Jan 21 2010
DETEKSI DINI ANAK AUTIS DENGAN MELIHAT GEJALA
Menurut Dr. dwijo Saputro, SpKJ, gejala yang timbul pada autism bisa sangat ringan (mild), sedang (moderate), hingga parah (severe). Beberapa gejala berikut ini bisa menjadi acuan untuk pemeriksaan lebih lanjut agar gejala autism yang timbul bisa tertangani sedini mungkin, yaitu:
1. Gangguan komunikasi verbal dan non verbal
a. Terlambat bicara atau tidak dapat bicara
b. Mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat dimengerti orang lain.
c. Tidak mengerti dan tidak menggunakan kata-kata sesuai konteks.
d. Meniru atau membeo, beberapa anak sangat pandai menirukan nyanyian, nada maupun kata-kata tanpa mengerti artinya.
e. Mimik muka datar, kadang bicaranya monoton seperti robot.
f. Berperilaku seperti anak tuli, tetapi bila mendengar suara yang tidak disukainya ia akan bereaksi dengan cepat.
2. Gangguan interaksi social
a. Menolak atau menghindar untuk bertatap muka.
b. Merasa tidak senang dan menolak dipeluk
c. Tidak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang lain. Bila didekati untuk bermain, ia justru menjauh.
d. Bila menginginkan sesuatu, ia akan menarik tangan orang yang terdekat dan mengharapkan orang tersebut melakukan sesuatu untuknya.
e. Kadang masih mendekati orang lain untuk makan atau duduk di pangkuan sebentar, kemudian berdiri tanpa memperlihatkan mimik apa pun.
f. Keengganan untuk berinteraksi dengan anak sebaya lebih daripada terhadap orangtuanya.
3. Gangguan perilaku dan bermain
a. Seperti tidak mengerti cara bermain, ia bermain sangat monoton dan melakukan gerakan yang sama berulang-ulang sampai berjam-jam.
b. Bila menyukai satu mainan, ia menolak mainan yang lain dan ia memiliki cara bermain yang aneh.
c. Keterpakuan pada sesuatu (misalnya memegang roda mobil-mobilan terus menerus untuk waktu lama). Perilaku ritualistic sering terjadi. Dapat juga anak terlalu diam.
d. Punya kelekatan dengan benda-benda tertentu, seperti sepotong tali, kartu, kertas, gambar. Benda-benda tersebut terus dipegang dan dibawa kemana-mana.
e. Sering memperhatikan sesuatu misalnya jari-jarinya sendiri, kipas angin yang berputar, air yang bergerak, dll.
f. Anak dapat terlihat hiperaktif, tidak bisa diam, lari ke sana ke mari, meloncat-loncat, berputar-putar, atau memukul benda berulang-ulang.
4. Gangguan perasaan dan emosi
a. Tidak ada atau kurang rasa empati, misalnya melihat anak menangis tidak merasa kasihan, bahkan merasa terganggu dan sering mendatangi anak yang menangis untuk dipukul.
b. Tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah tanpa sebab yang jelas.
c. Sering mengamuk tidak terkendali (temper tantrum); terutama bila tidak mendapat apa yang diinginkan, ia dapat menjadi agresif dan destruktif.
5. Gangguan persepsi, sensoris
a. Mencium-cium, menggigit atau menjilat mainan atau benda apa pun.
b. Bila mendengar suara keras, langsung menutup mata.
c. Tidak suka diraba atau dipeluk. Bila digendong cenderung merosot untuk melepaskan diri.
d. Merasa tidak nyaman bila memakai pakaian dari bahan tertentu. (Sumber : Nirmala).
search terms :
deteksi dini anak autis,Cara mendeteksi anak autis,gejala anak autis,gejala temper tantrum,gejala dini pada anak autis,gejala autis pada anak,gejala autis,gejala anak tuli,gambar deteksi dini pada anak,gejala mild autis,alat untuk mendeteksi anak autisme,gejala social,komunikasi verbal anak autis,melihat gejala autisme,metode chat deteksi autisme,penyebab dini anak autis,suak melihat sesuatu yang berputar,empati anak autis dan agresif,dwijo saputro,anak autis atau agresif,anak autis deteksi dini,anak autis suka bermain yang aneh,anak yang suka melihat kipas angin,blog anak autis,Cara bermain anak autis,deteksi benda,deteksi dini autis CHAT,Deteksi dini autis pada anak,deteksi dini autisme,deteksi dini dalam autis,deteksi dini terlambat bicara,deteksi tempertantrum,dr dwijo saputro,terlambat bicara non autisme





