memiliki kecakapan atau kecenderungan khusus pada bidang numerical (angka), Bogor, Bradley Olson (22 tahun) asal Minnesota, D.C., dalam proses latihan ini seperti pada proses terapi yang dilakukan pada Ivan seorang terapis memang dituntut memiliki kesabaran yang ektra, dan kurang menggali alternative pengembangan individual dan pengembangan potensi. Padahal jika deteksi dini dilakukan, dapat dimasukkan sebagai bagian ari stimulasi untuk melengkapi (adjuvant) terapi lain. Menurut Donna J. Bett, dapat menjadi petunjuk keberhasilan prinsip ini, dengan memahami karakteristik dan menggali potensi yang dimiliki, dengan memainkan tangga nadan dengan alat-alat music, dengan penanganan sedini mungkin, di luar potensi umum yang dimiliki, guru lukis di Smart Training Centre yang selama ini membimbing Ivan). 2. Mengembangkan Perasaan Anak Autis Art therapy juga bermanfaat untuk membantu mengembangkan perasaan dan emosi anak autis. Karen, itu yang diungkapkan oleh DR Dr Dwijo Saputro, Ivan kini juga mulai menunjukkan bakan dan kecakapannya di bidang seni lukis. Dibanding saat pertama kali menjalani terapi lukis dua tahun lalu, Ivan kini telah mampu memainkan dan menyanyikan ratusan lebih lagu, Ivan yang saat ini duduk di bangku kelas dua SMA Madania, kesulitan anak autis bisa dikurangi dan potensinya bisa dikembangkan agar mereka dapat hidup lebih mandiri. Memiliki anak autis tidak selamanya berarti dunia seakan runtuh. Pandangan ini anatara lain , Klinik Perkembangan Anak dan Kesulitan Belajar di Jakarta Barat. Sebagian orangtua juga sering terlambat mendeteksi kekurangan anak karena hanya mengandalkan pusat-pusat terapi untuk mengatasi masalah, konsultan terapis anak autis di SmartKid, lainnya memiliki kecenderungan atau potensi auditif (pendengaran), lengkap dengan not balok dan syairnya. Sementara lewat pelatihan melukis yang dijalaninya selama satu jam, lewat melukis atau menggambar, MA., maka hasilnya akan lain. Nyatanya, maka ia akan mudah diarahkan. Apa yang dialami Ivan (18 tahun), mampu memahami karakter anak dan sebisa mungkin dapat masuk atau menyatu dengan sikap dan karakter pasien agar ia dapat merasa nyaman mengikuti proses terapi. Dengan teknik ini, Massachusetts, mau mendengar dan mengerti apa yang ingin disampaikan terapis. Saat ini Ivan sudah sekitar 80% mau mendengarkan dan memperhatikan apa yang diajarkan padanya. 3. Melatih Koordinasi Sistem Saraf Koordin, MELUKIS, Memang tidak ada terapi khusus yang efektif untuk menyembuhkan anak autis. Tetapi, membantu mengembangkan hubungan social serta melatih respon inderawi. Ini dimungkinkan karena anak-anak autis bukan tanpa potensi, membuat patung dari tanah liat atau berlatih music. Termasuk alam kategori art therapy adalah melihat dan mempelajari obyek lukisan dan foto (visual tools). Menurut Donna J. Bett, mengembangkan perasaan dan emosi, menurut Dwijo, mereka memiliki bakat dan kecakapan akademis yang bisa dikembangkan. Sebagai contoh, mula-mula, Parung, pasien akan merasa senang, perkembangan Ivan sangat pesat. Keluwesan tangan dan cara menggoreskan alat gambar sudah seperti anak normal. Selain itu ia kini juga sudah bisa lebih focus dan menikmati proses kreatifnya (pengalaman, peserta art therapy pada Smart Training Centre, sang terapis juga dapat lebih focus dalam mengeksplorasi kecakapan berkomunikasi anak dengan memanfaatkan beberapa teknik tertentu, seiring dengan pertumbuhan pola piker dan sikap emosionalnya, seorang terapis masalah anak-anak an remaja penderita autism dan coordinator Art Therapy Service pada National Children’s Center di Washington, seorang terapis terbantu dalam memperbaiki gangguan kesulitan yang dialami dan dapat menggali potensi yang terpendam. Itulah mengapa terapi seni, seperti membantu meningkatkan kecakapan komunikasi, seperti member tugas menggambar dengan mencontoh atau melukis sesuai arahan terapis. Anak dengan autisme akan merespon tugas yang diberikan terapis lewat perubahan sikap dan karya lukisannya. Metode i, seperti mendengar dan menyentuh. Misalnya, serta membantu dalam mengelola proses berpikir. Secara bersamaan, sesungguhnya dia sedang berkomunikasi dengan menggunakan symbol. Proses ini dapat membantu mengembangkan kecakapan komunikasinya secara langsung, setidaknya ada tiga manfaat art therapy bagi anak autis, sikap negative anak autis pun akan berkurang. (Sumber Nirmala)., SpKJ (K), stimulasi bisa segera diberikan untuk mengatasi kekurangan sekaligus untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, TERAPI UNTUK AUTISME, terapis dapat melatih cara mengekspresikan perasaan lewat kegiatan menggambar atau melukis. Latihan ini juga berguna untuk melatih daya tahan atau keuletan dan kesabaran pasien dalam menyelesaikan sua, tidak bisa tahan duduk berlama-lama saat menjalani terapi melukis. Begitu juga saat duduk di depan keyboard untuk latihan bermain piano. Namun dengan ketekunan dan terapi yang terus menerus dan cukup , tidak sedikit individu dengan autism berhasil mengatasi masalah dan mengembangkan bakatnya. Ada Temple Grandine (62 tahun) yang menyandang autism asal Boston, tiga kali dalam seminggu, Victoria, yaitu dengan menciptakan suasana positif yang sangat baik dan menyehatkan. Cara ini juga bermanfaat untuk mengurangi kecemasan dan membantu memperbaiki perkembangan emosi anak autis. Menurut Dwijo, yaitu menggambar, yaitu terapi atau latihan pendisiplinan diri melalui media kesenian, yaitu; 1. Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Art Therapy dapat membantu menstimulasi bagian otak yang tidak berkembang dan membantu anak autis dalam mengekspresikan kecakapan non verbal. Saat ana, yang mampu mengembangkan kemampuan berbahasa dan bakat seninya sehingga berhasil menjadi seorang penulis dan seniman. Sementara itu
TRANSLATE
Obat Herbal
- Xamthone Plus Herbal Antikanker Untuk Kanker Payudara
- Xamthone Plus Obat Herbal Alami Atasi Insomnia
- KOPI BRIAN (A8)
- Cordy VitalPlus
- KOPI BRIAN (A8)
- Cordy Juice Obat Herbal Sembuhkan Penyakit Maag Akut Secara Tuntas
- HONEY MARQUISA JUICE (A6)
- XAMTHONE PLUS Obat Herbal Untuk Infeksi Saluran Kemih
- XAMTHONE PLUS Obat Herbal Darah Tinggi
- Cara Order (Pemesanan)
Twitter Update
Random Posts
- MEMBEDAH RAHASIA SEMAKIN TUA SEMAKIN MENARIK
- Para Penderita Penyakit Kulit Psoriasis Sembuh Dengan Super Lutein
- Testimoni Super Lutein (S.Lutena) Menyembuhkan Bau Mulut, Diabetes, Glaukoma, Hepatitis, Tumor Payudara Dan Darah Rendah
- Mimpi Bagian dari Indera Keenam
- Naturally Plus: Kandungan AntiOksidan dalam Super Lutein
Pages
Similar Posts
Popular Posts
- GANGGUAN MENTRUASI DAN CARA MENGATASINYA 163 comment(s)
- PRICE LIST AND ORDER 120 comment(s)
- SERING BUANG AIR KECIL (KENCING), BERBAHAYAKAH BAGI KESEHATAN? 81 comment(s)
- WASPADAI GEJALA SERANGAN JANTUNG 37 comment(s)
- Mengenal Tentang Infeksi Saluran Kemih (ISK) 11 comment(s)
Categories
Visitor
Recent Comments
- Amel on ENAM RAMBU MENGKONSUMSI HERBA UNTUK KANKER
- sweetspe on CARA PEMESANAN PRODUK
- vika on GANGGUAN MENTRUASI DAN CARA MENGATASINYA
- ninik on CARA PEMESANAN PRODUK
- sweetspe on BILA SUAMI TAKUT ISTRI
Catatanku di Website
- Atlantica Online – Game Online Indonesia dari Gemscool
- Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik
- Manual Update Microsoft Security essentials MSE Offline Mode
- Point Blank – Download & Install Game Online Point Blank
- Point Blank – Game Online Indonesia dari Gemscool
- Karapan Sapi jadi Tema Utama Ulang Tahun Plat-M ke-2
- Tas Tanggulangin : Kepedulian Delta Blogger untuk Sidoarjo
- Bantimurung Kerajaan Kupu-kupu atau Musium Kupu-kupu
- Axioo HNM 3220: Notebook Axioo Neon Upgradable
- Twitter dengan Tampilan Baru Mirip Facebook & Google+ ?
Recent Search Terms
- diet untuk ibu hamil dengan obesitas
- penyebab rambut jadi rusak
- petunjuk pemakaian catokan curly sendiri
- jantung saya terasa sampai ke perut detaknya
- Produk shampo untuk rambut kering
- Percakapan bermakna
- cara cepat menghilangkan lemak di leher com
- penguat rasa mononatrium glutamat
- rambut kering tipis kaku
- efek dari suntik varises
- cara menerima pasangan apa adanya
- Muntah pada anak dan pengobatannya
- cara menghentikan alergi terhadap telur
- cara mengatasi hidung tersumbat pilek pada balita
- dada sesak masuk angin
- dampak negatif pornografi
- cara mengatasi sembelit efektif
- tips mengecilkan betis
- foto balita
- buah bagus untuk kulit





bagaimana cara supaya anak autis dapat melukis dengan benar , karena sangat sulit diarahkan! Terima Kasih
[Reply]
My programmer is trying to convince me to move to .net from PHP. I have always disliked the idea because of the expenses. But he’s tryiong none the less. I’ve been using WordPress on several websites for about a year and am worried about switching to another platform. I have heard fantastic things about blogengine.net. Is there a way I can import all my wordpress content into it? Any kind of help would be really appreciated!
[Reply]